Pemodelan pada Pengeringan Pneumatik Mekanis Tepung Kasava: Hubungan Koefisien Pindah Panas dengan Variabel Pengeringan

https://doi.org/10.22146/agritech.16609

Yus Witdarko(1*), Nursigit Bintoro(2), Bandul Suratmo(3), Budi Rahardjo(4)

(1) Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Musamus, Jl. Kamizaun, Mopah lama, Merauke 99611
(2) Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(3) Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(4) Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


In the cassava flour pneumatic drying process, mostly heat transfer occurred in convective mode. One of variables which could be used to evaluate the effectiveness of drying processperformance is heat transfer coefficient (h) during drying. The objectives of the research was to formulate a mathematical relationship between h and various pneumatic drying process variables of cassava flour by applying dimensional analysis. In the following research it had been constructed a pneumatic drying machine which was able to be according to the needed data that will be collected. Several parameters related to physical and thermal properties as well as operation of the drying machine were measured and used as the analysis variables was solved using dimensional analysis. Based on the result of the data, it was obtained that the relationship between h and the drying process variables could be expressed as follows

 

 

This equation had quite high coefficient of determination, so that it could be used to predict the heat transfer coefficient in pneumatic drying process. Sensitivity analysis indicated that the dimensionless product which had the largest effect on h was   .


ABSTRAK

Pada proses pengeringan tepung kasava secara pneumatik, perpindahan panas terjadi terutama secara konveksi. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kinerja proses pengeringan tersebut adalah koefisien perpindahan panas (h) yang terjadi selama pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghubungkan secara matematis antara nilai h dengan beberapa variabel proses pengeringan pneumatik tepung kasava dengan menggunakan metode analisis dimensi. Pada penelitian ini telah dikonstruksi suatu mesin pengering pneumatik yang dirancang untuk dapat dilakukan pengaturan-pengaturan sesuai dengan kebutuhan data penelitian yang akan dikumpulkan. Beberapa parameter yang terkait dengan sifat fisik dan sifat thermis bahan serta operasional mesin pengering diukur dan digunakan sebagai variabel-variabel analisis yang diselesaikan dengan metode analisis dimensi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hubungan antara nilai h dengan variabel-variabel proses pengeringan sebagai berikut

 

 

 

 

Persamaan tersebut mempunyai nilai koefisien determinasi yang cukup besar, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi koefisien perpindahan panas pada pengeringan pneumatic. Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa dimensionless product yang paling berpengaruh terhadap nilai h adalah    .



Keywords


Cassava flour; dimensional analysis; heat transfer coefficient; pneumatic drying

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.16609

Article Metrics

Abstract views : 1224 | views : 2716

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

agriTECH has been Indexed by:


agriTECH (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats