Formulasi Nuansa Religius Bangsa dalam Praktek Penyelenggaraan Negara

https://doi.org/10.22146/jf.31432

Farid Farid(1*)

(1) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam rangka menggapai kebahagiaan hidup, manusia menempuh dua jenis usaha, yaitu usaha religius dan non religius. Manusia menempuh usaha nonreligius kala ia masih merasa sanggup menggapai tujuannya dengan kekuatan sendiri, dan ketika menyadari keterbatasan dan ketidakmampuannya ia akan menempuh usaha religius (Hendropuspito, 1988:32).

Keywords


religius; bangsa; negara; kebahagiaan; manusia

Full Text:

PDF


References

Apter, David E, 1987, Penganlar Analisa Politl'k, terjemahan: Setiawan Abadi, hal. 156, LP3ES, Jakarta.

Hendropuspito, D.Oe., 1988, Sosiologi agama, ha1.32, Kanisius, Yogyakarta.

Ismaun, Drs., 1978, Tinjauan Pancasila Dasar Filsafal Negara Republik Indonesia (Dalam rangkaian Cila-cila dan Sejarah perjuangan Kemerdekaan), hal.137,138, Carya remaja, Bandung.

Iver, Mac, 1988, Negara Modern, terjemahan Moertono, hal. 156, Aksara Barn, Jakarta.

Notonagoro, Prof.Dr._h.c.Mr., 1090, Pancasila Secara Ilmiah Populer, hal. 17, Pantjuran Tudjuh, Jakarta.

Pandoyo, S.Toto,SH., 1992, Ulasan Terhadap Beberapa Ketentuan Undang-Undang Dasar 1945, Sistem Politik dan Perkembangan Kehidupan Demokrasi, hal.143,141, Liberty, Yogyakarta.

Sunoto, Drs., 1987, Menuju Filsafat Indonesia,

ha1.42, Hanindita, Yogyakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/jf.31432

Article Metrics

Abstract views : 295 | views : 313

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Filsafat

Jurnal Filsafat Indexed by:

Indonesian Publication Index (IPI)Google ScholarSinta (Science and Technology Index)


Jurnal Filsafat ISSN 0853-1870 (print), ISSN 2528-6811 (online)