Gambaran Gejala Masalah Kesehatan Fisik, Status Gizi, dan Kesehatan Reproduksi pada Siswa-Siswi SMA

https://doi.org/10.22146/jkkk.44251

Cahya Puspita(1*), Wenny Artanty Nisman(2)

(1) Perseroan Terbatas Astellas Pharma Indonesia
(2) Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Adolescence is a critical period, in which there is a transition from childhood to adulthood. Adolescents must receive serious attention, including their health conditions, so that health problems in adolescents can be prevented and detected early. One method to detect is by screening, so that health workers can get a description of health problems they experienced.
Objectives: To know the symptoms of physical health problems, nutritional status, and reproductive health of senior high school students.
Methods: This research was a descriptive study with a cross-sectional design toward 45 adolescent high school student as subject. Physical health problem data was collected through physical examination and measurement of vital signs, while nutritional status was measured by the Body Mass Index. Reproductive health problems were obtained through interviews. An examination of general conditions was carried out by a doctor while measurement of vital signs, nutritional status examination, and reproductive health problems interviews were carried out by generalist nurses. The analysis of this study used univariate analysis.
Results: Founded physical health problems symptoms i.e. ear cerumen, dental and mouth problems, and a case of above-normal heart rate. There were (19,9%) of respondents who had below-normal nutritional status, (64,4%) of normal, and (15,7%) with above-normal nutritional status. Reproductive problems that occur in female adolescent students were whitish and menstrual pain.
Conclusion: Senior high school students experience some symptoms of physical health problems, nutritional status, and reproductive health problems.

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa yang kritis karena terjadi peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Remaja harus mendapat perhatian serius, termasuk mengenai kondisi kesehatannya, sehingga masalah kesehatan pada remaja dapat dicegah dan dideteksi secara dini. Salah satu metode untuk mendeteksi dengan melakukan skrining kesehatan, sehingga tenaga kesehatan dapat mendapatkan gambaran masalah kesehatan yang dialami remaja.
Tujuan: Mengetahui gejala masalah kesehatan fisik, status gizi, dan masalah kesehatan reproduksi yang dialami oleh siswa SMA.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan subjek remaja sebanyak 45 orang. Data terkait masalah kesehatan fisik dilakukan dengan pemeriksaan fisik tubuh dan pengukuran tanda-tanda vital, sedangkan status gizi diukur dengan Body Mass Index. Masalah kesehatan reproduksi didapat melalui wawancara. Pemeriksaan kondisi umum dilakukan oleh dokter, sementara pengukuran tanda-tanda vital, pemeriksaan status gizi dan wawancara masalah kesehatan reproduksi dilakukan oleh perawat. Analisis penelitian ini menggunakan analisa univariat.
Hasil: Gejala masalah kesehatan fisik yang muncul pada siswa berupa adanya serumen pada telinga, adanya masalah gigi dan mulut, serta terdapat satu orang siswa mempunyai frekuensi nadi di atas normal. Terkait status gizi, 19,9% remaja memiliki status gizi di bawah normal, 64,4% gizi normal, dan 15,7% status gizi lebih. Masalah reproduksi yang terjadi pada remaja putri adalah keputihan dan nyeri menstruasi.
Kesimpulan: Siswa SMA mengalami beberapa gejala masalah kesehatan fisik, status gizi, serta masalah kesehatan reproduksi. Remaja diharapkan dapat mengikuti kegiatan skrining kesehatan secara rutin untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami.


Keywords


masalah kesehatan; remaja; status nutrisi

Full Text:

