Produksi Biodiesel dari Transesterifikasi Minyak Jelantah dengan Bantuan Gelombang Mikro: Pengaruh Intensitas Daya dan Waktu Reaksi terhadap Rendemen dan Karakteristik Biodiesel

https://doi.org/10.22146/agritech.13792

Agus Haryanto(1*), Ully Silviana(2), Sugeng Triyono(3), Sigit Prabawa(4)

(1) 
(2) 
(3) 
(4) 
(*) Corresponding Author

Abstract


The purpose of this research was to study the effect of power intensity and reaction time on the yield and the characteristic using an erlenmeyer glass heated in a microwave oven with power capacity of 399 watt and frequency of 2,450 arrangements was used in this experiment. Treatment consisted of two factors, namely power intensity and reaction time. The power intensity included three levels (30, 50, and 70%). Similarly did for the reaction time (30, 60, and 120 cooking oil to methanol). Parameters to be analyzed included biodiesel yield, acid number, density, and viscosity of = 1%. The results showed that both microwave power intensity and reaction time and their interaction had no effect on the viscosity, acid number and density of produced biodiesel. Biodiesel produced has acid number of 2.98 to 4.20 mgKOH/g, density of 0.87 to 0.88 g/mL, and viscosity of 1.9 to 2 cSt. Microwave power intensity and reaction time andtime of 30 seconds was adequate for microwave-assisted biodiesel synthesis with an average yield reaching 91.1%.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh intensitas daya dan waktu reaksi terhadap rendemen dan karakteristik biodisel dari minyak jelantah yang dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi yang dibantu dengan pemberian gelombang mikro (microwave). Minyak jelantah diperoleh dari pabrik kerupuk yang berlokasi di Sukarame, Bandar Lampung. Reaksi pembuatan biodiesel dilakukan menggunakan gelas erlenmeyer yang dipanaskan di dalam oven microwave berdaya 399 watt dan frekuensi 2.450 MHz yang telah dilengkapi dengan pengaduk listrik berkecepatan 1446 RPM. Penelitian menggunakan rancangan acak faktorial dengan dua faktor. Kedua faktor adalah intensitas daya gelombang mikro dengan tiga taraf [(30, 50, dan 70%) dan waktu reaksi, juga dengan tiga taraf (30, 60, dan 120 detik). Setiap kombinasi perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulagan. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan 100ml minyak jelantah pada perbandingan molar minyak jelantah terhadap metanol 1:6. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, bilangan asam, massa jenis, dan viskositas biodiesel. Data dianalisis menggunakan ANOVA diikuti uji beda nyata terkecil (BNT) pada tingkat signifikansi = 5% dan = 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas daya gelombang mikro dan waktu reaksi tidak berpengaruh terhadap bilangan asam, viskositas, dan massa jenis biodiesel. Biodiesel yang dihasilkan memiliki bilangan asam 2,98–4,20 mgKOH/g, massa jenis 0,87–0,88 g/mL, dan viskositas 1,9–2,0 cSt. Intensitas daya gelombang mikro dan waktu reaksi serta interaksinya berpengaruh nyata pada rendemen biodiesel. Dalam penelitian ini, tanpa memperhatikan intensitas daya gelombang mikro, waktu reaksi terbaik adalah 30 detik saat rendemen biodiesel rata-rata mencapai 91,1%.


Keywords


Biodiesel; waste cooking oil; transesterification; microwave

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.13792

Article Metrics

Abstract views : 1560 | views : 1409

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Agritech has been Indexed by:


Agritech (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats