Akumulasi dan Distribusi Logam Berat pada Vegetasi Mangrove di Pesisir Sulawesi Selatan

https://doi.org/10.22146/jik.6134

Heru Setiawan(1*),

(1) Balai Penelitian Kehutanan Makassar
(*) Corresponding Author

Abstract


Tumbuhan mangrove mempunyai fungsi ekologis yaitu dapat menyerap, mengangkut dan menimbun materi yang bersifat toksik yang berasal dari sekitar lingkungan tempat tumbuhnya, salah satunya adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi dan distribusi logam berat jenis Timbal (Pb), Tembaga (Cu) dan Kadmium (Cd) pada vegetasi mangrove di perairan pesisir Sulawesi Selatan. Sampel vegetasi mangrove diambil dari empat lokasi, yaitu sekitar Pantai Tanjung Bunga Makassar, Muara Sungai Tallo Makassar, Teluk Pare-Pare dan Teluk Bone. Distribusi logam berat pada vegetasi mangrove dibagi dalam lima jaringan yaitu, akar napas, akar kawat, daun muda, daun tua dan ranting. Kandungan logam berat dalam sampel diukur dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometric(AAS). Hasil penelitian menunjukkan, akumulasi Pb terbesar berasal dari sampel vegetasi mangrove di Muara Sungai Tallo yaitu 36,1 ppm, akumulasi Cu terbesar dari Pantai Tanjung Bunga Makassar 42,8 ppm, dan akumulasi Cd terbesar dari Muara Sungai Tallo yaitu 29,3 ppm. Distribusi logam berat pada jaringan vegetasi mangrove yang paling tinggi, untuk Pb terdapat pada akar kawat yaitu 9,5 ppm, akumulasi logam berat Cd tertinggi terdapat pada jaringan daun muda yaitu 3,1 ppm, sedangkan akumulasi logam berat Cu yang tertinggi terdapat pada jaringan akar kawat yaitu 10,1 ppm. Secara umum, jenis Api-api (Avicennia marina) merupakan jenis mangrove yang paling besar menyerap logam berat dengan kandungan Pb sebesar 24,2 ppm, Cd sebesar 30, 9 ppm dan Cu sebesar 71,2 ppm.

Katakunci: logam berat, mangrove, perairan pesisir, Sulawesi Selatan

 

Accumulation and Distribution of Heavy Metals in Mangrove Vegetation of the Coastal of South Sulawesi

Abstract

Mangroves have ecological functions to absorb, transport and stockpile toxic materials, e.g., heavy metal from surrounding environment. This research aimed to know the accumulation and distribution of heavy metals, i.e. Lead (Pb), Cuprum (Cu) and Cadmium (Cd) in mangrove vegetation of South Sulawesi. Vegetation samples were collected from four research location, which were Tanjung Bunga Makassar, Tallo River Makassar, Pare-Pare Bay and Bone Bay. Distribution of heavy metals in mangrove tissues was devided into five areas: pneumatophora, cable root, young leaves, old leaves and twig. Heavy metal content in the samples was measured using Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). The results showed that the highest accumulation of Pb was derived from the sample in Tallo River with 36.1 ppm. The highest accumulation of Cu was derived from Tanjung Bunga Makassar with 42.8 ppm. The highest accumulation of Cd was derived from Tallo River with 29.3 ppm. The distribution of heavy metals in mangrove showed that the highest accumulation of Pb was found in the cable roots with 9.5 ppm. The highest concentration of Cd was found in the young leaf with 3.1 ppm. The highest concentration of Cu was found in the cable roots with 10.1 ppm. Generally, Avicennia marina is mangrove species that has the highest concentration of heavy metals with Pb 24.2 ppm, Cd 30.9 ppm and Cu 71.2 ppm.