PDF


References

  1. Batubara, J.R.L. Adolescent Development (Perkembangan Remaja). Sari Pediatri. 2010;12(1).
  2. Badan Pusat Statistik. Sensus Penduduk 2010 [Internet]. 2010 [diakses pada 2015 Februari 21]. Diakses dari: http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=263&wid=3400000000
  3. Lule, E., Rosen, J. Adolescent Health in Maternal and Child Health. Springer Science Business Media. 2009.
  4. Soeroso, S. Masalah Kesehatan Remaja. Sari Pediatri. 2001;3(3): 190-198.
  5. Sunitha, S., Gururaj, G. Health Behaviors & Problems amoung Young People in India: Cause for concern & Call for Action. Indian J Med. 2014;140(2):185-208.
  6. Diaz, A., Fox, H., McManus, M., O’Connor, K.G., Klein, J.D. Screening Adolescent for High Risk Behaviors: A National Survey [Internet]. 2010 [diakses dari 2017 Maret 6]. Diakses dari: https://www.aap.org/en-us/professional-resources/Research/pages/Screening-Adolescents-For-High-Risk-Behaviors-A-National-Survey.aspx.
  7. Selviyanti, A.S., Sondakh, A., Tumbel, R.E.C. Kesehatan Telinga pada Anak SMA Negeri 9 Manado. Jurnal e-Clinic. 2016;4(1).
  8. Sheriman, E.G.M., Mengko, S.K., Palandeng, O.I. Kesehatan Telinga pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Manado. Jurnal e-Clinic. 2016; 4(2).
  9. Tumundo, S., Dehoop, J., Mengko, S. Kesehatan Telinga Siswa SMK Negeri 2 Manado dan SMK Negeri 1 Tumpaan. Jurnal e-Clinic. 2014;2(2).
  10. Montilei, V.F., Pelealu, O.C.P., Palandeng, O.I. Kesehatan Telinga Siswa di SMP Negeri 4 Pineleng. Jurnal e-Clinic. 2016;4(2).
  11. Timbuleng, T.T., Palandeng, O.I., Pelealu, O.C.P. Kesehatan Telinga Mahasiswa Sekolah Polisi Negara Karombasan Manado. Jurnal e-Clinic. 2016; 4(2).
  12. Rahmawati, I., Hendrartini, J., Priyanto, A. Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Sekolah Dasar. Berita Kedokteran Masyarakat. 2011;27(4):180-1.
  13. I Gede K.K., Y., Pandelaki, K., Mariati, N.W. Hubungan Pengetahuan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa SMA Negeri 9 Manado. Jurnal e-Gigi. 2013;1(2): 84-88.
  14. Kalangi, J.A., Umboh, A., Pateda, V. Hubungan Faktor Genetik dengan Tekanan Darah pada Remaja. Jurnal e-Clinic. 2015;2(1).
  15. Sandi, I.N. Pengaruh Latihan Fisik terhadap Frekuensi Denyut Nadi. Sport and Fitness Journal. 2016;4(2).
  16. Widianti, N., Aryu, C. Hubungan Antara Body Image dan Perilaku Makan dengan Status Gizi Remaja Putri di SMA Theresiana Semarang [Tesis]. Semarang: Repository Univeristas Diponegoro; 2012.
  17. Indartanti, D., Kartini, A. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Journal of Nutrition College. 2014;3(2):33-39.
  18. Mulyadi, C.K., Fransisca., Pramudya. K.M., Kevin., Lenardi, M., Sukmaniah, S. Hubungan Antropometri, Aktivitas Fisik, dan Pengetahuan Gizi dengan Asupan Energi dan Komposisi Makronutrien pada Remaja. eJournal Kedokteran Indonesia. 2013;1(2).
  19. Kurdanti, W., Suryani, I., Syamsiatun, N.H., Siwi, L.P., Adityanti, M.M., Mustikaningsih, D., Sholihah, K.I. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 2015;11(4).
  20. Azizah, N dan Widiawati I. Karakteristik Remaja Putri dengan Kejadian Keputihan di SMK Muhammadiyah Kudus. JIKK. 2015;6(1):57-78.
  21. Gumanga, S.K., Kwame-Aryee, R.A. Menstrual Characteristics in Some Adolescent Girls in Accra, Ghana. Ghana Medical Journal. 2012;46(1).
  22. Sachan, B., Idris, M.Z., Jain, S., Kumari, R., Singh, A. Age at Menarche and Menstrual Problems among School-Going Adolescent Girls of a North Indian District. Journal of Basic and Clinical Reproductive Sciences. 2012;1.
  23. Marlina, E. Pengaruh Minuman Kunyit terhadap Tingkat Nyeri Dismenorea Primer pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam [Disertasi]. Padang: Universitas Andalas; 2012.
  24. Larasati, T.A., Alatas, F. Dismenorea Primer dan Faktor Risiko Dismenorea pada Remaja. Majority. 2016;5(3).
  25. Lestari, H., Metusala, J., Suryanto, D.L. Gambaran Dismenorea pada Remaja Putri Sekolah Menengah Pertama di Manado. Sari Pediatri. 2010;12(2).
  26. Nanlessy, D.M., Hutagaol, E., Wongkar, D. Hubungan antara Pengetahuan dan Perilaku Remaja Putri dalam Menjaga Kebersihan Alat Genitalia dengan Kejadian Keputihan di SMA Negeri 2 Pineleng. eJournal Keperawatan. 2013;1(1).
  27. Sari, R.P. Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Remaja Putri dengan Kejadian Keputihan di Kelas XII SMA Negeri 1 Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2012. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012.
  28. Pertiwi, K.R., Salirawati, D. Pengetahuan dan Persepsi Mahasiswa tentang Kesehatan Reproduksi dan Permasalahannya. Jurnal Penelitian Humaniora. 2014;19(2):104-115.
  29. Amri, M.U. Perbedaan Perilaku Seksual Remaja yang Mengikuti dan Tidak Mengikuti Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) pada Remaja SMU di Kabupaten Jember [Skripsi]. Jember: Universitas Jember; 2013.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkkk.44251

Article Metrics

Abstract views : 4766 | views : 2901

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Cahya Puspita, Wenny Artanty Nisman



Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) 
collaborates with DPW PPNI DIY

Lisensi Creative Commons  

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

https://salto.poltekip.ac.id/css/

https://thinkcat.mywhc.ca/menyalaabangku/

https://thinkcat.mywhc.ca/sawercuan/

https://bandungkab.go.id/tests/

https://ebphtb.acehtimurkab.go.id/css/

https://h2h.web.uinjambi.ac.id/

https://elicer.com.br/wp-content/kt/

http://koe.polywatch.com.my/

https://rx8.mywow2.com/wp-includes/css/

http://mundotvonline.medianewsonline.com/wp-includes/css/