Happiness at Work sebagai Strategi Mengatasi Kelelahan Kerja Pustakawan di Era Digital

  • Dian Yunihasti Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci: burnout, digital era, happiness at work, librarians, workplace well-being

Abstrak

 

Transformasi digital dalam layanan perpustakaan telah memperluas peran pustakawan dari pengelolaan koleksi

cetak menjadi pengelolaan sumber daya digital, literasi informasi, hingga dukungan publikasi ilmiah.

Perubahan tersebut meningkatkan tuntutan kerja dan berpotensi menimbulkan tekanan psikologis serta burnout

pada pustakawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konsep Happiness at Work sebagai strategi

dalam mengatasi burnout pustakawan di era digital. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan

sumber data berupa artikel ilmiah, buku, laporan organisasi profesi, dan publikasi resmi terkait burnout serta

kesejahteraan kerja. Data dianalisis secara deskriptif melalui identifikasi tema-tema utama mengenai faktor

penyebab burnout dan dimensi Happiness at Work. Hasil kajian menunjukkan bahwa burnout pustakawan

dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya yang tersedia, terutama kompetensi

digital, dukungan organisasi, dan struktur pengembangan karier. Konsep Happiness at Work yang mencakup

emosi positif, keterlibatan kerja, relasi, makna kerja, dan pencapaian berpotensi meningkatkan resiliensi,

motivasi, serta kualitas layanan pustakawan. Integrasi pendekatan Happiness at Work dalam manajemen

sumber daya manusia perpustakaan penting dilakukan untuk menekan burnout dan menjaga keberlanjutan

kinerja pustakawan di era digital.

Diterbitkan
2026-06-10
##submission.howToCite##
Yunihasti, D. (2026). Happiness at Work sebagai Strategi Mengatasi Kelelahan Kerja Pustakawan di Era Digital. edia nformasi, 35(1), 38-50. https://doi.org/10.22146/mi.v35i1.30284
Bagian
Articles