Hubungan Dukungan Sosial dengan Perilaku Manajemen Diri pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pandak I Bantul DI. Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/jkkk.49826

Umi Khomsatun(1*), Ike Wuri Winahyu Sari(2)

(1) Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
(2) Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Hypertension is a chronic disease which needs good self management. One of the factors influencing self-management behavior is social support. There are still limited number of studies which examine the correlation between social support and self-management behavior in patients with hypertension, especially focusing on certain behaviors such as the adherence on taking medicine, food intake, physical activities, smoking, maintaining the body weight, and avoiding alcohol consumption.
Objective: To identify the correlation between social support and self-management behavior in patient with hypertension located in Puskesmas Pandak I Bantul.
Methods: This research design used a descriptive correlative design with cross-sectional approach. The sample were 47 respondents who were selected using purposive sampling technique. The data collection used questionnaire of Chronic Illness Resources Survey (CIRS) and Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) which were valid and reliable. The data was analysed using Pearson Corelation and Spearman Rank Test analysis to identify the relationship of social support to self management behavior in patients with hypertension.
Results: The result showed that the social support had a significant correlation with self-management behavior in the food intake domain (r= 0,336; p= 0,021) and in the domain of body weight management (r= 0,392; p= 0,006). Meanwhile, the social support did not have a significant correlation with self-management behaviour in the domains of the adherence on taking medicine (p= 0,351), physical activity (p= 0,974), and smoking (p= 0,908).
Conclusion: There is a significant correlation between social support and self-management behavior in the domains of food intake and body weight management. Nurses can provide health promotion related to self management as well as the increased of social support in patients with hypertension.

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronik yang memerlukan manajemen diri yang baik. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku manajemen diri adalah adanya dukungan sosial. Namun, penelitian terkait hubungan dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada pasien hipertensi dengan menggali aspek tiap domain seperti kepatuhan minum obat, asupan makanan, aktivitas fisik, merokok, menjaga berat badan, dan kepatuhan tidak mengkonsumsi alkohol, masih sangat terbatas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada pasien hipertensi di Puskesmas Pandak I Bantul.
Metode: Rancangan enelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 47 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Chronic Illness Resources Survey (CIRS) dan Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) yang telah valid dan reliabel. Analisis data Uji Pearson Correlation dan Spearman Rank digunakan untuk melihat hubungan dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada pasien hipertensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku manajemen diri pada domain asupan makanan (r= 0,336; p= 0,021) dan domain manajemen berat badan (r= 0,392; p= 0,006). Sementara dukungan sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku manajemen diri pada domain kepatuhan minum obat (p= 0,351), domain aktivitas fisik (p= 0,974), dan domain merokok (p= 0,908).
Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada domain asupan makanan dan berat badan. Perawat dapat memberikan promosi kesehatan terkait management diri serta peningkatan dukungan sosial pada pasien hipertensi.


Keywords


dukungan sosial; hipertensi; perilaku manajemen diri

Full Text:

PDF


References

  1. Wijaya S, Putri M. Keperawatan Medikal Bedah Keperawatan Dewasa Teori dan Contoh Askep. Cetakan I. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013.
  2. Ardiansyah M. Medikal Bedah untuk Mahasiswa. Cetakan I. Yogyakarta : DIVA press; 2012.
  3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Hipertensi, Jakarta: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Depkes RI; 2013.
  4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Penyakit Hipertensi, Jakarta: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Depkes RI; 2006.
  5. American Heart Association. Heart Disease and Stroke Statistics 2010 Update: A Report From the American Heart Association. USA: AHA; 2010. Available from: http://circ.ahajournals.org/cgi/content/full/121/7/e46
  6. Azhari MH.Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Makrayu Kecamatan Ilir Barat II Palembang. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. 2017;2(1):23–30.
  7. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan. Jakarta: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Riskesdas RI; 2013.
  8. Sinuraya RK, Siagian BJ, Taufik A, Destani DP, Puspitasari IM, Lestari K, Diantinil A. Pengukuran Tingkat Pengetahuan tentang Hipertensi di Kota Bandung: Sebuah Studi Pendahuluan. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia. 2017;6(4):290–297. doi: 10.15416/ijcp.2017.6.4.290.
  9. Miller, M. A., Stoeckel, P. R., Babcock, D. E. 2011. Client Education: Theory and Practice. Sudbury Mass: Jones and Bartlett Publishers. 2011.
  10. Mulyati L, Yetti K, Sukmarini L. Analisis Faktor yang Memengaruhi Self Management Behaviour. Jurnal Keperawatan Padjajaran. 2013;1(2).
  11. Zhong X, Tanasugar C, Fisher BE, Krudsood S, Nityasuddhi D. Awarness and Practice of Self Management and Influence Factor among Individuals with Type Diabetes Inurban Community Setting in Anhui Province, China. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 2011;42(21):184-196.
  12. King AL. Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika; 2010.
  13. Sarafino, EP, Smith, TW. Health Psychology Biopsychosocial Interactions. Seventh Edition. Hoboken, NJ: John Wiley and Son, 2012
  14. Osamor EP. Social Support and Management of Hypertension in South-West Nigeria. Cardiovascular Journal of Africa. 2015;26(1).
  15. Glasgow ER, Deborah JT, Manuel BJ, Lisa AS. The Chronic Illnes Resources Survey: Cross-Validation and Sensitivity to Intervention. Health Education Research. 2005;20(4):402-409.
  16. Findlow JW, Basalik DW, Dulin M, Tapp H, Kuhn L. Preliminary Validation of The Hypertension Self-Care Activity Level Effects. The Journal of Clinical Hypertension. 2013;15(9):638-643.
  17. Wibowo S. Gambaran Perilaku Manajemen Diri pada Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Gamping I. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta; 2018.
  18. Fajriyah N, Abdullah, Amrullah AJ. Dukungan Sosial Keluarga pada Pasien Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2016;9(2). ISSN 1978-3167.
  19. Yulianti. Gambaran Dukungan Sosial Keluarga dan Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi di Puskesmas Citangkil Kota Cilegon [Skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah; 2017.
  20. Damanik J, Fangohoy EYA, Robert AR, Gaspersz S, Greene, Gilbert J, Pattiasina, C. Buku Pintar Pekerja Sosial. Jakarta: Gunung Mulia; 2009.
  21. Anderson MR, Funnell, MM. Patient Empowerment: Myths and Misconceptions. Patient Educ Couns. 2009;79(3).
  22. Kumala M. Peran Diet dalam Pencegahan dan Terapi Hipertensi. Damianus Journal of Medicine. 2014;13(1): 50-61.
  23. Perlindungan T, Lukitasari A, Mudatsir. Latihan Isometrik Bermanfaat Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2016;4(1):71-81.
  24. Lestari GI, Isnaini N. Pengaruh Self Management terhadap Tekanan Darah Lansia yang Mengalami Hipertensi. Indonesia Journal For Health Sciences. 2018;02(01):7-18.
  25. Elvivin, Lestari H, Ibrahim K. Analisis Faktor Risiko Kebiasaan Mengonsumsi Garam, Alkohol, Kebiasaan Merokok dan Minum Kopi, terhadap Kejadian Hipertensi pada Nelayan Suku Bajo Pulau Tasipi Kabupaten Muna Barat Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2016;1(3).
  26. Nisfani AD. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diit Hipertensi pada Lanjut Usia di Desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2014.
  27. Utami SR, Raudatussalamah. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kepatuhan Berobat Penderita Hipertensi di Puskesmas Tualang. Jurnal Psikologi. 2016;12(1):91-98.
  28. Notoatmodjo S. Metodologi Peneltian Kesehatan. Jakarta; Rineka Cipta; 2012.
  29. Prasetyo AS. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Self Care Management pada Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi di RSUD Kudus [Thesis]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2012.
  30. Widyartha J. Putra EA, Ani SL. Riwayat Keluarga, Stres, Aktivitas Fisik Ringan, Obesitas, dan Konsumsi Makanan Asin Berlebih sebagai Faktor Risiko Hipertensi. Public Health and Preventive Medicine Archive. 2016;4(2).
  31. Andria KM. Hubungan antara Perilaku Olahraga, Stres, dan Pola Makan dengan Tingkat Hipertensi pada Lanjut Usia Posyandu Lansia Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Jurnal Promkes. 2013;1(2):111-117.
  32. Setyanda YO, Sulastri D, Lestari Y. Hubungan Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Laki-Laki Usia 35-65 Tahun di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015;4(2):434-440.
  33. Tumenggung I. Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kepatuahan Diet Pasien Hipertensi di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. E-Journal Keperawatan. 2013;(7)1:1-12.
  34. Sari RK, Liana. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Hipertensi. Jurnal Ilmiah Permas. 2016;6(2);1-10.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkkk.49826

Article Metrics

Abstract views : 2622 | views : 3435

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Umi Khomsatun, Ike Wuri Winahyu Sari



Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) 
collaborates with DPW PPNI DIY

Lisensi Creative Commons  

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

https://salto.poltekip.ac.id/css/

https://thinkcat.mywhc.ca/menyalaabangku/

https://thinkcat.mywhc.ca/sawercuan/

https://bandungkab.go.id/tests/

https://ebphtb.acehtimurkab.go.id/css/

https://h2h.web.uinjambi.ac.id/

https://elicer.com.br/wp-content/kt/

http://koe.polywatch.com.my/

https://rx8.mywow2.com/wp-includes/css/

http://mundotvonline.medianewsonline.com/wp-includes/css/