PENCEGAHAN TINDAK PROSTITUSI BERBASIS MASYARAKAT ADAT DALIHAN NA TOLU

https://doi.org/10.22146/jmh.16676

Kondar Siregar(1*), Usman Pelly(2), Anwar Sadat(3)

(1) Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT

It’s way before the decree of prostitution and pornography enforced in Indonesia, the Dalihan na Tolu customs had their own regulation in preventing prostitution phenomenon. Dalihan na Tolu consist of 3 elements as it is understood as three poles in traditional burning-stove which cooperating to each other, this is also applied to prostitution prevention. In every prevention of these prostitution practices, they lean on the philosophy of :”Somba mar Mora, Elek mar Anak Boru, Manat-manat mar Kahanggi”. Dalihan na Tolu custom has a principles that one cannot speak careless words or act in imprudent behaviour in front of the public.

INTISARI

Jauh sebelum lahirnya undang-undang tentang prostitusi dan pornografi di Indonesia, ternyata masyarakat adat Dalihan na Tolu telah memiliki aturan tersendiri dalam melakukan pencegahan tindak prostitusi. Masyarakat adat Dalihan na Tolu terdiri dari 3 unsur layaknya seperti tiga tungku yang saling bekerjasama dalam berbagai hal, termasuk dalam pencegahan tindak prostitusi. Dalam setiap pencegahan praktek prostitusi, mereka berpatokan pada filosofi:”Somba mar Mora, Elek mar Anak Boru, Manat-manat mar Kahanggi”. Masyarakat adat Dalihan na Tolu menganut prinsip bahwa seseorang tidak akan sembarangan bicara, apalagi bertindak sembrono di hadapan orang lain, karena masing-masing mengerti tentang hubungan kekerabatan satu dengan lainnya.


Keywords


Prevention, decree of prostitution, and the Dalihan na Tolu customs, Pencegahan,Tindak Prostitusi, Adat Dalihan na Tolu

Full Text:

PDF


References

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tahir Harahap, (2010), Peranan Dalihan na Tolu dalam Membentengi Pergaulan Naposo Nauli Bulung, Cet.1, Latansa, Medan, hlm. 247.

Ali Maksum Harahap, (2013), Kekuatan Hukum Musyawarah Masyarakat Dalihan na Tolu di Tapanuli, Cetakan Pertama, CV. Firma, Medan.

Anwar Sadat Harahap, (2012),Penyelesaian Sengketa Melalui Wadah Dalihan na Tolu pada Masyarakat Adat Tapanuli Selatan, Laporan Penelitian Mandiri, UMN Al Washliyah Press, Medan.

Asri Wijayanti dan Lilik Sofyan Achmad, (2011), Strategi Penulisan Hukum, cet.1, CV. Lubuk Agung, Bandung.

Bambang Waluyo, (1996) Penelitian Hukum Dalam Praktek, Sinar Grafika, Jakarta.

Bambang Sunggono,(1998), Metodologi Penelitian Hukum, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Chairul Anwar, (1997), Hukum Adat Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta.

Darwin Siregar, (2010), Tutur Dohot Poda ni Adat Tapanuli Selatan, CV. Husada Partahi, Padangsidimpuan.

Faisar Ananda Arfa, (2010), Metodologi Penelitian Hukum Islam, cet. 1, Citapustaka Media Perintis. Bandung.

Longgom Sari Dalimunthe, (2010), Aturan Perkawinan dalam Adat Batak, CV. Maju Utama, Medan.

Moh.Rifai, (1978), Ilmu Fiqih Islam Lengkap, CV.Toha Putra, Semarang, hlm.471

M. Iqbal, (2014), Margondang Ajang untuk Pamer, Edisi II, Nauli Basa, Jakarta.

Pandapotan Nasution, (2005), Adat Budaya Mandailing dalam Tantangan Zaman, Cetakan Pertama, FORKALA, Medan.

Partahian Napitupulu, (2011), Kandungan Hukum Tentang Larangan Tindak Prostitusi dalam Adat Dalihan na Tolu, Bintang Ilmu, Medan.

Paruhuman Siregar Gelar Raja Natoras, (2011), Horja Boru, Pelangi Maju, Padangsidimpuan.

Ronny Hanitijo, (1982), Metodologi Penelitian Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Sutan Managor Gelar Patuan Daulat Baginda Nalobi, (1995), Pastak-pasta ni Paradaton Masyarakat Tapanuli Selatan, CV. Media Medan, Medan.

Sutan Namora Harahap, (2013), Fungsi Marga dalam Mendamaikan Sengketa Keluarga (suami/Istri), Cetakan Pertama, Mandar Maju, Bandung.

Zainuddin Ali, (2008), Sosiologi Hukum, cet. 4, Sinar Grafika, Jakarta.

Jurnal Ilmiah

Hervina Puspitosari, (2010), Upaya Penanggulangan Prostitusi Online Internet, Jurnal Komunikasi Massa, Vol 3 No. 1 Januari 2010, Jakarta.

Kondar Siregar, (2013), Eksistensi Masyarakat Adat Dalihan na Tolu dalam Meredam Kejahatan Perkawinan, Kalam Keadilan, Vol. 2, No. 3 Agustus 2013, Medan.

Taufik Siregar, (2012), Peranan Tutur Poda dalam Mengatur Pergaulan Naposo Bulung pada Masyarakat Batak Angkola, Kultura, Vol. 4, No. 1. Mei 2012, Medan.



DOI: https://doi.org/10.22146/jmh.16676

Article Metrics

Abstract views : 1139 | views : 1574

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Kondar Siregar, Usman Pelly, Anwar Sadat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Mimbar Hukum Indexed by:

DOAJ (Directory of Open Access Journal) Bielefeld Academic Search Engine (BASE) COREGoogle ScholarWorldCatLIVIVOCopac JISTHarvard LibraryElectronic Journals LibraryColumbia University LibrariesLeiden University LibrariesUniversity of Saskatchewan-CanadaGent University LibraryWestern Theological SeminaryUniversity of OxfordThe University of SheffieldThe University of Manchester Toronto Public LibraryEbsco  

Member of :

Crossref


MIMBAR HUKUM ISSN: 0852-100X(print), ISSN: 2443-0994(online)