Penentuan Saluran Pemasaran terhadap Tingkat Harga pada Rantai Pasok Kedelai (Glycine maxL.) Merr.) di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah

https://doi.org/10.22146/agritech.24808

Novita Erma Kristanti(1*), Iqbal Saimima Almuntaha(2)

(1) Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(2) Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


This research aimed to measure price elasticity of demand soybean with the activity of supply and demand; measuring the concentration ratio (Cr) on a tier that has soybean activities trade system and provides review of marketing channels are considered the most efficient with effective demand in related supply chain. The method of data collection with the technique of convenience sampling and snowball sampling. Methods of sampling was done through indepth interview in supply chain. By calculating its price transmission elasticity on the soybean marketing channels, the ratio of concentration in tier collectors and traders. The result of the calculation of the price transmission elasticity values obtained the highest value on channel 4 with the marketing value 2,509. The average ratio of the concentration of the middleman 0,8501, and tier 0,94554 merchant. So these values indicate that the most efficient marketing channel with an effective demand is marketing channel 4 is composed of farmers, farmers group, and tofu/tempeh industries.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penentuan perilaku pasar terhadap tingkat harga kedelai di wilayah Grobogan. Dalam penentuan perilaku pasar tersebut perlu diketahui nilai tingkat harga dengan perhitungan elastisitas permintaan terkait harga dengan aktivitas supply dan demand kedelai; mengukur nilai konsentrasi rasio (Kr) pada tier yang memiliki aktivitas tata niaga kedelai yang paling sering; dan memberikan ulasan saluran pemasaran yang dinilai paling efisien dengan permintaan yang efektif terkait rantai pasok. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik convinience sampling dan snowball sampling melalui indepth interview kepada pelaku rantai pasok (supply chain) dan dinas terkait. Dengan menghitung nilai elastisitas transmisi harga (Et) pada saluran pemasaran kedelai, rasio konsentrasi pada tier pengepul dan pedagang, nilai elastisitas transmisi harga diperoleh nilai tertinggi pada saluran pemasaran 4 dengan nilai 2,509. Konsentrasi rasio rata-rata pengepul 0,8501, dan tier pedagang 0,94554. Nilai tersebut menunjukkan bahwa perilaku pasar yang paling efektif menggunakan saluran pemasaran yang paling efisien dengan permintaan yang efektif yaitu saluran pemasaran 4 yang terdiri dari petani, kelompok tani, dan pengrajin tahu/tempe.


Keywords


Consumer behavior; demand; elasticity; price; soybean supply chain

Full Text:

PDF


References

Architika, F.T. (2015). Analisis Bullwhip Effect dalam Supply Chain Management pada Komoditas Kedelai [Glycine Max (L)]. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, Indonesia.

Badan Pusat Statistik (2014). Statistik Pertanian Indonesia. Biro Pusat Statistik. Jawa Tengah.

Bappebti. (2014). Analisis Monitoring Perkembangan Harga Bahan Pangan Pokok. Kementerian Perdagangan. Jakarta, Indonesia.

Fibich, G., Gavious, A. dan Lowengart, O. (2005). The dynamics of price elasticity of demand in the presence of reference price effects. Tel Aviv University and Ben Gurion University.

Femenia, F. dan Gohin, A. (2011). Dynamic modelling of agricultural policies the role of expectation scheme. Journal Economic Modelling 28: 1950-1958.
Hanafiah dan Saefuddin (2011). Tata Niaga Hasil Perikanan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kristanti, N.E. dan Guritno, A.D. (2016). The dynamic model of soybean (Glycine max (L.) Merr.) in Indonesia: A supply chain perspective. Scientific Times Journal of Agriculture. http://scientifitimes.org/journals/Agriculture/articlesinpress.php-online.

Nurhayati, W. (2014). Sensus BPS: Petani Tak Tertarik Tanam Kedelai. Detik Finance. http://finance.detik.com/read/2014/12/23/145600/2785629/4/sensus-bps-petani-tak-tertarik-tanam-kedelai. [2 Desember 2015].

Petroff, J. (2002). Course Elastisitas Penawaran dan Permintaan Harga. http://www.peoi.org/Courses/Coursesba/mic/mic2.html.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (2014). Ekspor Impor Komoditas Pertanian. Pusdatin Volume 6 No 1.

Soemodihardjo, dan Haryanto, I. (1997). Dasar-dasar Determinasi Harga Produk Produk Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Jember. Jember, Jawa Timur.

Simatupang dan Mangihut, T. (1995). Teori Sistem Suatu Perspektif Teknik Industri. Andi Offset. Yogyakarta.

Turocy, L., Theodore dan Benhard, S. (2001). Game Theory. CDAM Research Report LSE-CDAM. London School of Economics.

Wijaya, F. (1997). Seri Pengantar Ekonomika, Ekonomika mikro Edisi Kedua. BPFE. Yogyakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.24808

Article Metrics

Abstract views : 1102 | views : 1767

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

agriTECH has been Indexed by:


agriTECH (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats