Pandangan Hidup Masyarakat Sasak dalam Leksikon Nama Sѐsѐkan: Sebuah Tinjauan Linguistik Antropologi

lfat Isroi Nirwani

Abstract


Penelitian ini berisi leksikon sèsèkan dengan teori linguistik antropologi Duranti dan Wierzbecka. Penamaan leksikon sèsèkan tidak tanpa sengaja, tetapi ada makna dan faktor-faktor tertentu yang terkandung di dalamnya. Makna dan faktor budaya tertentu itulah yang ingin diketahui oleh penulis. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana pandangan masyarakat Sasak terhadap sèsèkan berdasarkan leksikon-leksikon sèsèkan tersebut. Penggunaan teori linguistik antropologi untuk mengkaji leksikon sesekan diasumsikan sebagai pilihan yang tepat karena dapat mengungkapkan budaya masyarakat Sasak. Metode dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Data penelitian diperoleh dari studi lapangan dan studi pustaka. Analisis data dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan secara informal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa sèsèkan memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat Sasak. Hal ini terbukti dari penyebutan leksikon leksikon nama sèsèkan dengan sangat mendetail sesuai fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Leksikon-leksikon sèsèkan memberi gambaran tentang kehidupan sosial, agama, dan budaya masyarakat Sasak. Leksikon sèsèkan dalam pandangan masyarakat memiliki fungsi budaya, keagamaan, dan sosial yang terklasifikasi sebagai benda pakai sehari-hari, perlengkapan upacara, dan benda magis. 

 


References


Fatehah, Nur. “Leksikon Perbatikan di Pekalongan (Kajian Etnolinguistik)”, Tesis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2008.

Duranti, Alessandro. 1997. Linguistic Anthropology. United States: Cambridge University Press.

Herman, V.J. 1991. Ragam Hias pada Kain Tenun Nusa Tenggara Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Museum Nusa Tenggara Barat.

http://novikhairi.blogspot.co.id/2016/01/filsafat-k3-tenun-songket sukarara.html.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.

Koenjtaraningrat. 2000. Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta

Nurmeisarah, Trisna, dkk. “Tinjauan Tentang Tenun Tradisional Dusun Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah”, makalah, Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, 2015.

Rahayu, Dewi Dwi, dkk., 2002. Lempot Kombong Umbaq sebagai Benda Upacara Adat di Lombok. Lombok: Museum Negeri Nusa Tenggara Barat.

Santoso, Joko. 2006. Semantik. Yogyakarta: UNY Press.

Sari, Chyndy Febrinda. “Leksikon Hantu dalam Bahasa Indonesia (Sebuah Tinjauan Linguistik Antropologis)”, Tesis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2015.

Sibarani, Robert. 2004. Antropolinguistik: Antropologi Linguistik, Linguistik Antropologi. Medan: Penerbit Poda.

Suhandano. “Klasifikasi Tumbuh-Tumbuhan dalam Bahasa Jawa (Sebuah Kajian Linguistik Antropologis)”, Disertasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2004.

Widhiarso, Wahyu. 2005. “Pengaruh Bahasa terhadap Pikiran: Kajian Hipotesis Benyamin Whorf dan Edward Sapir”. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Wierzbicka, Anna. 1997. Understanding Cultures through Their Key Words. New York: Oxford University Press.


Full Text: PDF

DOI: 10.22146/db.v1i2.47195

Refbacks

  • There are currently no refbacks.