Seleksi Bakteri Asam Laktat dengan Aktivitas Anti Jamur yang Diisolasi dari Silase dan Saluran Cerna Ternak

https://doi.org/10.22146/agritech.9402

Ema Damayanti(1*), Ade Erma Suryani(2), Ahmad Sofyan(3), Muhammad Faiz Karimy(4), Hardi Julendra(5)

(1) Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT-BPPTK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Jogja - Wonosari Km. 31, Gading, Playen Gunungkidul, Yogyakarta 55861
(2) Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT-BPPTK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Jogja - Wonosari Km. 31, Gading, Playen Gunungkidul, Yogyakarta 55861
(3) Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT-BPPTK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Jogja - Wonosari Km. 31, Gading, Playen Gunungkidul, Yogyakarta 55861
(4) Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT-BPPTK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Jogja - Wonosari Km. 31, Gading, Playen Gunungkidul, Yogyakarta 55861
(5) Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (UPT-BPPTK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Jogja - Wonosari Km. 31, Gading, Playen Gunungkidul, Yogyakarta 55861
(*) Corresponding Author

Abstract


Fungi contamination was a serious problem on feed industry in Indonesia. Mycotoxin was produced by contaminated fungi could decrease feed quality and it accumulation on animal caused immunosuppressive and mortality effect. The application of biological agent such as antifungal microbe was a promising solution and to be important for futher study. The objective of this research was to select lactic acid bacteria (LAB) with antifungal activity against mycotoxin producing fungi. Lactic acid bacteria were isolated from oil palm frond (OPF) silage, poultry and ruminant digestive tracts (cattle and goat). Antifungal activities of LAB was conducted by using overlay method and paper disc diffusion method of the cell free supernatant against   FNCC 6002, FNCC 6033 and FNCC 6111. The result showed that LAB strain PDS2 from OPF silage had the highest.

ABSTRAK

Kontaminasi jamur dalam bahan pakan masih menjadi masalah dalam industri ternak di Indonesia. Selain karena menurunkan kualitas pakan, akumulasi mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur kontaminan dalam tubuh ternak juga mengakibatkan efek immunosupresif yang  menyebabkan ternak mudah terserang penyakit hingga menyebabkan kematian. Penggunaan agen biologis berupa mikrobia dengan aktivitas anti jamur menjadi solusi menjanjikan dan penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi bajteri asam laktat (BAL) dengan aktivitas anti jamur penghasil mikotoksin. BAL diisolasi dari silase pelepah sawit, saluran cerna unggas dan ruminansia (kambing dan sapi). Pengujian aktivitas anti jamur dilakukan dalam secara kualitatif dengan metode dan secara kuantitatif dengan menguji daya hambat supernatan bebas sel menggunakan metode difusi kertas cakram terhadap kapang FNCC 6002,   FNCC 6033 dan   FNCC 6111. Hasil penelitian menunjukkan isolat PDS2 dari silase memiliki daya hambat yang nyata terhadap ketiga jamur uji, sedangkan isolat BAL dari saluran cerna unggas dan ruminansia tidak menunjukkan daya hambat yang nyata.


Keywords


Animal; lactic acid bacteria; fungi; mycotoxin; oil palm frond silage

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.9402

Article Metrics

Abstract views : 1103 | views : 1194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Agritech has been Indexed by:


Agritech (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats