Studi Vegetasi dan Cadangan Karbon di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru, Bayan Lombok Utara

https://doi.org/10.22146/jik.6135

Muhamad Husni Idris(1*), Sitti Latifah(2), Irwan Mahakam Lesmono Aji(3), Endah Wahyuningsih(4), Indriyatno Indriyatno(5), Rima Vera Ningsih(6),

(1) Program Studi Kehutanan Universitas Mataram
(2) Program Studi Kehutanan Universitas Mataram
(3) Program Studi Kehutanan Universitas Mataram
(4) Program Studi Kehutanan Universitas Mataram
(5) Program Studi Kehutanan Universitas Mataram
(6) Program Studi Kehutanan Universitas Mataram
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian pada Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) (Hutan Pendidikan) ± 225,7 ha di Desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk mengetahui potensi vegetasi dan cadangan karbon tersimpan. Tutupan alami KHDTK Senaru berubah akibat pemanfaatan kayu 1993, penanaman sengon dan mahoni 1996, penanaman gaharu 1998-2001, dan saat ini pemanfaatan dengan sistem agroforestri. Populasi dalam penelitian ini adalah areal KHDTK Senaru yang dikelola intensif oleh masyarakat (± 120 ha), yang ditentukan secara sengaja. Sampel dengan intensitas 1% dan terbagi dalam 30 plot ukuran 20x20 m ditentukan secara random sampling. Analisis data meliputi analisis vegetasi, cadangan karbon atas permukaan tanah dan karbon tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 32 spesies. Pada tingkat semai, pancang, tiang dan pohon ditemukan masing-masing 10, 8, 17 dan 20 spesies. Dua spesies dengan Index Nilai Penting (INP) tertinggi untuk semai dan pancang adalah kopi dan kakao, dengan INP pada tingkat semai sebesar 120,3 dan 34,2 dan pada tingkat pancang sebesar 146,1 dan 92,5. Dadap dan sengon memiliki INP tertinggi pada tingkat tiang dan pohon, dengan INP pada tingkat tiang sebesar 77,9 dan 48,7, dan pada tingkat pohon sebesar 87,1 dan 79,9. Cadangan karbon rata-rata 126,41 ton/ha, yang terdiri atas karbon tingkat pancang (3,36 ton C/ha), tiang (9,32 ton C/ha), pohon (70,61 ton C/ha), tumbuhan bawah tegakan (0,13 ton C/ha), seresah (0,29 ton C/ha) dan tanah (42,7 ton C/ha). Hasil penelitian dapat menjadi masukan dalam pengembangan model pengelolaan KHDTK Senaru dan bahan evaluasi di masa mendatang, dan secara umum dapat menambah informasi sumberdaya hutan yang sudah ada saat ini.

Katakunci: hutan, vegetasi, cadangan karbon, Senaru Lombok

 

A Study on the Vegetation and Carbon Stocks of the Special Purpose Forest (KHDTK) of Senaru Village, Northern Lombok

Abstract

Study was conducted in Forest for Special Purpose (Education Forest) ±225.7 ha in Senaru Village, North Lombok. The study was aimed to determine the potential of vegetation and carbon stocks. Land cover of study area was changed due to the timber management in 1993, planting mahogany and sengon in 1996, planting Aquilaria spin 1998-2001, and currently the implementation of agroforestry. Population for this study was the area of education forest intensively utilized by farmer (±120 ha). Sampling was determined by means of random with the intensity of 1% and distributed into 30 plots of 20x20m. Data analysis included analysis of vegetation, above ground carbon and soil carbon stock. The result shows that 32 species were found. There were 10, 8, 17 and 20 species of vegetation for seedlings, saplings, poles and trees, respectively. The first two highest Important Value Index (IVI) for seedling and saplings were Coffea sp and Theobroma sp, where the IVI for seedling was 120.3 and 34.2, while for saplings were 146.1 and 92.5. Erytrhina sp and Pharaseriantes sp were the two highest IVI for poles and trees, where the IVI for poles was 77.9 and 48.7, while for trees was 87.1 and 79.9, respectively. Carbon stock of study area was 126.41 ton C/ha, which was differentiated into carbon stock for saplings (3.36 ton C/ha), pole (9.32 ton C/ha), trees (70.61 ton C/ha), understory (0.13 ton C/ha), litter (0.29 ton C/ha) and soil (42.7 ton C/ha). The results of this study could be an input in develoving a model of Senaru educational forest as wells as future evaluation. Besides, it could enrich the existing information about forest resources.


