Mikroflora pada Tempoyak

https://doi.org/10.22146/agritech.9711

Hasanuddin Hasanuddin(1*)

(1) Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl. Raya Kandang Limun Bengkulu 38371. Tel. 0736-21170
(*) Corresponding Author

Abstract


Tempoyak is a traditional Bengkulu fermented food prepared from spontaneous fermentation of durian (Durio zibethi- nus) by wild microorganisms. Tempoyak is found not only in Bengkulu but also as long as Sumatera island with differ- ent names, and also in Malaysia. Tempoyak is a Melayu term meaning fermented durian. The research was conducted to identify microflora in tempoyak, and to select the species of microorganisms which were able to ferment durian ef- fectivelly. The data in this study were laboratory analysis. Samples were collected weekly in a month from productions centre of tempoyak and traditional markets, and analyzed microbiologically to determine and identify the bacteria, yeasts and molds in tempoyak. There were four specieses of lactic acid bacteria found in fermented durian namely Pediococcus acidilactici, Lactobacillus plantarum Lactobacillus curvatus and Leuconostoc mesentroides. While two specieses which were not lactic acid bacteria namely Staphylococcus saprophyticus and Micrococcus varians. One species of yeast was Kluyveromyces marxianus. The molds were identified as Rhizopus oryzae, Monilia sitophila, Mucor roxii, Aspergillus repens and Penicillium sp. Among these specieses three specieses were produced lactic acid namelly Rhizopus oryzae, Monilia sitophila,and Mucor roxii. While Aspergillus ripens and Penicillium sp did not pro- duce lactic acid so these specieses might not function in fermentation process.

ABSTRAK

Tempoyak adalah makanan khas Bengkulu, yang dibuat dari fermentasi spontan daging buah durian (Durio zibet- hinus) oleh mikroorganisme liar. Tempoyak juga bisa dijumpai di berbagai daerah Indonesia di sepanjang pulau Sumatera dengan nama yang berbeda, bahkan sampai ke Malaysia. Istilah tempoyak berasal dari terminolgi Melayu yang artinya adalah durian fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang terdapat pada tempoyak. Data dari penelitian ini adalah data primer dari analisa laboratorium. Sampel tempoyak diambil dari pasar-pasar tradisional yang ada di Bengkulu. Sampel diambil selama satu bulan dengan kisaran waktu satu kali sem- inggu. Mikroorganisme diisolasi dari sampel, dibedakan atas bakteri, khamir dan jamur. Mikroorganisme dimurnikan dan diidentifikasi. Ada empat species bakteri asam laktat pada tempoyak yaitu Pediococcus acidilactici, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus curvatus dan Leuconostoc mesentroides. Ada dua species bakteri, terdapat pada tempoyak yang tidak tergolong kedalam bakteri asam laktat, yaitu Staphylococcus saprophyticus dan Micrococcus varians. Ada satu species dari khamir yang teridentifikasi yaitu Kluyveromyces marxianus. Jamur yang teridentifikasi adalah Rhizo- pus oryzae, Monilia sitophila, Mucor roxii, Aspergillus repens dan Penicillium sp. Diantara spesies-spesies tersebut tiga spesies mampu memproduksi asam laktat yaitu Rhizopus oryzae, Monilia sitophila, dan Mucor roxii. Sedangkan A. ripens dan Penicillium sp. tidak memproduksi asam laktat. Dua spesies ini tergolong species yang tidak menguntung- kan dalam proses fermentasi tempoyak.


Keywords


Microflora; tempoyak; durian; Bengkulu

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.9711

Article Metrics

Abstract views : 1757 | views : 6451

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

agriTECH has been Indexed by:


agriTECH (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats