Fenomena Kebudayaan yang Tercermin dari Dialek Banyumasan

https://doi.org/10.22146/jh.1297

Sugeng Priyadi(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Budaya pantangan tampaknya sangat mencolok dalam kehidupan masyarakat Banyumas. Versi-versi Babad Banyumas memuat teks pantangan yang bervariasi. Namun, teks-teks tersebut sebagian besar berisi pantangan yang sakral, yakni kawin dengan orang Toyareka, jaran dhawuk abrit, bale malang (bale bapang), Sabtu Pahing, dan pindhang banyak. Selain itu, ada pantangan yang bersifat profan yang berfungsi sebagai pelengkap, misalnya bebet destar wulung, madhang ngungkuraken lawang, omah wangun sinom, gantung kawin, kiasa bongka widhik, dan bantal kasur poleng.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.1297

Article Metrics

Abstract views : 509 | views : 695

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Sugeng Priyadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2020 Humaniora, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada