Validasi Modul “Misi” untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Komunikasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Maria Goretti Keshia Sawitri, Ira Paramastri
(Submitted 16 April 2021)
(Published 31 May 2021)

Abstract


Banyaknya kasus perilaku seksual berisiko dan dampaknya pada remaja menimbulkan perhatian. Dampak dari hal tersebut bermacam-macam, mulai dari dampak fisik hingga psikologis. Fase remaja merupakan fase yang krusial untuk menuju dewasa. Orang tua diharapkan dapat menjadi figur pendamping utama untuk dapat menyampaikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual. Meski demikian, orang tua kerap tidak memberikan informasi mengenai hal tersebut. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan, menganggap hal itu tabu, hingga komunikasi yang tidak terbuka dengan anak. Modul “MISI” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi orang tua dalam menyampaikan topik tersebut pada anak mereka yang beranjak remaja, berusia 9 sampai 15 tahun. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode one group pretest-posttest design kepada delapan partisipan. Data hasil variabel pengetahuan dan keterampilan dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign-rank Test dan data deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan menunjukkan variabel pengetahuan memiliki nilai z = -2,536 sedangkan p-value sebesar 0,011 (p<0,05), sedangkan keterampilan komunikasi memiliki nilai z = -2,541 dan p-value sebesar 0,012 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul MISI secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi orang tua dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi pada anak.


Keywords


kesehatan reproduksi; komunikasi; orang tua; remaja; validasi

Full Text: PDF

DOI: 10.22146/gamajpp.65320

References


Albertos, A. Osorio, A. Burgo, C.L., Carlos, S., Beltramo, C., & Trullols, F. (2016). Parental knowledge and adolescents’ risk behaviors. Journal of Adolescence, 53, 231 – 236.

Allison, S., Bauermeister, J.A., Bull, S., Lightfoot, M.  Mustanski, Shegog, R. , & Levine, D. (2012). The intersection of youth, technology, and new media with sexual health: moving the research agenda forward. Journal of Adolescent Health, 5(3), 207-212. doi:10.1016/j.jadohealth.2012.06.012

APA. (2005). Resolution in favour of empirically supported sex education and
HIV prevention programs for adolescents.
American Psychological Association.

Azwar, S. (2014). Metode Penelitian Psikologi. Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2015). Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar.

Bandura, A. (1988). Perceived self-efficacy:  Exercise of control through self-belief.  Dalam J. Dauwalder, M. Perrez, & V. Hobi (Eds.), Annual series of European research in behavior therapy (Vol. 2, pp. 27-59).  Swets & Zeitlinger.     

Bearinger, L.H., Sieving, R.E., Ferguson, J. & Sharma, V. (2007). Global perspective on the sexual and reproductive health of adolescents: patterns, prevention, and potential. The Lancet, 369 (9658), 1220 – 1231. https://doi.org/10.1016/S1040-6736(07)60367-5

Burrahma, M.Z. (2018). Pelatihan Pijar untuk meningkatkan keterampilan komunikasi ibu dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi dan seksual (Tesis master tidak dipublikasikan). Universitas Gadjah Mada.

Breuner. C. C. & Mattson, G. (2016). Sexuality education for children and adolescents. Pediatrics, 138(2), e20161348. https://doi.org/10.1542/peds.2016-1348

Casey, B.J., Getz, S., Galvan, A. (2008). The adolescent brain. Developmental Review, 28(1), 62 – 77.  http://doi.org/10.1016/j.dr.2007.08.003.

Corcoran, J. (2016). Teenage pregnancy and mental health. Societies, 6(21), 1 – 9. http://doi.org/10.3390/soc6030021

David-Ferdon, C. (2014). Preventing Youth Violence: Opportunities for Action – CDC. CDC.

Deaton, S. (2015). Social learning theory in the age of social media: implications for educational practitioners. Journal of Educational Technology, 12(1), 1-5.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

DeVito, J. A. (2014). The Interpersonal Communication Book 13th edition. Essex: Pearson Education Limited.

Dowdell, E.B., Burgess, A.W., & Flores J.R. (2011). Online social networking patterns among adolescents, young adults, and sexual offenders. The American Journal of Nursing, 111(7), 28 – 36.

Field, A. (2009). Discovering Statistics Using SPSS for Windows. Sage Publications.

Hapsari, P.R. (2018). Validasi modul Panda untuk meningkatkan self-efficacy dan keterampilan komunikasi kesehatan reproduksi (Tesis master tidak dipublikasikan). Universitas Gadjah Mada.

Islawati, I. & Paramastri, I. (2015). Program Jari Peri sebagai pelindung anak dari kekerasan seksual. Jurnal Psikologi, 42(2), 115-128.

