Irrigated Agriculture in Indonesia Beyond 2000

https://doi.org/10.22146/agritech.19256

Suprodjo Pusposutardjo(1*), Lukman Sutrisno(2)

(1) Universitas Gadjah Mada, Indonesia
(2) Universitas Gadjah Mada, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Status ketersediaan air irigasi yang makin terbatas, kebijakan swa-sembada pangan (beras), dan keadaan cadangan pangan di dunia dalam dekade terakhir ini telah mewarnai pemikiran dalam menentukan status lahan beririqasi di masa datang. Suatu tinjauan pemikiran telah dilakukan untuk menentukan status lahan irigasi di Indonesia sampai dengan tahun 2000-an dengan mengadakan analisis status teknis. manajemen Irigasi, agro-ekonomis, sosiokultural, dan IIngkungan. Atas dasar analisis yang dilakukan, perspektif lahan beriririgasi di masa datang dapat dinyatakan dengan menyatakan sebagai lima pokok isyu. Keurna pokok isyu tersebut adalah. Kebijakan pilihan pengembangan sektor pertanian. status pulau Jawa sebagai pusat produksi padi. parusipasi sektor swasta/masyarakat dalam manajemen dan pengembangan sistem irigasi, penerimaan konsep satuan pengembangan wilayah sungal dan pilihan teknologi irigasi di masa datang. Pemikiran ini dimaksudkan sebagai salah satu bahan masukan untuk menyusun kebijakan pengembangan irigasi dalam Pembangunan Jangka Panjang Tahap II (PJPT-II).


Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.19256

Article Metrics

Abstract views : 64 | views : 63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Agritech has been Indexed by:


Agritech (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats