HUBUNGAN PELAKSANAAN PERAWATAN INDWELLING KATETER DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH



Melyza Perdana(1*), Haryani Haryani(2), Khudazi Aulawi(3)

(1) Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Infeksi nosokomial merupakan masalah global dan menjangkau sekitar 9% lebih dari 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia. Infeksi saluran kemih merupakan penyebab 40% dari semua infeksi nosokomial yang dilaporkan oleh rumah sakit perawatan akut tiap tahunnya. Kira-kira 10% dari pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit terpasang kateter, memberikan populasi besar yang beresiko terhadap infeksi saluran kemih yang berhubungan dengan kateter.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pelaksanaan perawatan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.


Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien yang dipasang kateter di Bangsal Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan perawatan yang disusun berdasarkan prosedur tetap dan dimodi kasi dengan teori yang ada.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 dari 27 pasien yang diobservasi mengalami infeksi saluran kemih. Dari hasil uji chi square didapatkan nilai p sebesar 0,023 (p<0,05). Secara statistik diketahui bahwa ada hubungan antara pelaksanaan perawatan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih. Belum semua tindakan perawatan kateter dilakukan 100% oleh perawat. Tindakan ini meliputi melakukan perawatan kateter satu kali setiap hari (37%), mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan (49,4%), menggunakan sarung tangan (39,5%), membersihkan daerah meatus dan ujung kateter dekat meatus dengan cairan antiseptik (40,7%), kantung penampung urin tidak menyentuh lantai (18,5%).

Kesimpulan: Ada hubungan antara pelaksanaan perawatan indwelling kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih di bangsal penyakit dalam RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.


 

Background: Nosocomial infection is the most common problem occurs among 9% of 1,4 million hospitalized patients in the world. Urinary tract infections (UTIs) account for up to 40% of nosocomial infections which are reported by acute-care hospitals every year.


Objective: The objective of this study was to identify the association between indwelling catheter care and urinary tract infections in internal ward of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta.

Methods: This was a non experimental study with cross-sectional design. The subjects of this study were 27 patients who had indwelling catheter inserted in internal ward of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta chosen by total sampling technique. Data were obtained from checklist that was arranged based on literature and catheter care procedures in Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Results: The results of the study showed that 18 of 27 patients who had indwelling catheter inserted had UTIs. The p value resulted from chi-square test was 0,023 (p<0,05). Statistically, this study showed that there was an association between indwelling catheter care and UTIs. There were some of catheter care procedures that had not well-implemented yet by the nurses, such as daily catheter care procedure (37%), hand washing before and after the procedure (49,4%), using gloves in every catheter contact (39,5%), cleaning the meatus and catheter with antiseptic (40,7%), and ensuring the catheter bag did not touch the oor (18,5%).

Conclusion: There was an association between indwelling catheter care and UTIs in internal ward of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta.



Full Text:

PDF




Article Metrics

Abstract views : 2854 | views : 9746

Refbacks

  • There are currently no refbacks.