SINESTESIA : Studi tentang Mekanisme Perpindahan, Dominasi, dan Tingkat Kekongkretan Tanggapan Indera secara Linguistis

https://doi.org/10.22146/jh.2063

I Dewa Putu Wijana(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Metafora adalah ciri fundamental setiap bahasa yang masih berkembang. Di samping sebagai alat untuk mengembangkan potensi kosakata, unsur bahasa ini merupakan alat yang penting untuk mengongkretkan pengalaman manusia, baik pengalaman mental maupun kultural sehingga pengalaman-pengalaman itu lebih mudah dibayangkan. Sehubungan dengan fungsinya itu, makna metafora tidak dapat dijangkau secara langsung dari lambang kiasnya karena makna yang dimaksud terdapat pada prediksi ungkapan kebahasaan itu (Wahab, 1990:1421). Jadi, motatara adalah pengalaman akan sejenis hal yang dimaksudkan untuk perihal yang lain Verhaar (1977:129) dalam hal ini menggunakan istilah "penyimpangan" untuk istllah "untuk perihal yang lain" ini. Menurutnya metatora adalah penyimpangan penerapan makna kata untuk referen yang lain. Di dalam pemakaian yang literal makna kata dan referennya bersifat konjungtif, sedangkan di dalam metafora hubungannya bersifat disjungtif.

Keywords


linguistik, mekanisme perpindahan, metafora, panca indra, sinestesia

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.2063

Article Metrics

Abstract views : 2775 | views : 4095

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 I Dewa Putu Wijana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Creative Commons License Copyright © 2022 Humaniora. This website and its contents are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License