Kaufman, M. (2008). Care of the adolescent sexual assault victim. Pediatrics, 122(8), 462 – 470.

Kipping, R.R., Campbell, R.M., MacArthur, G.J., Gunnell, D.J., & Hickman, M. (2012). Multiple risk behavior in adolescence. Journal of Public Health, 34(1), i1 – i2. http://doi.org/10.1093/pubmed/fdr122

Kirby, D. (2008). The impact of abstinence and comprehensive sex and STD/HIV education programs on adolescent sexual behavior. Sexuality Research and Social Policy, 5(3), 18 – 27. http://doi.org/10.1525/srsp.2008.5.3.18.

Kohler, P. K., Manhart, L. E., & Lafferty, W. E. (2008). Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy [Abstract]. Journal of Adolescent Health, 42(4), 344–351. http://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2007.08.026.

Levine, D. (2011). Using technology, new media, and mobile for sexual and reproductive health. Sexuality Research and Social Policy, 8, 18-26. DOI 10.1007/s13178-011-0040-7

Lezin, N., Rolleri, L. A., Bean, S., & Taylor, J. (2004). Parent-child connectednes : Implications for research, interventions, and positive impacts on adolescent health. ETR Associates.

Lindberg, L. D., Maddow-Zimet, I., & Boonstra, H. (2012). Consequences of sex education on teen and young adult sexual behaviors and outcomes. The Journal of Adolescent Health, 51, 332-338. http://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2011.12.028.

McKay, M., Davis, M., & Fanning, P. (2009). Messages: The communication skills book. New Harbinger Publication.

Mertia, E.N., Hidayat, T. Yuliadi, I. (2011). Hubungan antara pengetahuan seksualitas dan kualitas komunikasi orang tua dan anak dengan perilaku seks bebas pada remaja siswa-siswi MAN Gondangrejo Karanganyar. Jurnal Wacana Psikologi, 3(2), 1-28.

Moawad, G.E.L. & Ebrahem, G.G.S. (2016). The relationship between use of technology and parent-adolescents social relationship. Journal of Education and Practice, 7 (14), 168 – 178.

Mueller, T.E., Gavin, L.E., & Kulkarni, A. (2008). The association between sex education and youth’s engagement in sexual intercourse, age at first intercourse, and birth control use at first sex. Journal of Adolescent Health,42 (1), 89 – 96.

Paramastri, I., Prawitasari, J. E., Prabandari, Y. S., & Ekowarni, E. (2011). Buklet sebagai media pencegahan terhadap kekerasan seksual pada anak-anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 6(2), 77-84.

Pop, M. V. & Rusu, A. S. (2015). The role of parents in shaping and improving the sexual health of children – lines of developing parental sexuality education programmes. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 209(July), 395–401.

Romero, T., Otgaar, H., & Landstrom, S. (2018). Coping with sexual abuse. Psychological Research on Urban Society, 1(1), 46 – 54.

Rosyidah, F.N. & Nurdin, M.F. (2018). Media sosial sebagai ruang baru dalam tindak pelecehan seksual remaja. Sosioglobal, 2(2), 38 – 48.

Santrock, J.W. (2007). Remaja. Erlangga.                                                

Solenta, V.A. (2019). Program “Kenari Duri” untuk meningkatkan pengetahuan Guru SLB tentang pencegahan kekerasan seksual bagi anak tunagrahita (Tesis master tidak dipublikasikan). Universitas Gadjah Mada.

Srivastava, P. & Panday, R. (2016). Psychoeducation an effective tool as treatment modality in mental health. The International Journal of Indian Psychology, 4(1), 123 – 130.

Vreeman, R.C., McCoy, B.M., & Lee, S. (2017). Mental health challenges among adolescents living with HIV. Journal of the International AIDS Society, 20(3), 25 – 31. http://doi.org/10.7448/IAS.20.4.21497

Walker, L.R.,  Rose, A.,  Squire, C.,  Koo, H.P. (2008). Parents’ views on sexual debut among pre-teen children in Washington, DC. Sex Education, 8(2), 169 – 185. 

Wooden, C. L., & Anderson, F. R., (2012). Engaging parents in reproductive health education: lessons learned implementing a parent designed,peer-led educational model for parents of preteens. American Journal of Sexuality Education, 7(4), 461-473.

WHO. (2018). Adolescent Pregnancy. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy, diakses 23 Maret 2019.

Yullidya, N. (2015). Pelatihan kesehatan reproduksi untuk meningkatkan komunikasi efektif orang tua kepada anak. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(2), 215 – 235.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.