Vol 5, No 1 (2013)

Jurnal Nasional Pariwisata


Cover Page

Jurnal Nasional Pariwisata, Edisi Nomor 01 April 2013 ini menyajikan 7 (tujuh) artikel hasil penelitian dengan judul yang berbeda. Artikel berjudul “The Impact of Environmental After Merapi Eruption 2010 toward the Image of Tourism” ditulis oleh Erda Rindrasih membahas dampak perubahan lingkungan pasca-erupsi Gunung Merapi tahun 2010 terhadap imej kawasan tersebut sebagai destinasi wisata penting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesan sebagai sebuah destinasi bermuatan budaya Jawa tetap menonjol dalam pandangan responden. Tulisan Rahmat Darsono berjudul “Pengaruh Kualitas Daya Tarik Wisata terhadap Tingkat Kepuasan Wisatawan: Studi Kasus Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta” menganalisis unsur mutu daya tarik yang berpengaruh positif terhadap tingkat kepuasan pengunjung Waduk Jatiluhur. Topik yang juga menarik adalah citra keamanan dalam persepsi wisatawan di Yogyakarta. Tulisan Abadi Reksapati berjudul “Pengaruh Citra Keamanan Destinasi terhadap Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Yogyakarta Tahun 2011” memaparkan pentingnya penanganan isu keamanan untuk menjaga agar daya tarik destinasi tetap kuat.

Kebijakan pengembangan desa wisata juga menjadi salah satu topik pilihan peneliti. Melalui judul artikel “Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi Kebijakan Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Sleman”, Dewanto Tri Nugroho membahas dinamika partisipasi masyarakat dalam kebijakan pengembangan desa wisata di Kabupaten Sleman. Konteks pariwisata masyarakat juga menjadi minat kajian peneliti lainnya. Artikel yang ditulis Hamzah Bona berjudul “Korelasi antara Kondisi Lingkungan Fisik Sosial Budaya dan Sosial Ekonomi dengan Partisipasi Warga Masyarakat dalam PNPM Mandiri Perdesaan” mengupas persoalan limitasi lingkungan perdesaan sebagai salah satu kendala pariwisatasi warga. Berkaitan dengan peran komunitas dalam pengembangan atraksi, tulisan Retnaningtyas Susanti tentang “Pengembangan Atraksi Wisata Jelajah Kinahrejo Berbasis Komunitas” mengeksplorasi isu yang cukup menarik terkait dengan realitas lingkungan fisik pasca-bencana. Edisi ini diakhiri oleh artikel Marhafiz Luthfi berjudul “Kajian Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas untuk Pengembangan Wisata Bahari Pulau Senoa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau”. Ketiga elemen produk pariwisata tersebut dipandang berperan sangat menentukan dalam peningkatan daya tarik wisata di wilayah perbatasan tersebut.