MITOS: EKPLORASI DEFINISI DAN FUNGSINYA DALAM KEBUDAYAAN

https://doi.org/10.22146/jf.79660

Sartini Sartini(1*)

(1) Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini mengkaji tentang mitos dengan mengungkap definisi-definisinya, teori-teori yang menjelaskannya, dan mengidentifikasi peran dan fungsi mitos tersebut dalam kebudayaan. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan, dengan mempelajari data yang diperoleh dari buku teks, hasil-hasil penelitian, jurnaljurnal, dan sumber pustaka lainnya. Kemudian data-data tersebut dianalisa dengan cara: penafsiran, koherensi dan holistik, deskripsi, dan analisis-sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa: pertama, mitos secara umum bermakna cerita-cerita yang berkembang di masyarakat, dan dipercaya mempunyai keterkaitan dengan kekuatan spiritual dari masa lampau, serta memiliki fungsi langsung bagi kehidupan manusia. Kedua, disebabkan fungsinya, mitos memiliki peran dalam terbentuknya sebuah kebudayaan. Mitos dapat membatasi sikap dan kebiasaan manusia karena di dalamnya terkandung kepercayaankepercayaan yang membuat sekelompok orang akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam mengekspresikan kebudayaannya. Kebanyakan dari mitos tersebut dipercaya memiliki kaitan dengan persoalan hubungan manusia dengan alam (lingkungan sekitar)

Keywords


mitos, definisi, fungsi, kebudayaan.

Full Text:

PDF


References

Arlin, Riri Yuberko, 2014, Mitos Larangan di Kanagarian Puluik-Puluik Selatan Kecamatan Bayang Utara Pesisir Selatan: Kajian Teori Fungsi, Skripsi UniversitasAndalas, scholar.unand.ac.id. Bakker,Anton, dan Zubair,Achmad Charris, 1994, Metodologi Penelitian Filsafat, Liberty, Yogyakarta. Bakker, J.W.M., 1990, Filsafat Kebudayaan: Sebuah Pengantar, Cetakan ke-4, Kanisius, Yogyakarta. Bascom, William, 1965, "The Forms Od Folklore: Prose Narratives" dalam American Folklore Society Vol. 78, No. 307 (March 1965): 3-20. Campbell, Joseph, dan Moyers, Bill, 1998, The Power of Myth, Doubleday, New York. Dibyasuharda, 1979, Metafisika dalam Mythos, Diktat Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta. Eliade, Mircea, 2002, Mitos Gerak Kembali yang Abadi: Kosmos dan Sejarah, Ikon Teralitera, Yogyakarta. Fitria, Vita, 2012, "Interpretasi Budaya Clifford Geertz: Agama Sebagai Sistem Budaya" dalam Sosiologi Reflektif 7, No. 1 (Oktober 2012): 57-64. Foley, Kathy, 1984, "Of Dalang and Dukun Spirits and Men: Curing and Performance in the Wayang of West Java" dalam Asian Theatre Journal Vol. 1, No. 1 (1984): 52. Foster, George M., dan Anderson, Barbara Gallatin, 2006, Antropologi Kesehatan, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. Geertz, Clifford, 1993, "Religion as a Cultural System" dalam https:// isites.harvard.edu/fs/docs/icb.topic152604.files/Week_4/Ge ertz_Religion_as_a_Cultural_System_.pdf, 1993. Inawati, Dewi, 2013, Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Mitos Jawa (Studi Kasus di Dusun Pilang desa Tejoasri Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, Skripsi UIN Sunan Ampel Surabaya, digilib.uin sby.ac.id/10873. Jannah, M., 2013, Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Perkataan Mitos Budaya Jawa, Skripsi UIN Sunan Ampel Surabaya, digilib.uinsby. ac.id/10892. Khiun, Liew Kai, 2012, Liberalism, Feminism, Popularizing Health Communication, Ashgate Pub. Ltd, England. Kumalasari, Dyah, 2010, Mitos Petilasan Semar di Pegunungan Rahtawu Kudus dalam Kajian Foklor, Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, lib.unnes.ac.id/9816. Lemelson, Robert Bush, 2004, "Traditional Healing and Its Discontents Efficacy and Traditional Therapies of Neuropsychiatric Disorders in Bali" dalam Medical Anthropology Quarterly Vol. 18, No. 1 (March 2004): 48-76. Lestari, Nanny Sri, 1996, Mitos Dewi Sri dan Rempah-rempah (SebuahPenelitian terhadap Kepercayaan pada Mitos Dewi Sri yang Dikenal Perempuan Jawa yang Berjualan Rempah-rempah di Pasar, Laporan Penelitian Universitas Indonesia, http:/lib.ui.ac.id/ abstrakpdf?id=76633&lokasi=lokal. Masroer Ch. Jb., 2004, The History of Java: Sejarah Perjumpaan Agamaagama di Jawa, Ar-Ruzz, Yogyakarta. Peursen, C. A. Van, 1992, Strategi Kebudayaan (Stretegie van de Cultuur), Cetakan ke-3, Kanisius, Yogyakarta. Rachman, Doni, dan Roekhan, Yuni Pratiwi, 2012, Kajian Mitos Masyarakat terhadap Foklor Ki Ageng Gribig, Skripsi Universitas Negeri Malang, karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/sastra-in donesia/article. Santino, Jack, 1985, "On The Nature of Healing as a Folk Event" dalam Western Folklore Vol. 44, No. 3 (July 1985): 153. Schlehe, Judith; Nertz, Melanie V.; dan Yulianto, Vissia Ita, 2013, "ReImagining 'the West' and Performing 'Indonesian Modernities': Muslims, Christian and 'Paranormal' Practitioners" dalam Zeitsschrift Fur Etnologie Vol. 138, No. 1 (2013): 3-21. Sofwan, Ridin, 2010, Peranan Wong Pinter dalam Pengobatan Alternatif di Kota Semarang, Lembaga Penelitian IAIN Walisongo, Semarang. Strauss, Claude Levi-, 1997, Mitos, Dukun dan Sihir, Kanisius, Yogyakarta. Sutiono, Agustinus, 2014, "TheRole of Significance of Wong Pinter, The Javanese Shaman" dalam The University of Leeds, York St. John University, April 2014. Suwardi, 2009, "Makna Simbolik Mitos Dewi Sri dalam Masyarakat Jawa, Kajian Model Linguistik Levi-Strauss" dalam Linguistika Vol. 16 Edisi 31, 2009, download.portalgaruda. org/article.php. Viner, A. C., dan Kaplan, E. L., 1981, "The Changing Pakpak Batak" dalam Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society Vol. 54, No. 1 (239) (1981): 93-105.



DOI: https://doi.org/10.22146/jf.79660

Article Metrics

Abstract views : 1449 | views : 1200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Filsafat

Jurnal Filsafat Indexed by:

Google ScholarSinta (Science and Technology Index)


Jurnal Filsafat ISSN 0853-1870 (print), ISSN 2528-6811 (online)