Task Commitment pada Mahasiswa Suku Bugis yang Merantau

https://doi.org/10.22146/jpsi.31094

Andi Ahmad Ridha(1*)

(1) Universitas Airlangga
(*) Corresponding Author

Abstract


 

Settled foreigner college students’ task commitment becomes an important issue due to the demands to commit to themselves and to complete academic tasks. This study uses a quantitatve approach and aims to perceive the effect of autonomy towards task commitment on college students of Bugis tribe setteled foreigner. The participants in this study are 96 college students of Bugis tribe. Data were collected using autonomy scale and task commitment scale. Results shows that autonomy is a contributive factor towards task commitment with an amount up to 39,1% and the remnant is followed by other factors. The Bugis tribe settled foreigner college students has a high task commitment with an amount up to 62.5% and moderate task commitment with an amount up to 37.5%. Autonomy in college students has an effect towards the degree of task commitment on the Bugis tribe college students.



Keywords


Task commitment; kemandirian; mahasiswa rantau; suku bugis

Full Text:

PDF


References

Anggraini, N. E. (2014). Hubungan antara kemandirian dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru yang merantau di kota Malang. Jurnal Psikologi Universitas Brawijaya Malang, 1, 1-11.

Brockett, R. G. (2006). Self-directed learning and the paradox of choice. International Journal of Self-directed Learning, 3(2), 27-33.

Desmita. (2014). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Elias, F. G. (1985). Task-focused self-disclosure: Effects on group cohesiveness, commitment to task and group produc­tivity. Dissertation Santa Barbara: University of California.

Firmanto, A. (2013). Kecerdasan, kreati­vitas, task commitment, dan jenis kelamin sebagai prediktor prestasi hasil belajar. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, 1(1), (Online), (https:// ejournal.umm.ac.id, diakses tanggal 9 Oktober 2016).

Fleming, M. (2005). Adolescent autonomy: Desire, achievement and disobeying parents between early and late adolescence. Australian Journal of Education and Developmental Psychology, 5, 1- 16.

Gelderan, M., Jansen, P., & Jonges, S. (2003). The multiple sources of autonomy as a startup motive. Research Report. Netherlands: EIM.

Ghufron, M. N., & Risnawita S.R. (2011). Teori-teoripsikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Irene, L., & Warsito, H. (2013). Perbedaan tingkat kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa perantauan suku Batak ditinjau dari jenis kelamin. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(2), 1-10.

Johnson, E. B. (2014). CTL: Contextual teaching & learning, menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: Kaifa.

Kim, W. J., Byeon, J. H, & Kwo, Y. J. (2012). Analysis of task commitment types of science learning in high school students’ biology classification. J Korea Assoc. Sci. Edu.,32(6), 863-879.

Ma’asy, M. R. (2015). Komunikasi antar budaya perantau Bugis dengan etnis Kutai di samarinda seberang. Journal Ilmu Komunikasi, 3(4), 282-295.

Pelras, C. (2006). Manusia bugis. (Cetakan ke-1). Jakarta: Nalar-Forum Jakarta-Paris.

Rayesa. (2013). Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai-keberanian yang penuh perhitungan dan kearifan (kualleangi tallanga natowalia). (Online), (https://rayesablog.wordpress.com/2013/03/28/sekali-layar-terkembang-pantang-biduk-surut-ke-pantai/, diakses 8 Oktober 2016).

Santrock, J. W. (2007). Psikologi pendidikan. (Edisi 2). Jakarta: Kencana.

Scott, K. W. (2006). Self-directed learners’ concept of self as learner: Congruous autonomy. International Journal of Self-directed Learning, 3(2), 1-13.

Shafira, F. (2015). Hubungan antara kematangan emosi dengan penye­suaian diri pada mahasiswa perantau. Skripsi. Surakarta: Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Sura-karta.

Solihin, L. (2013). Mereka yang memilih tinggal: Telaah strategi adaptasi maha­siswa perantau Bugis-Makassar di Melbourne, australia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 19(2), 252-267.

Suharnan. (2012). Pengembangan skala kemandirian. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 66-76.

Syarifah, A., Mustami’ah, D., & Sulistiani, W. (2011). Hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan komitmen terhadap tugas (task commitment) pada siswa akselerasi tingkat SMA. Jurnal Psikologi Insan Media, 13(1), 1-11.

Tiel, J. M., & Widyorini, E. (2014). Deteksi dan penanganan anak cerdas istimewa (anak gifted): Melalui pola alamiah tumbuh kembangnya. Jakarta: Prenada.

Vaidya, S. (2012). Trust and commitment: Indicators of successful learning in international joint ventures (IJVS). Journal of Comparative International Management, 15(1), 29-49.

Warsito, W. S. H. (2013). Perbedaan tingkat kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa perantauan suku batak ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Psikologi Character, 1(2), 1-6.

Wijaya, B. O. (2015). Hubungan antara penyesuaian diri dengan kemandirian pada mahasiswa yang merantau Fakultas Teknik Industri Universitas Bina Darma angkatan 2014/2015 Palembang. Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang, 1-14.

Winata, A. (2014). Adaptasi sosial mahasiswa rantau dalam mencapai prestasi akademik. Skripsi (tidak dipublikasikan). Bengkulu: Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpsi.31094

Article Metrics

Abstract views : 711 | views : 633

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Abstract/Indexed by:

web
analytics
View My Stats
Jurnal Psikologi ISSN:2460 867X (online) ISSN:0215-8884 (print)

Creative Commons License