Keywords


forest; vegetation; carbon stock; Senaru Lombok

Full Text:

PDF


References

  1. Alansi AW, Amin MSM, Halim GA, Shafri HZM, Thamer AM, Waleed ARM, Aimrun W & Ezrin MH. 2009. The Effect of Development and Land Use Change on Rainfall-Runoff and Runoff-Sediment Relationships Under Humid Tropical Condition: Case Study of Bernam Watershed Malaysia. European Journal of Scientific Research 31 (1) : 88-105.
  2. Arrijani, Setiadi D, Guhardja E & Qayim I. 2006.Analisis Vegetasi Hulu DAS Cianjur Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango. Biodiversitas 7 (2) : 147-153.
  3. Arrijani. 2008. Struktur dan Komposisi Vegetasi Zona Montana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Biodiversitas 9 (2) : 134-141 
  4. BSN. 2011. Pengukuran dan Penghitungan Cadangan Karbon - Pengukuran Lapangan Untuk Penaksiran Cadangan Karbon Hutan (ground based forest carbon accounting). Badan Standardisasi Nasional-Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
  5. Bosch JM & Hewlett JD. 1982. A Review of Catchment Experiments to determine the effect of vegetation changes on water yields and evapotranspiration. Journal of Hydrology 103: 323-333.
  6. Dishut NTB. 2012. Pembuatan Plot Sampling Permanent (PSP) sebagai Upaya Penyediaan Data dan Monitoring Perubahan Carbon Stock Di HKm Santong, KHDTK Rarung Dan Hutan Mangrove Provinsi Nusa Tenggrara Barat. Dinas Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Laporan Akhir.
  7. Hairiah K & Rahayu S. 2007. Pengukuran Karbon Tersimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. World Agroforestry Centre. Bogor. 77 hlm.
  8. Ilstedt U, Malmer A, Verbeeten E & Murdiyarso D. 2007. The Effect of Afforestation on Water Infiltration in TheTropics: A Systematic Review and Meta-Analysis. Forest Ecology and Management 251: 45-51
  9. Krisnawati H, Adinugroho WC & Imanuddin R. 2012. Model-model Alometrik Untuk Pendugaan Biomassa Pohon pada Berbagai Tipe Ekosistem di Indonesia. Monograf. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kementerian Kehutanan.
  10. Ludwig JA & Reynolds JF.1988. Statistical Ecology, a Primer on Methods and Computing. John Wiley & Sons. New York. 337 hlm
  11. Martono DS, 2012. Analisis Vegetasi dan Asosiasi Antara Jenis-Jenis Pohon Utama Penyusun Hutan Tropis Dataran Rendah di Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat. Agri-tek 13 (2) : 18-27.
  12. Masripatin N, Ginoga K, Pari G, Darmawan WS, Siregar KA, Wibowo A, Puspasari D, Utomo AS, Sakuntaladewi N, Lugina M, Indartik, Wulandari W, Darmawan S, Heryansah I, Heriyanto NM, Seringoringo HH, Damayanti R, Anggraeni D, Krisnawati H, Maryani R, Apriyanto D & Subekti B. 2010. Cadangan Karbon pada Berbagai Tipe Hutan dan Jenis Tanaman di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan, Kampus Balitbang Kehutanan, Bogor. 43 hlm
  13. Mukhamadun, Efrizal T, & Tarumun S. 2008. Valuasi Ekonomi Hutan Ulayat Buluhcina Desa Buluhcina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Ilmu Lingkungan 3 (2) : 55-73
  14. Mukrimin. 2011. Analisis Potensi Tegakan Hutan Produksi di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan Masyarakat 6 (1) : 67-72.
  15. Parera E, Darusman D & Simangunsong B. 2006. Nilai Ekonomi Total Hutan Kayu Putih: Kasus di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 12 (1) : 14-26.
  16. Prasetyo A, Hikmat A & Prasetyo LB. 2011.Pendugaan Cadangan Karbon di Tambling Wildlife Nature Conservation Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Media Konservasi 16 (2) : 87-91.
  17. Richards PW. 1996. The Tropical Rain Forest on Ecological Study. 2nd Edition. Cambridge University Press. United Kingdom.
  18. Rusolono T. 2006. Model Pendugaan Persediaan Karbon Tegakan Agroforestri untuk Pengelolaan Hutan Milik Melalui Skema Perdagangan Karbon. Disertasi (Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
  19. Saptarini CL, Kironoto BA & Jayadi R. 2007. Kajian Perubahan Erosi Permukaan Akibat Pembangunan Hutan Tanaman Industri di Areal Pencadangan HTI Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Forum Teknik Sipil XVII/2-Mei 486-500.
  20. Sianturi A. 2001. Analisis Penerimaan Sumberdaya Hutan. Jurnal Sosial Ekonomi 2 (1) : 1-14 
  21. Sorel B. 2007. Potensi Sistem Agroforestry untuk Kegiatan Proyek Karbon Kehutanan di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat. Tesis (Tidak Dipublikasikan). Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
  22. Sundarapandian SM & Swamy PS. 2000. Forest Ecosystem Structure and Composition Along an Altitudinal Gradient in the Western Ghats, South India. Journal of Tropical Forest Science 12 (1) : 104-123.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.6135

Article Metrics

Abstract views : 1616 | views : 3623

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International 

Creative Commons License

View My Stats