Mitos Penciptaan pada Serat Purwakandha Brantakusuman dan Potensi Kajian Filsafatnya

https://doi.org/10.22146/jf.43718

Sartini Sartini(1*), Luwiyanto Luwiyanto(2)

(1) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada
(2) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FKIP Universitas Widya Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


This article examines the creation myth in Serat Purwakandha Brantakusuman (SPB), how its characteristics are compared to myths in Indonesia and existing mythical theories, and explains philosophical themes that can be examined from these myths in order to give its theoretical contributions in existing mythical theories. It is a literature study by reviewing books texts, research reports, journals, and other sources. The analysis is done by interpretation, coherence-holistic, description, and analysis-synthesis. The theoretical framework used is the myth theory C A. Van Peursen and Clifford Geertz. The results of the study indicate that the myth of the creation of plants in SPB is based on the story of the death of Dewi Tisnawati who was banished to earth. The study of myths about the origin of plants is new because research examining myths related to agriculture and Dewi Sri, the influence of myths in life and human activities, forms of rituals and socio-cultural activities, and the relationship between myths and art, are more related to origin place. The myths in SPB and myths in Indonesia contribute to supporting myth concepts that have been described by great thinkers. The creation myth and other myths in the SPB can be subject to study from the perspective of the branches of philosophy and its conceptual substances can also be criticized philosophically

Keywords


Purwakandha-Brantakusuman, myth, creation, philosophy

Full Text:

PDF


References

Arlin, Riri Yuberko. 2014. “Mitos Larangan di Kanagarian Puluik-Puluik Selatan Kecamatan Bayang Utara Pesisir Selatan Kajian Teori Fungsi”. Skripsi Universitas Andalas, scholar.unand.ac.id.

Bakker, Anton, dan Achmad Charris Zubair. 1994. Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Liberty.

Barthes, Roland. 2015. Mitologi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Bascom, William. 1965. “The Forms of Folklore: Prose Narratives”. American Folklore Society78 (307): 3–20.

Campbell, Joseph, dan Bill Moyers. 1988. The Power of Myth. New York: Doubleday.

Couteau, Jean. 2010. “Watugunung dan Oedipus Sang Raja sebagai Mitos tentang Waktu yang Melampaui Waktu”. Jurnal Filsafat20 (1): 27–43.

Daeng, Hans J. 2012. Manusia Kebudayaan dan Lingkungan Tinjauan Antropologis. Cetakan Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fitria, Vita. 2012. “Interpretasi Budaya Clifford Geertz: Agama sebagai Sistem Budaya. Sosiologi Reflektif7 (1): 57–64.

Geertz, Clifford. 1993. “Religion as a Cultural System”. https://isites.harvard.edu/fs/docs/icb.topic152604.files/Week_4/Geertz_Religon_as_a_Cultural_System_.pdf.

Hartati, Sri Trisna Dewi. 2012. “Peranan Dewi Sri dalam Pertanian Indonesia”. Makalah Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Universitas Udayana, dalam Http://aiaipusat.wordpress. com/20120.

Inawati, Dewi. 2013. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Mitos Jawa (Studi Kasus di Dusun Pilang Desa Tejoasri Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan”. Skripsi UIN Sunan Ampel Surabaya. digilib.uinsby.ac.id/10873.

Jannah, M. 2013. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Perkataan Mitos Budaya Jawa”. Skripsi UIN Sunan Ampel Surabaya. digilib.uinsby.ac.id/10892.

Kattsoff, Louis O. 1996. Pengantar Filsafat. Cetakan Ketujuh. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kumalasari, Dyah. 2010. “Mitos Petilasan Semar di Pegunungan Rahtawu Kudus dalam Kajian Foklor”. Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. lib.unnes.ac.id/9816.

Lestari, Nanny Sri. 1996. “Mitos Dewi Sri dan Rempah-Rempah (Sebuah Penelitian Terhadap Kepercayaan pada Mitos Dewi Sri yang Dikenal oleh Perempuan Jawa yang Berjualan Rempah-Rempah di Pasar)”. Laporan Penelitian Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/abstrakpdf?id= 76633&lokasi =lokal.

Levi-Strauss, Claude. 1997. Mitos, Dukun & Sihir. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Kanisius.

Luwiyanto. 2018. “Analisis Mitos Flora dan Fauna dalam Serat Purwakandha Brantakusuman Pupuh XVI-XXXIII Disertai Suntingan Teks dan Terjemahannya. Laporan Penelitian Universitas Widya Dharma.

