PENGARUH PEMANTUAN APOTEKER TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS

https://doi.org/10.22146/jmpf.286

Vina Angga Rini(1*), Zullies Ikawati(2), Dyah Aryani Perwitasari(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pemberian pemantauan pengobatan oleh apoteker pada minggu ke-0, 2, 4 dan 8 di fase intensif pengobatan tuberkulosis dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan keberhasilan terapi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas hidup

dan keberhasilan terapi dengan parameter perubahan BTA. Penelitian telah dilakukan dengan memberikan pemantauan pengobatan

pada 24 orang pasien dibandingkan dengan 23 pasien lainnya yang hanya mendapatkan pelayanan standar dari RSKP Respira September 2013 sampai Februari 2014. Kualitas hidup pasien pada minggu ke-2, 4 dan 8 kemudian dianalisis menggunakan uji two way anova terhadap pemberian pemantauan pengobatan, sedangkan keberhasilan terapi dengan parameter perubahan BTA pada minggu ke-8 dianalisis menggunakan uji Chi square. Analisis two way anova pemberian perlakuan menghasilkan kualitas hidup yang signifikan pada domain aktivitas dan dampak, sedangkan perbedaan waktu pemberian perlakuan memberikan hasil yang signifikan pada semua domain. Analisis Chi square hubungan antara perlakuan terhadap keberhasilan terapi tidak signifikan. Dari 24 pasien yang mendapat perlakuan sebanyak 11 pasien (45,83 %) mengalami DRP. DRP yang terjadi antara lain Adverse Drug Reaction /ADR sebanyak 12 kasus, interaksi obat 3 kasus dan overdosis 1 kasus. Pemberian pemantauan pengobatan oleh apoteker meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan, namun tidak berhubungan dengan keberhasilan terapi.

 

Kata kunci: tuberkulosis, keberhasilan terapi, kualitas hidup, pemantauan pengobatan


Full Text:

Untitled


References

American Pharmacists Association, 2009, Drug Information Handbook. 17th Ed. Lexi-Comp., New York.

Bello, S.I. dan Itiola, O.A., 2010, Drug Adherence Amongst Tuberculosis Patients in the University of Ilorin Teaching Hospital, Ilorin, Nigeria, African Journal of Pharmacy and Pharmacology, 4(3): 109-14.

Cramm, J.M., Finkenflugel, H.J., Moller, V. & Nieboer, A.P., 2010, TB Treatment Initiation and Adherence in a South African Community Influenced More by Perceptions than by Knowledge of Tuberculosis. BMC Public Health, 10(72): 5-7.

Depkes RI, 2005, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Tuberkulosis, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Depkes RI, 2009, Pedoman Pemantauan Terapi Obat., Dinas Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kaona, F.A., Tuba, M., Siziya, S. dan Sikaona, L., 2004, An Assessment of Factors Contributing to Treatment Adherence and Knowledge of TB Transmission Among patients on TB treatment. BMC Public Health, 4(68): 1-7.

Kemenkes RI, 2011, Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. 2nd Ed., Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kenangalem, E, Waramori, G., Pontororing, G.J., Sandjaja, Tjitra, E, Maguire, G., et al., 2013, Tuberculosis Outcomes in Papua, Indonesia: The Relationship with Different Body Mass Index Characteristics between Papuan and Non-Papuan Ethnic Groups. PLoS ONE, 8(9): 1-9.

Koda-Kimble, M.A, Young, LY, Alldredge, BK, Corelli RL, Guglietmo, BJ, Kradjan W.A. et al., 2009, Applied Therapeutics: The Clinical Use Of Drugs. 9th Ed., Lippincott Williams & Wilkins, San Francisco.

Muture, B.N., Keraka, M.N., Kimuu, P.K., Kabiru, E.W., Ombeka, V.O.  Oguya,F., 2011, Factors Associated with Default from Treatment Among Tuberculosis Patients in Nairobi province, Kenya: A case control study. BMC Public Health, 11(696): 5-10.

Orofino, R.d.L., Brasil, P.E.A.d., Trajman, A., Schmaltz, C.A.S., Dalcolmo, M.  Rolla, V.C., 2012. Predictors of Tuberculosis Treatment Outcomes, Journal of Brasileiro de Pneumologia, 38(1): 93-96.

Tachfouti, N., Slama, K., Berraho, M. & Nejjari, C., 2012, The impact of Knowledge and Attitudes on Adherence to Tuberculosis Treatment: A Case-Control Study in A Moroccan Region. Pan African Medical Journal, 12(52): 2-5.

Tatro, D.S., 2009, Drug Interaction Facts, : Wolters Kluwer Health, Inc., California.



DOI: https://doi.org/10.22146/jmpf.286

Article Metrics

Abstract views : 458 | views : 3449

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

©Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi
Faculty of Pharmacy
Universitas Gadjah Mada
Creative Commons License
View My Stats