Informed Consent Tindakan Seksio Sesarea: Studi Metode Campur Penerapan Prinsip Bioetika pada Obstetri dan Ginekologi

https://doi.org/10.22146/jkr.100529

Juminten Saimin(1*), Yayi Suryo Prabandari(2), Agung Dewanto(3), Retna Siwi Padmawati(4), Mohammad Hakimi(5)

(1) UNIVERSITAS HALU OLEO
(2) Program Studi Magister Bioetika / Sekolah Pascasarjana / Universitas Gadjah Mada
(3) Program Studi Magister Bioetika / Sekolah Pascasarjana / Universitas Gadjah Mada
(4) Program Studi Magister Bioetika / Sekolah Pascasarjana / Universitas Gadjah Mada
(5) Program Studi Magister Bioetika / Sekolah Pascasarjana / Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang: Seksio sesarea dilakukan atas indikasi medis dan persetujuan pasien. Proses pengambilan keputusan terkadang menghadapi kendala dan dilemma.

Tujuan: Menganalisis kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent dan aspek bioetika pemberian informed consent pada SC elektif.

Metode: Menggunakan metode campur dengan pendekatan explanatory sequential design. Data kuantitatif untuk menilai kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent diperoleh dari rekam medik. Data kualitatif untuk menilai penerapan aspek bioetik diperoleh dari wawancara terstruktur dengan dokter Obgin, dokter umum jaga, bidan, dan pasien pasca SC.

Hasil dan Pembahasan: Kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent adalah 72,5% dan 71,8%. Kedisiplinan dan perubahan rekam medik elektronik menjadi kendala pengisian formulir informed consent. Pemberian informed consent terkendala ketidakhadiran orang terpenting yang akan mengambil keputusan, kurangnya pemahaman dan pengetahuan pasien, dan pasien peserta asuransi kesehatan sehingga memunculkan dilema. Implementasi informed consent berdasarkan prinsip bioetika, otonomi, beneficence, non- maleficence, dan justice, digunakan untuk menyelesaikan dilema etik dalam pengambilan keputusan.

Kesimpulan: Kelengkapan dan kepatuhan pengisian lembar informed consent belum mencapai 100%. Memilih prinsip bioetika yang lebih dominan nilai dan prioritasnya dengan analisis prima facie menjadi solusi untuk menyelesaikan dilema etik dalam pengambilan keputusan pada SC elektif.


Keywords


informed consent; kaidah bioetika; SC; seksio sesarea

Full Text:

PDF


References

World Health Organization. 2021. Caesarean section rates continue to rise, amid growing inequalities in access. Department of Reproductive Health and Research World Health Organization. https://www.who.int/news/item/16-06-2021-caesarean-section-rates-continue-to-rise-amid-growing-inequalities-in-access

Saifuddin AB, Rachimhadhi T, Wiknjosastro H. 2014. Ilmu Kebidanan. Ed 4. Cet Keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Satria HR, Kardana IM, Adnyana IGS. 2020. Karakterisik luaran bayi yang lahir dengan SC di RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Medika Udayana 2020; 9(10): 74-79.

Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Spong CY, Dashe J. 2014. Williams obstetrics. 24th ed, Washington DC: McGraw Hill Companies.

POGI. 2022. SC: Panduan Klinis. Jakarta: Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Hammami MM, Al-Gaai EA, Al Jawarneh Y, Amer H, Hammami MB, Eissa A, et al. 2014. Patients’perceived purpose of clinical informed consent: Mill’s individual autonomy model is preferred. BMC Med Ethics 2014;15: 1–12.

Basukala S, Shrestha O, Thapa N, Karki S, Pandit A, Thapa BB, Thapa A. 2023. How informed is informed consent?—Evaluating the quality of informed consent among surgical patients in a tertiary care hospital in Nepal. PLoS ONE 2023;18(7): e0288074.

Kemenkes RI. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) Nomor 290/MenKes/Per/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ababulgu SN, Ethiopia SS, Bekele D. 2022. The quality of informed consent in caesarean section at a tertiary hospital in Addis Ababa, Ethiopia. International Journal of Women’s Health 2022;14: 1361–1369.

Chane W, Birhanu B, Suga Y. 2020. Quality of informed consent among patients who underwent major surgical procedure in a tertiary care hospital, Addis Ababa, Ethiopia. Dove Press Journal: Open Access Surgery 2020;13: 27-33.

Bakker W, Zethof S, Nansongole F, Kilowe K, Roosmalen J, Akker T. 2021. Health workers’ perspectives on informed consent for caesarean section in Southern Malawi. BMC Med Ethics 2021;22(33): 1-11.

Satiti YR, Dewanto A, Susilo H. 2015. Penyampaian informasi oleh perawat dalam persetujuan tindakan medis di rumah sakit: Permasalahan dan Solusi. Jurnal Kedokteran Brawijaya 2015; 28 Supl.2:170-173.

Beauchamp T, Childress J. 2019. Principles of Biomedical Ethics. 7th Edition. UK: Oxford University Press.

Jonsen AR, Siegler M, Winslade WJ. 2010. Clinical ethics: a practical approach to ethical decisions in clinical medicine, 5th ed. New York: McGraw-Hill.

Torbjorn T. 2013. Understanding ethics: an introduction to moral theory. 3th. Edinburgh: Edinburgh University Press Ltd.

Kemenkes RI. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) Nomor 129/MenKes/Per/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Wicaksono J, Farlinda S, Purba TM. 2022. Analisis kelengkapan pengisian lembar informed consent pada pasien rawat inap di RS Pusat Pertamina. RAMMIK: Jurnal Rekam Medik dan Manajemen Informasi Kesehatan 2022;1(1):56-63.

Wulandari M, Wasono HA, Lestari SMP, Maitsya AN. 2019. Analisis kelengkapan pengisian informed consent tindakan bedah di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2018. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan 2019;6(2):98-104.

Lühnen J, Mühlhauser I, Steckelberg A. 2018. The quality of informed consent forms— a systematic review and critical analysis. Dtsch Arztebl Int 2018; 115:377–83. DOI: 10.3238/arztebl.2018.0377.

Mursyid M, Dewanto A, Hakimi M, Prabandari YP, Sastrowijoto S, Nasrudin. 2022. Analisis presumed consent pada penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri dari persepsi dokter dan pasien. Jurnal Kesehatan Reproduksi 2022;10(2):83-93.

Kotaska A. 2017. Informed consent and refusal in obstetrics: A practical ethical guide. Birth 2017; 44:195–199. DOI: 10.1111/birt.12281

Mappaware NA, Dewanto A, Hakimi M, Sastrowijoto S, Kusmaryanto, Mursyid M. 2022. Pengambilan keputusan dokter dan pasien terhadap tindakan sectio caesarea atas permintaan sendiri berdasarkan kaidah autonomi. Window of Health: Jurnal Kesehatan 2022; 5(1):102-116.

ACOG. 2021. Informed consent and shared decision making in obstetrics and gynecology. ACOG Committee Opinion No. 819. American College of Obstetricians and Gynecologists. Obstet. Gynecol. 2021;137: e34–41.

Faysal S, Penn-Kekana L, Tripathi V, Khan F, Day LT, Stafford R, Levin K, Campbell O, Filippi V. 2023. Counseling, informed consent, and debriefing for cesarean section in sub-Saharan Africa: A scoping review. Int. J. Gynecol. Obstet. 2023; 00: 1-16. DOI: 10.1002/ijgo.15079.

MKEK. 2004. Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Jakarta: Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK).



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.100529

Article Metrics

Abstract views : 943 | views : 194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Admin Jurnal +6282146143990