Keywords


heavy metal; mangrove; coastal water; South Sulawesi

Full Text:

PDF


References

  1. Arisandi P. 2005. Mangrove Surabaya east coast, the forgotten forest.Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah.
  2. Badan Pusat Statistik (BPS). 2012. Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya menurut Provinsi dan Sub-sektor, 2005-2011. Jakarta
  3. Boran M & Altinok I. 2010. A Review of Heavy Metals in Water, Sediment and Living Organisms in the Black Sea. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences 10 : 565-572
  4. Chaney RL, Angle JS & Brown SL. 1998. Soil-Root Interface: Food Chain Contamination and Ecosystem Health. Madison WI: Soil Sci Soc Am 3 : 9-11.
  5. Ernawati. 2010. Kerang Bulu (Anadara Inflata) sebagai Bioindikator Pencemaran Logam Berat timbale (Pb) dan Cadmium(Cd) di Muara Sungai Asahan. Thesis (Tidak dipublikasikan). Universitas Sumatera Utara.
  6. Hamzah F & Setiawan A. 2010. Akumulasi Logam Berat Pb, Cu, dan Zn di Hutan Mangrove Muara Angke, Jakarta Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 2 (2) : 41-52.
  7. Hardiani H. 2009. Potensi Tanaman dalam Mengakumulasi Logam Cu pada Media Tanah Terkontaminasi Limbah Padat Industri Kertas. Berita Selulosa 44 (1) : 27 - 40
  8. Jaibet J. 2007. Analisis Logam Berat Cd, Cu dan Pb dalam Sedimen dan Air Laut di Teluk Salut Tuaran. Thesis (Tidak dipublikasikan). Sekolah Sains dan Teknologi Universiti Malaysia Sabah.
  9. Kamaruzzaman BY, Ong MC, Jalal KCA, Shahbudin S & Nor OM. 2008. Accumulation of Lead and Copper in Rhizophora apiculata from Setiu Mangrove Forest, Terengganu, Malaysia. Journal of Environmental Biology: 821 -824.
  10. Kumar J.I.N, Sajih PR, Kumar RN, George B & Viyol S. 2010. An Assessment of the Accumulation Potential of Lead (Pb), Zinc (Zn) and Cadmium (Cd) by Avicennia marina (Forssk.)Vierh.in Vamleshwar Mangroves Near Narmada Estuary, West Coast of Gujarat, India. World Journal of Fish and Marine Sciences 2 (5) : 450 - 454. 
  11. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 tahun 2004 tentang baku mutu air laut 
  12. Kusumastuti W. 2009. Evaluasi Lahan Basah Bervegetasi Mangrove dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan: Studi Kasus di Desa Kepetingan Kabupaten Sidoarjo. Thesis (Tidak dipublikasikan). Universitas Diponegoro.
  13. Lakitan B. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
  14. Lindsey HD, James MM, Hector MG. 2004. An Assessment of Metal Contamination in Mangrove Sediments and Leaves from Punta Mala Bay, Pacific Panama. Marine Pollution Bulletin 50: 547-552.
  15. Ma’ruf M. 2007. Analisis Konsentrasi Logam Berat pada Ikan Baronang (Siganus sp) dan Lingkungan Perairan untuk Pengelolaan Wilayah Pesisir Bontang. Thesis (Tidak dipublikasikan). Universitas Mulawarman.
  16. Mukhtasar 2007. Pencemaran Lingkungan dan Alam. Pradnya Paramita. Jakarta
  17. Palar H. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Penerbit Rieneka Cipta. Jakarta
  18. Panjaitan GY. 2009. Akumulasi Logam Berat Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) pada Pohon Avicennia Marina di Hutan Mangrove. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Universitas Sumatera Utara.
  19. Parvaresh HZ, Abedi P, Farhchi M, Karami N, Khorasani & Karbassi A.2010. Bioavalability and Concentration of Heavy Metals in the Sediments and Leaves of Grey Mangrove, Avicennia marina (Forsk.) Vierh, in Sirik Azini Creek, Iran, Biol. Trace Elem. Res. DOI 10.1007/s12011-010-8891-y
