Hubungan Distres Emosional dan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Sleman

https://doi.org/10.22146/jkkk.44242

Reka Septiara Irawati(1*), Heru Subekti(2)

(1) Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Keperawatan Komunitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Diabetes mellitus is one of the degenerative illnesses in elderly caused by inadequate production of insulin. Diabetes mellitus need a long-term management which can lead to emotional distress and diminishing life quality. Social support is playing an important role toward diabetic management and distress coping. Diabetics patient needs social support to lower emotional distress and improve quality of life.
Objective: To determine the correlation between emotional distress, social support with quality of life among elderly patients with Diabetes Mellitus in Sleman Regency.
Method: This was a correlational study using cross sectional design. Subjects were 188 elderlies with Diabetes Mellitus in Sleman Regency, selected by purposive sampling method. Data were collected using questionnaire of Problem Area in Diabetic, social support (by Kim, Shimada, Sakano), and WHO Quality of Life-BREF (WHOQOL-Bref). Data was analysed using Spearman correlation.
Results: The Spearman Rank analysis result for emotional distress and quality of life variables is r=-0,289, p=0,000; and r=0,230, p=0,002 for social support and quality of life variables. While for social support and emotional distress variables the result is r=0,038, p=0,605.
Conclusion:  There is significant negative correlation between emotional distress and quality of life among elderly with DM; while there is positive significant correlation between social support and quality of life. However, there is no significant correlation between social support and emotional distress among elderly with DM in Sleman regency. Therefore, it was necessary to pay attention to the psychosocial aspects in providing nursing care for type 2 diabetes patient.

ABSTRAK

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif pada lansia karena produksi insulin yang tidak adekuat. Diabetes melitus membutuhkan manajemen jangka panjang sehingga penderitanya berisiko mengalami distres emosional dan menurunkan kualitas hidup. Dukungan sosial penting dalam manajemen diabates dan koping distres emosional. Penderita diabetes melitus memerlukan dukungan sosial untuk menurunkan distres emosional dan meningkatkan kualitas hidup.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan distres emosional dan dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus di Kabupaten Sleman.
Metode:Penelitian correlational menggunakan rancangan cross sectional pada 188 responden lansia penderita DM di Kabupaten Sleman yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner Problem Area in Diabetic (PAID); Dukungan Sosial oleh Kim, Shimada dan Sakano; dan WHO Quality of Life-BREF (WHOQOL-Bref). Analisis data menggunakan uji Spearman correlation.
Hasil: Hasil analisis Spearman untuk variabel distres emosional dan kualitas hidup didapatkan nilai r=-0,289, p=0,000; dan r=0,230, p=0,002 untuk variabel dukungan sosial dan kualitas hidup. Sementara untuk variabel diukungan sosial dengan distres emosional nilai r=0,038, p=0,605.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara distres emosional dengan kualitas hidup lansia dengan DM dengan arah negatif. Sementara ada hubungan yang signifikan dengan arah positif antara dukungan sosial dengan kualitas hidup lansia dengan DM. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara distres emosional dan dukungan sosial pada lansia dengan DM di Kab Sleman. Oleh karena itu perlu diperhatikan aspek psikososial dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita DM tipe 2.


Keywords


distres emosional; dukungan sosial; lansia

Full Text:

PDF


References

  1. WHO. World Health Statistics 2011. WHO Library Cat Data. 2011.
  2. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi dan Analisis Lanjut Usia. Jakarta: Erlangga; 2014.
  3. Badan Pusat Statistik RI. Survei Ekonomi Nasional. Jakarta; 2012.
  4. Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta. Profil Kesehatan Provinsi D.I. Yogyakarta. Yogyakarta: 2011.
  5. International Diabetes Federation. Managing Older People with Type 2 Diabetes. Brussels; 2014.
  6. Huang MC, Hung CH. Quality of Life and Its Predictors for Middle-Aged and Elderly Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. J Nurs Res. 2007;
  7. Polonsky WH, Fisher L, Earles J, Dudl RJ, Lees J, Mullan J, et al. Assessing Psychosocial Distress in Diabetes: Development of The Diabetes Distress Scale. Diabetes Care. 2005 Mar; 28(3): 626–31.
  8. Fisher L, Glasgow RE, Mullan JT, Skaff MM, Polonsky WH. Development of A Brief Diabetes Distress Screening Instrument. Ann Fam Med. 2008;6(3):246–52.
  9. Karlsen B, Oftedal B, Bru E. The Relationship between Clinical Indicators, Coping Styles, Perceived Support and Diabetes-Related Distress among Adults with Type 2 Diabetes. J Adv Nurs. 2012;68(2):391–401.
  10. Statement P. Standards of Medical Care in Diabetes - 2007. Diabetes Care. 2007;30 (SUPPL. 1).
  11. Lamers F, Jonkers CCM, Bosma H, Knottnerus JA, van Eijk JTM. Treating Depression in Diabetes Patients: Does a Nurse-Administered Minimal Psychological Intervention Affect Diabetes-Specific Quality of Life and Glycaemic Control? A Randomized Controlled Trial. J Adv Nurs. 2011;67(4):788–99.
  12. Kodriati N. Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Stres Psikologis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Yogyakarta, Indonesia dan Kobe, Jepang. [Skripsi]. Yogyakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada; 2004.
  13. Sekarwiri E. Hubungan Antara Kualitas Hidup dengan Sense of Community pada Warga DKI Jakarta. [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia; 2008.
  14. Azwar S. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2015.
  15. Dahlan S. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan (6th Ed). Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2014.
  16. Islam M, Karim M, Habib S, Yesmin K. Diabetes Distress among Type 2 Diabetic Patients. Int J Med Biomed Res. 2013;
  17. Michael, J., Amit, B., Anka A. Distress Tolerance Theory, Research, and Clinical Applications. New York: The Guilford Press; 2011.
  18. Franks MM, Lucas T, Stephens MAP, Rook KS, Gonzalez R. Diabetes Distress and Depressive Symptoms: A Dyadic Investigation of Older Patients and Their Spouses. Fam Relat. 2010;
  19. Wang RH, Wu LC, Hsu HY. A Path Model of Health-Related Quality of Life in Type 2 Diabetic Patients: A Cross-Sectional Study in Taiwan. J Adv Nurs. 2011;
  20. Kusumawardani I. Hubungan Dukungan Sosial dengan Distres Emosional pada Penderita Diabetes Melitus di Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2008.
  21. Antari, A., Rasdini, I. TG. Besar Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Nterna RSUP Sanglah. [Skripsi]. Bali: Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2012.
  22. Rahmawati, F., Setiawati, P., Solehati T. Pengaruh Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2014.
  23. Masfufah. Pengetahuan, Kadar Glukosa Darah Puasa dan Kualitas Hidup pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan di Wilayah Puskesmas Kota Makassar. [Skripsi]. Makassar: Universitas Hasanuddin; 2014.
  24. Ichtiarto N. Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RSUD Sleman Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2008.
  25. Georgios Lyrakos N, Hatziagelaki E, Damigos D, Athanasia Papazafiropoulou K, Bousboulas S, Batistaki C. Predictors of Health-Related Quality of Life in Diabetic Neuropathy Type II Diabetic Patients in Greece. Heal Sci J. 2013;
  26. Demirci H, Cinar Y, Bayram N, Bilgel N. Quality of Life in Type II Diabetic Patients in Primary Health Care. Dan Med J. 2012;
  27. Gallegos-Carrillo K, García-Peña C, Durán-Muñoz CA, Flores YN, Salmerón J. Relationship between Social Support and The Physical and Mental Wellbeing of Older Mexican Adults with Diabetes. Rev Investig Clin. 2009; 61(5): 383–91.
  28. Sari W. Pengaruh Beban Kerja dan Hubungan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Stres Mahasiswa. [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2007.
  29. Setyorini D. Korelasi antara Dukungan Sosial dengan Kecemasan pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP dr. Sardjito Daerah Istimewa Yogyakarta. [Tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada; 2014.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkkk.44242

Article Metrics

Abstract views : 749 | views : 526

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Reka Septiara Irawati, Heru Subekti



Lisensi Creative Commons  

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) (p-ISSN: 2614-445, e-ISSN: 2614-498) indexed by: