Realisme Perspektival Edmund Husserl: Rekonstruksi Metafisik terhadap Teori Intensionalitas

https://doi.org/10.22146/jf.68269

Taufiqurrahman Taufiqurrahman(1*)

(1) Faculty of Philosophy, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Posisi metafisik Edmund Husserl seringkali diperdebatkan di antara para komentatornya: apakah Husserl itu realis, idealis, atau netral secara metafisik. Alih-alih berambisi untuk membuat klaim yang terlalu umum tentang pemikiran Husserl, penelitian ini hanya fokus pada teori intensionalitas untuk mengetahui bagaimana komitmen metafisik Husserl di dalam teori tersebut. Penelitian ini, oleh karena itu, bertujuan untuk melakukan rekonstruksi metafisik terhadap teori intensionalitas Edmund Husserl dan kemudian membuktikan bahwa intensionalitas Husserlian lebih bercorak realis daripada idealis ataupun netral secara metafisik. Dengan menggunakan metode analisis tekstual terhadap karya-karya Husserl, penelitian ini setidaknya menghasilkan empat temuan. Pertama, intensionalitas kesadaran terhadap objeknya, dalam kerangka Husserlian, selalu dimediasi oleh makna. Kedua, objek intensi di dalam intensionalitas Husserlian itu bersifat transenden dan independen dari kesadaran. Ketiga, objek yang sama dapat diintensikan dengan mediasi makna yang berbeda-beda sesuai dengan perspektif yang menyituasikan intensi. Oleh karena itu, keempat, teori intensionalitas Husserl dapat dikategorikan sebagai salah satu versi dari realisme perspektival.


Keywords


Teori Intensionalitas, Realisme Perspektival, Independensi, Transendensi.

Full Text:

PDF


References

Ameriks, K. (1977). Husserl’s realism. Dalam The Philosophical Review, 86(4), 498-519.

Biemel, W. (1970). The development of Husserl’s philosophy. Dalam R. O. Elveton (ed.), The phenomenology of Husserl. Quadrangle Books.

Brentano, F. (2009). Psychology from an empirical standpoint (terjemahan Antos C. Rancurello, D.B.Terrell dan Linda L.Mc Alister). Routledge.

Frege, G. (1948). Sense and reference. The Philosophical Review, 57(3), 209-230.

Giere, R. N. (2006). Scientific perspectivism. The University of Chicago Press.

Holmes, R. H. (1975). Is transcendental phenomenology committed to idealism? The Monist, 59(1), 98-114.

Husserl, E. (1960). Cartesian meditation: An introduction to phenomenology (terjemahan Dorion Cairns). Springer Science+Business Media.

Husserl, E. (1983). Ideas pertaining to a pure phenomenology and to a phenomenological philosophy, first book: General introduction to a pure phenomenology (terjemahan F. Kersten). Martinus Nijhoff Publisher.

Husserl, E. (2001). Logical investigations (terjemahan J.N. Findlay). Routledge.

Massimi, M. (2018) Perspectivism. Dalam Juha Saatsi (ed.), The routledge handbook of scientific realism (hlm. 164-176). Routledge.

Smith, D. W. & McIntyre, R. (1982). Husserl and intentionality: a study of mind, meaning, and language. D. Reidel Publishing Company.

Smith, D. W. (2013). Husserl. Routledge.



DOI: https://doi.org/10.22146/jf.68269

Article Metrics

Abstract views : 1847 | views : 1729

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Filsafat

Jurnal Filsafat Indexed by:

Google ScholarSinta (Science and Technology Index)


Jurnal Filsafat ISSN 0853-1870 (print), ISSN 2528-6811 (online)