  20. Prasad MBK & Ramanathan AL. 2008. Sedimentary Nutrien Dynamics in A Tropical Estuarine Mangrove Ecosistem. Estuarine, Coastal and Shelf Science Journal. 80:60-66.
  21. Purwiyanto AIS. 2013. Daya Serap Akar dan Daun Mangrove Terhadap Logam Tembaga (Cu) di Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Maspari Journal 5 (1) : 1-5
  22. Rashed MN. 2007. Biomarker as Indicator for Water Pollution with Heavy Metals in Rivers, Sea and Oceans.Fac. of Science. South Valley University. Egypt.
  23. Rini DS. 2008. Mangrove Api-Api Alternative Pengendalian Logam Berat Pesisir. Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah. Surabaya
  24. Silva CAR, Silva AP & Oliveira SR. 2006. Concentration, Stock and Transport Rate of Heavy Metal in A Tropical Red Mangrove. Marine Chemistry Journal 99 : 2-11.
  25. Sudarmaji, Mukono J, & Corie IP. 2006. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan 2 (2) :129 -142.
  26. Suharsono. 2005. Status Pencemaran di Teluk Jakarta dan Saran Pengelolaannya. Interaksi Daratan dan Lautan. LIPI press. Jakarta.
  27. Suharto. 2005. Dampak Pencemaran Logam Timbal (Pb) terhadap Kesehatan Masyarakat. Majalah Kesehatan Indonesia No. 165. Universitas Airlangga. Surabaya.
  28. Supriyaningrum E. 2006. Fluktuasi Logam Berat Timbal dan Kadmium dalam Air dan Sedimen di Perairan Teluk Jakarta (Tanjung Priuk, Marina, dan Sunda Kelapa). Skripsi (Tidak dipublikasikan). Institut Pertanian Bogor
  29. Supriyanto C, Samin, & Kamal Z. 2007. Analisis Cemaran Logam Berat Pb, Cu, dan Cd pada Ikan Air Tawar dengan Metode Spektrometri Nyala Serapan Atom (SSA). Prosiding Seminar Nasional III SDM Teknologi Nuklir.Yogyakarta.
  30. Surbakti. 2011. Analisis Logam Berat Cadmium (Cd), Cuprum (Cu), Cromium (Cr), Ferrum (Fe), Nikel (Ni), Zinkum (Zn) pada Sedimen Muara Sungai Asahan di Tanjung Balai dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Thesis (Tidak dipublikasikan). Universitas Sumatera Utara
  31. Ulqodry TZ. 2001. Kandungan Logam Berat dalam Jaringan Mangrove Sonneratia alba dan Avicennia marina di Pulau Ajkwa dan Pulau Kamora, Kabupaten Timika, Papua. Skripsi (Tidak dipublikasikan). Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Semarang Undang-Undang No 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
  32. Wulan SP, Thamrin & Amin B. (2013). Konsentrasi, Distribusi dan Korelasi Logam Berat Pb, Cr dan Zn pada Air dan Sedimen di Perairan Sungai Siak sekitar Dermaga PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang-Provinsi Riau. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Riau.
  33. Wolf HD, Ulomi SA, Backeljau T, Pratap HB & Blust R. 2001. Heavy Metal Levels in the Sediments of Four Dar Es Salaam Mangroves Accumulation in, and Effect on the Morphology of the Periwinkle Littoraria scabra (Mollusca: Gastropoda). Environment International 26 : 243-249.
  34. Yalcin G, Narin I, & Soylak M. 2008. Multivariate Analysis of Heavy Metal Contents of Sediments From Gumusler Creek, Nigde, Turkey. Environmental Geology 54 : 1155-1163.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.6134

Article Metrics

Abstract views : 960 | views : 7629

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

 

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International 

Creative Commons License

View My Stats