Masroer Ch. Jb. 2004. The History of Java: Sejarah Perjumpaan Agama-Agama di Jawa. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Ar-Ruzz Jogjakarta.

Mircea, Eliade. 2002. Mitos Gerak Kembali yang Abadi, Kosmos dan Sejarah. Yogyakarta: Ikon Teralitera.

Peursen, C.A. Van. 1992. Strategi Kebudayaan (Stretegie van de Cultuur). Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Kanisius.

Poerwanto, Hari,  2010, Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Rachman, Doni, and Yuni Pratiwi Roekhan. 2012. “Kajian Mitos Masyarakat terhadap Foklor Ki Ageng Gribig”. Skripsi Universitas Negeri Malang, karya-ilmiah.um.ac.id/index. php/ sastra-indonesia/article.

Saputra, Heru Setya Puji. 2007. Memuja Mantra: Sabuk Mangir Dan Jaran Goyang Masyarakat Suku Using Banyuwangi. Cetakan 1. Yogyakarta: LKiS.

Sartini. 2004. “Menggali Kearifan Lokal Nusantara Sebuah Kajian Filsafati”. Jurnal Filsafat37 (2): 111–20.

———. 2009. “Kearifan Ekologis  sebagai Implementasi  Pandangan Organistik Holistik (Studi Kasus Masyarakat Hutan Adat Wonosadi Ngawen Gunung Kidul)”. Laporan Penelitian Fakultas Filsafat UGM.

———. 2012. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Hubungan Antara Mitos Dewi Sri dan Eksistensi Seni Tradisional di Indonesia”. Laporan Penelitian pada Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

———. 2016. “Mitos: Eksplorasi Definisi dan Fungsinya dalam Kebudayaan”. Laporan Penelitian Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta.

Subiyantoro, Slamet. 2009. “Pengembangan Model Pelestarian Nilai Keharmonisan dalam Tata Hidup sebagai Upaya Menunjukkan Ketahanan Lingkungan Sosial Budaya Masyarakat Jawa Melalui Pemahaman Tentang Simbolisme Patung Loro Blonyo”. Laporan Penelitian Hibah Bersaing, UNS Surakarta.

Suciani, Indah. 2015. “Ritual Cupu Kyai Panjolo Dan Perubahan Sosial Masyarakat Dusun Mendak, Grisekar, Panggang, Gunung Kidul”. Skripsi Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogykarta.

Sumintarsih. 2007. “Dewi Sri dalam Tradisi Jawa”. JantraII (3): 136–44.

Sutrisno, Mudji.  2008. Filsafat Kebudayaan: Ikhtiar Sebuah Teks. Cetakan 1. Jakarta: Hujan Kabisat.

Suwardi. tanpa tahun. “Makna Simbolik Mitos Dewi Sri dalam Masyarakat Jawa Kajian Model Linguistik Levi-Strauss”. Linguistika16 (31).

Titus, Harold H., Marilyn S. Smith, dan Richard T. Nolan. tanpa tahun.  Persoalan-Persoalan Filsafat (Living Issues in Philosophy.Jakarta: Bulan Bintang.

Waryanti, Dessy Rachma. 2015. “Figur Dewi Sri dalam Mitos Masyarakat Jawa sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Keramik” Universitas Sebelas Maret. eprints.uns.ac.id/18297/.

Widyoseputra, Manu J. 1998. “Serat Purwakandha: Sebuah Teks Babad dari Kraton Yogyakarta”. Naskah disajikan dalam Simposium Pernaskahan Nusantara II Kampus UI Depok.

Woodhouse, Mark W. 2005. Berfilsafat Sebuah Langkah Awal (A Preface to Philosophy). Cetakan Keenam. Yogyakarta: Kanisius.

Yuliawan, Kasmahidayat. tanpa tahun. “Seni Pertunjukan Ritual Cermin Hakikat Hidp Masyarakat Religius Banten Selatan”. Laporan Penelitian, dalam Http://lppm.upi.edu/penelitian/ abstract/ Yuliawan.

Zoest, Aart van. 1991. Fiksi dan Non Fiksi dalam Kajian Semiotik. Jakarta: Intermasa.



DOI: https://doi.org/10.22146/jf.43718

Article Metrics

Abstract views : 352 | views : 547

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Filsafat

Jurnal Filsafat Indexed by:

Indonesian Publication Index (IPI)Google ScholarSinta (Science and Technology Index)


Jurnal Filsafat ISSN 0853-1870 (print), ISSN 2528-6811 (online)