Pandangan Masyarakat Gunung Kidul terhadap Pelarian Majapahit sebagai Leluhurnya (Kajian atas Data Arkeologi dan Antropologi)

https://doi.org/10.22146/jh.790

Andi Putranto(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Gunung Kidul merupakan wilayah yang terletak di sebelah selatan kota Yogyakarta. Secara geografis, Gunung Kidul merupakan daerah pegunungan kapur (karst) yang didominasi oleh lahan tidak produktif. Wilayah Gunung Kidul meliputi Pegunungan Seribu di sebelah selatan, Cekungan Wonosari di tengah, dan Pegunungan Batur Agung di sebelah utara.

Peninggalan arkeologis yang berasal dari masa Hindu-Budha (masa klasik) cukup banyak ditemukan di Gunung Kidul. Temuan yang bersifat monumental tersebut berupa bangunan candi, yang menunjukkan hasil kebudayaan agama Hindu maupun Budha (Djatiningsih, 1997:31–40 ). Selain itu, ditemukan beberapa arca dan prasasti. Peninggalan- peninggalan tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Panggang, Patuk, Ngawen, Wonosari, Paliyan, Semanu, Tepus, Karangmojo, Semin, dan Ponjong. Pada saat ini, peninggalan-peninggalan tersebut sebagian besar hanya tinggal reruntuhan. Bagian yang tersisa hanya bagian fondasi. Meskipun demikian, masih terdapat bangunan candi yang relatif lengkap keberadaannya, yaitu Candi Risan di Kecamatan Semin.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.790

Article Metrics

Abstract views : 1580 | views : 1831

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Andi Putranto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2021 Humaniora, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada