Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas Tentang Penanganan Korban Kecelakaan Dengan Cedera Kepala Di Kabupaten Sleman Yogyakarta



Yuninda Kurniawati(1*), Sutono Sutono(2)

(1) BPJS Kesehatan
(2) Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


INTISARI

Latar Belakang: Penanganan korban kecelakaan pada area pra rumah sakit dapat menurunkan tingkat kematian pada early dan late death. Pada korban dengan cedera kepala memiliki resiko peningkatan tekanan intra kranial sehingga korban tidak sadarakan diri. Polisi kemungkinan merupakan orang awam khusus yang memiliki kewajiban untuk menolong korban.

Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat pengetahuan polisi lalu lintas di Kabupaten Sleman mengenai penanganan korban kecelakaan dengan cedera kepala.

Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif non-eksperimental dengan subjek polisi lalu lintas di Kabupaten Sleman yang berjumlah 97. Subjek diambil dengan accidental sampling di area polsek untuk mengisi lembar kuisioner. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat (analisis deskriptif) dengan teknik statistik deskriptif.

Hasil: Sebagian besar (74,23%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang penanganan korban cedera kepala. Empat belas responden (14,43%) berpengetahuan baik, dan 11 (11,34%) lainnya memiliki pengetahuan yang kurang. Rata-rata responden dengan usia >40 tahun (78,13%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Responden dengan lama kerja >10 tahun memiliki tingkat pengetahuan cukup (81,82%). Rata-rata responden yang sudah menerima pelatihan juga memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (66,67%).

Kesimpulan: Tingkat pengetahuan polisi lalu lintas mengenai penanganan korban kecelakaan dengan cedera kepala di Kabupaten Sleman pada tahun 2015 adalah cukup.

 

Kata kunci: polisi, cedera kepala, kecelakaan, penanganan, tingkat pengetahuan.

 

 

1Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

2Departemen Keperawatan Gawat Darurat Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada


 

THE TRAFFIC POLICE’S KNOWLEDGE LEVEL ABOUT EARLY MANAGEMENT OF TRAFFIC ACCIDENT VICTIMS WITH HEAD INJURY AT SLEMAN DISTRICT IN YOGYAKARTA

Yuninda Kurniawati1, Sutono2

 

 

ABSTRACT

 

Background: Patient management in pre hospital is an important part to decrease early and late death. Head injury in traffic accident victims may increase intracranial pressure which lead to decrease victims consciousness. Police officers are the first special responder who may arrived in crashed area. They have responsibility to help the victim.

Purpose: The purpose of this study is to know road traffic police officer’s knowledge level about early management of traffic accident victims with head injury at Sleman district in Yogyakarta.

Methode: This is descriptive catagorical non-esperimental study with 97 road traffic police officer in Sleman district as subject. To collect the subject, we used accidental sampling method in every police station. They filled questionnaire that have been prepared before. We used univariate analyses with descriptive static technique to analyse the data.

Result: Most subject (74,23%) have an enough knowledge level of traffic accident victims early management. Fourteen subject (14,43%) have a good knowledge level, and the others (11,34%) subject have less knowledge level. Subject who has age >40 years old (78,13%) and >10 years experience (81,82%) had enough knowledge level. Subject who has been trained with PPGD (66,67%) had enough knowledge level.

Conclution: The road traffic police officer’s knowledge level about early management in traffic accident victims with head injury is enough.

 

Keywords: accident, early management, head injury, level of knowledge, police officer.

 

 

1Bachelor of Nursing Student, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University

2School of Nursing, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University


Full Text:

PDF


References

WHO. (2014). Country Profiles. Diakses di www.who.int pada tanggal 17 Februari 2015 pukul 11.20 WIB. 2. National Highway Traffic Safety Administration. (2015). Traffic Safety Facts: 2014 Motor Vahicle Crashes: Overview. U.S. Department of Transportation. 3. U.K. Department of Transportations. (2014). Anual Road Fatalities. Diakses di www.gov.uk pada tanggal 19 Februari 2015 pukul 20.35 WIB. 4. WHO. (2013). Global Status Report On Road Safety 2013: Suporting A Decade of Action. Diakses pada 17 Februari 2015 pukul 12.05 WIB. 5. Badan Intelegen Nasional. (2013). Kecelakaan Lalu Lintas Menjadi Pembunuh Terbesar Ketiga. Diakses di www.bin.go.id pada 17 Februari 2015 pukul 19.58. 6. Badan Pusat Statistik (2013) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka 2012. Yogyakarta: BPS. 7. Lansink, K. W. W., Gunning, a. C., & Leenen, L. P. H. (2013). Cause of death and time of death distribution of trauma patients in a Level I trauma centre in the Netherlands. European Journal of Trauma and Emergency Surgery, 39, 375–383. http://doi.org/10.1007/s00068-013-0278-2 8. National Institute for Health and Care Excellence. (2014). Head injury. Diakses di www.nice.org.uk pada 21 Juni 2015 pukul 19.37 WIB. 9. Dinas Kesehatan DIY. (2013). Profil Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2013. Diakses di www.depkes.go.id pada 2 Juni 2016 pukul 14.58 WIB. 10. Stiver, Shirley I., & Geoffrey T. Manley. (2008). Pre-hospital Management of Traumatic Brain Injury. Neurosurgery Focus. 2008;25(4):E5 11. Musliha. (2010). Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta: Nuha Medika. 12. Toulson, Stuart. (2001). Accident and Emergency Nursing. Retrieved from http://www.yas.nhs.uk/OurServices/accidentandemergency.html 13. Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 14. Arikunto, Suharsimi. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. 15. Puspita, Ikha Deviyanti. (2012). Retensi Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Pasca Pelatihan Gizi Seimbang Pada Siswa Kelas 5 dan 6 di 10 Sekolah Dasar Terpilih Kota Depok Tahun 2012. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia. 16. Hartono, J.M. (2007). Sistem Informasi keperilakuan. Yogyakarta: Erlangga. 17. Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. 18. Wahyutomo, AH. (2010). Hubungan Karakteristik dan Peran Kader Posyandu dengan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Puskesmas Kalitidu Bojonegoro. Tesis. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 19. Hutapea, E. L. (2012). Gambaran Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di kota Depok. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. 20. Dahlan, Suharty., Lucky Kumaat., & Franly Onibala. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Terhadap Tingkat Pengetahuan Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Ejournal Keperawatan Volume 2 Nomor 1. 21. Erfandi., (2009). Pengetahuan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Tersedia di : http:// forbetterhealth.wordpress.com. diakses pada 14 Mei 2015 pukul 20.47 WIB. 22. Sofyan & Sahputra. (2009). Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Teknik Steril Dikamar Bedah Rumah Sakit PT. Pelni Depok. Skripsi. Fakutas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. 23. Lumandung, F. Theresia., James F. Siwu., & Johannis F. Mallo. (2012). Gambaran Korban Meninggal Dengan Cedera Kepala Pada Kecelakaan Lalu Lintas Di Bagian Forensik BLU RSUP Prof.Dr.R.D. Kandou Manado Periode Tahun 2011-2012: Skripsi. Universitas Sam Ratulangi Manado. 24. Mubarak, Wahit Iqbal. (2007). Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mangajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 25. Lontoh, C. (2013). Pengaruh Pelatihan Teori Bantuan Hidup Dasar Terhadap Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Toili. Skripsi. Manado : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.




Article Metrics

Abstract views : 117 | views : 76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.