Penilaian Indikasi Geografis Pegunungan Hyang Argopuro dan Kesesuaian Lahannya untuk Budidaya Kopi

https://doi.org/10.22146/agritech.60195

Idah Andriyani(1*), Mohammad Makhrus Ubaidillah(2)

(1) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegalboto, Jember, Jawa Timur 68121
(2) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegalboto, Jember, Jawa Timur 68121
(*) Corresponding Author

Abstract


Kopi adalah salah satu komoditas pertanian yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Bondowoso. Salah satunya adalah biji kopi yang dihasilkan oleh petani di Desa Tanah Wulan. Kopi yang dihasilkan oleh petani di Tanah Wulan memiliki rasa dan aroma yang khas karena dipengaruhi oleh kondisi geografis kebun kopi yang berada di lereng pegunungan Hyang Argopuro. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik sumberdaya lahan pada lereng pegunungan Hyang Argopuro, khususnya di Desa Tanah Wulan dan membuat peta kesesuaian lahannya. Sumberdaya lahan tersebut berpengaruh terhadap cita rasa kopi, sementara pembuatan peta berpengaruh pada pengembangan kopi di masa datang. Penelitian ini penting untuk dilakukan agar produk kopi di Bondowoso mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis sebagai bukti cita rasa produk kopi di lokasi penelitian. Selain itu, Indikasi Geografis tersebut juga bertujuan menunjukkan karakteristik sumberdaya lahan yang ada disana dan membedakannya dari lokasi-lokasi lain. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS, set pengambilan tanah, software ArcGIS 10.4, sampel tanah, data curah hujan tahun 1999 – 2018, data DEM (Digital Elevation Modul), dan data suhu tahun 1999 – 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis perkalian bobot kesesuaian lahan untuk komoditas kopi berdasarkan kriteria parameter dari Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Center, kemudian dipetakan menggunakan software ArcGIS 10.4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman kopi Arabika di Desa Tanah Wulan terdapat 4,09 Ha atau 0,42% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S1 (sangat sesuai), 977,28 Ha atau 99,52% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S2 (cukup sesuai), dan 0,62 Ha atau 0,06% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S3 (sesuai marginal). Sedangkan untuk tanaman kopi Robusta terdapat 918,89 Ha atau 93,58% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S2 (cukup sesuai) dan 63,10 Ha atau 6,42% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S3 (sesuai marginal). Oleh karena itu perlu dilakukan pemberian irigasi yang baik, pembuatan terasiring, dan pemberian zat hara agar lahan yang ada bisa lebih sesuai untuk pengembangan tanaman kopi. Sementara itu, hasil penilaian indikasi geografisnya, yaitu wilayah tersebut memiliki ciri suhu 17 – 27 °C, ketinggian 300 – 1.700 mdpl, curah hujan tahunan 1.800 – 2.000 mm/tahun, lama bulan kering 2 bulan, tekstur tanah agak kasar (lempung berpasir), mengandung c-organik lebih dari 1,8% - 6%, dan kemiringan lereng 8 – 30%.

Keywords


Indikasi geografis; kesesuaian lahan; kopi arabika; kopi Robusta

Full Text:

PDF


References

Arlius, F., Tjandra, M. A., & Yanti, D. (2017). Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Komoditas Kopi Arabika Di Kabupaten Solok. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 21(1), 70. https://doi.org/10.25077/jtpa.21.1.70-78.2017

Arvi, D., Syakur, S., & Karim, A. (2020). Hubungan Ketinggian Tempat Dan Kelerengan Terhadap Produksi Kopi Arabika Gayo 1 Di Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(4), 596–602. https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i4.12826

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2017). Statistik Kopi Indonesia 2017.

Bertrand, B., Alpizar, E., Lara, L., SantaCreo, R., Hidalgo, M., Quijano, J. M., Montagnon, C., Georget, F., & Etienne, H. (2011). Performance of Coffea arabica F1 hybrids in agroforestry and full-sun cropping systems in comparison with American pure line cultivars. Euphytica, 181(2), 147–158. https://doi.org/10.1007/s10681-011-0372-7

Bote, A. D., & Struik, P. C. (2011). Effects of shade on growth, production and quality of coffee (Coffea arabica) in Ethiopia. Journal of Horticulture and Forestry, 3(11), 336–341. http://www.academicjournals.org/JHF

da Silva, E. A., Mazzafera, P., Brunini, O., Sakai, E., Arruda, F. B., Mattosso, L. H. C., Carvalho, C. R. L., & Pires, R. C. (2005). The influence of water management and environmental conditions on the chemical c. Braziliam Journal Plant Physiol , 5, 229–238.

En, D. E. C., & Noreste, E. L. (2014). Available in: http://www.redalyc.org/articulo.oa?id=93930735007.

Hanafiah, K.A, 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kasno, A. 2019. Perbaikan Tanah untuk Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pemupukan Berimbang dan Produktivitas Lahan Kering Masam. Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 13 No. 1, Juli 2019: 27-40.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/4/2014. (2014). Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik (Good Africulture Practice/GAP on Coffee.

Ramadlon, M. M., & Hariyanto, T. (2014). Analisa Perbandingan Curah Hujan Berdasarkan Data Citra Noaa Avhrr Dengan Data Curah Hujan Di Lapangan. Geoid, 10(1), 1. https://doi.org/10.12962/j24423998.v10i1.581

Saputri, R. N., Ichwana, I., & Munawar, A. A. (2020). Prediksi Kadar Salinitas, pH dan C-Organik Tanah Menggunakan Near Infrared Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(4), 542–551. https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i4.12940

Sofyan, R., Wahyunto, Agus, F., & Hidayat, H. (2007). Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan. Balai Penelitian Tanah Dan World Agroforestry Centre, 48. www.worldagroforestrycentre.org/sea.

Somporn, C., Kamtuo, A., Theerakulpisut, P., & Siriamornpun, S. (2012). Effect of shading on yield, sugar content, phenolic acids and antioxidant property of coffee beans (Coffea Arabica L. cv. Catimor) harvested from north-eastern Thailand. Journal of the Science of Food and Agriculture, 92(9), 1956–1963. https://doi.org/10.1002/jsfa.5568

Sumirat, U. (2008). Impact of Long Dry Season on Bean Characteristics of Robusta Coffee (Coffea canephora). Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal), 24(2), 80–94. https://doi.org/10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v24i2.97

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2016. (2016). Merek dan Indikasi Geografis (Issue 1).

Yanfei Ma, Y. Ma, Shaomin Liu, S. Liu, Lisheng Song, L. Song, Ziwei Xu, Z. Xu, Yaling Liu, Y. Liu, Tongren Xu, T. Xu, & Zhongli Zhu, Z. Zhu. (2018). Estimation of daily evapotranspiration and irrigation water efficiency at a Landsat-like scale for an arid irrigation area using multi-source remote sensing data. Remote sensing of environment, 216, 715-734. doi: 10.1016/j.rse.2018.07.019.




DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.60195

Article Metrics

Abstract views : 1714 | views : 1333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Idah Andriyani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

agriTECH has been Indexed by:


agriTECH (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats