KONSEP RESIPROSITAS DALAM ANTROPOLOGI EKONOMI

https://doi.org/10.22146/jh.v0i3.2076

Bambang Hudayana(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Antropologi ekonomi mempunyai kecenderungan yang khas dalam mengkaji masalah perekonomian yaitu banyak menaruh perhatian terhadap berbagai gejala penukaran yang tidak melibatkan penggunaan uang sebagai mekanisme pertukaran. Berbagai geiala pertukaran tersebut sering dikenal dengan nama resiprositas dan redistribusi. Kecenderungan disiplin antropologi ekonomi seperti itu bekaitan dengan orientasi studi antropologi yang banyak menaruh perhatian pada masyarakat-masyarakat di luar Eropa. Ketika awal perkembangan disiplin antropologi ekonomi, umumnya gejala-gejala penukaran yang terjadi dalam perekonomian di masyarakat-masyarakat di luar Eropa tersebur tidak menggunakan mekanisme uang sebagaimana seperti terjadi di Eropa. Kecenderungan antropologi ekonomi banyak menaruh perhatian pada
gejala penukaran resiprositas dan redistribusi disertai pula dengan cara kerja disiplin ini yang berbeda dengan disiplin ilmu ekonomi. Dalam melihat gejala pertukaran, antropologi ekonomi tidak hanya melihat gejala tersebut sebagai gejala ekonomi semata,  melainkan sebagai gejala kebudayaan yang keberadaannya berdimensi luas, tidak sekedar berdimensi ekonomi, tetapi juga agama, teknologi, ekologi, politik dan organisasi sosial.

Keywords


antropologi, antropologi ekonomi, redistribusi, resiprositas

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.v0i3.2076

Article Metrics

Abstract views : 2594 | views : 2380

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Bambang Hudayana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 ISSN: 2302-9269 (Online)


web counter View My Stats