Kesehatan Spiritual dan Kesiapan Lansia dalam Menghadapi Kematian

https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.28992

Ananda Ruth Naftali(1*), Yulius Yusak Ranimpi(2), M. Aziz Anwar(3)

(1) 
(2) Universitas Kristen Satya Wacana
(3) Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan, Salatiga
(*) Corresponding Author

Abstract


Spirituality is a harmonious relationship between man, nature and God. Spirituality has dimensions that provide power when facing emotional stress, physical illness and death and affects human life in every stage of its development, including the elderly. One of the issue often faced by the elderly is associated with their preparation in the face of death and one of the factors that affect is spirituality. The purpose of this research was to describe the spiritual health and readiness of the elderly to face of death, both the elderly who were in Panti Wredha Salib Putih Salatiga and the elderly who lived with her family in Getasan. This study used qualitative research methods with descriptive phenomenology approach and comparative study design. Participants in this study amounted to 6 participants, 3 participants who stay at home and 3 participants who stay at home with their family. The results showed that spiritual health is affected by the meaning of life, the concept of religion and divinity, social interaction, the concept of healthy and illness, well-being and spirituality, as well as readiness to face death.

Keywords


Kesehatan spiritual; lansia; kematian



References

Al-Isawi. (2005). Islam dan kesehatan jiwa. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar.

Asyafah, A. (2009). Proses kehidupan manusia dan nilai eksistensialnya. Bandung: Alfabeta, CV.

Azizah, L. M. (2011). Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bandiyah, S. (2013). Lanjut usia dan keperawatan gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.

Bastaman, H. (2007). Logoterapi :Psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Belsky, J. (1997). The adult experience. USA: West Publishing Company.

Benson, H. (2000). Dasar-dasar respons relaksasi. Bandung: Kaifa.

Boyles. (2008). For Happiness Seek Family Not Fortune Study Shows Family Relationships Bring Greater Happiness Than High Income. Diunduh dari https://www.webmd.com/balance/news/20080619/for-happiness-seek-family-not-fortune#1

Darmojo, R. B., Martono, H. H. (2004). Geriatri (Ilmu kesehatan usia lanjut) (Edisi ketiga). Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Duggleby, W., Hicks, D., Nekolaichuk, C., Holtslander, L., Williams, A., Chambers, T., Eby, J. (2012). Hope, older adults, and chronic illness: a metasynthesis of qualitative research. Journal of Advanced Nursing, 68(6), 1211-1223. doi: 10.1111/j.1365-2648.2011.05919

Efendi, F. & M. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas : Teori dan praktik dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Fitria, A. (2010). Interaksi sosial dan kualitas hidup lansia di panti werdha upt pelayanan sosial lanjut usia dan anak balita Binjai. Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Hamid, A. Y. S. (2009). Bunga rampai asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC.

Harapan, P., Sabrian, F., Utomo, W. (2014). Studi fenomenologi persepsi lansia dalam mempersiapkan diri menghadapi kematian. JOM Psik, 1(2).

Hasan, P. (2006). Psikologi perkembangan islami. Jakarta: Rajawali Press.

Hattori, A., Masuda, Y., Fetters, M. D., Uemura, K., Mogi, N., Kuzuya, M., Iguchi, A. (2005). A qualitative explo­ration of elderly patients preferences for end of life care. JMAJ, 48(8), 388-397.

Hidayat, K. (2006). Psikologi kematian: Mengubah ketakutan menjadi optimisme. Jakarta: Hikmah.

Indonesia, D. K. R. (2009). Kesehatan Lansia Nasional. Jakarta.

Irfani, N. (2008). Hubungan antara persepsi terhadap kematian dengan ketakutan akan kematian pada wanita penderita kanker payudara. Artikel (Tidak Diterbitkan). Fakultas Psikologi Univer­sitas Gunadarma.

Isnaeni, H. (2012). Kebahagiaan lansia yang tinggal di panti wreda. Skripsi. Sura­karta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Jafar, N. (2011). Pengalaman lanjut usia mendapatkan dukungan keluarga. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(3), 157–164.

Kozier, J. B., Erb, G., Berman, J. A., Snyder, S. (2004). Fundamentals of Nursing: Conceps, proces, and practice. (Upper sad les piver, Ed.) (7th ed.). Pearson Education, Inc.

Lahey, B. (2003). Psychology an introduction. New York: Hill, McGraw.

Lee, K. (2009). East asian attitudes toward death-a search for the ways to help asian elderly dying in contemporary america. Retrieved from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20740092%0A

Lefrancois, G. (1993). The life span (4th ed.). California: Wadsworth, Inc.

Lubis, M. (2009). Nilai agama dalam kehidupan. Jurnal Multikultural dan Multireligius, 8(29).

Mahareza, Y. (2008). Perbedaan kualitas hidup lanjut usia yang tinggal di panti werdha dan yang tinggal bersama keluarga. Skripsi. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Meiner, S. (2006). Gerontologic nursing the (3rd ed.). United States of America: Mosby Inc.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Aksi nasional lanjut usia 2009-2014 sebagai pelaksanaan UU No. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia. Jakarta.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 tentang rencana aksi nasional kesehatan lanjut usia tahun 2016-2019. Jakarta.

Moleong, L. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho. (2008). Keperawatan Gerontologi (3rd ed.). Jakarta: EGC.

Permatasari, A. (2004). Pengaruh pemenuhan kebutuhan sosial terhadap kebermaknaan hidup penyandang cacat fisik. Retrieved from http://etd.library.ums.ac.id

Poerwadi, E. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Indone­sia.

Potter, P. A. & Perry, A. G. (2009). Buku ajar fundamental keperawatan (7th ed.). Jakarta: Salemba Medika.

Santoso, D. (2010). Kecemasan menjelang kematian pada lanjut usia. Tesis. Semarang. Universitas Katolik Soegija­pranata.

Santrock, J. (2002). Life–span development (6th ed.). New York: Brown and Benchmark Publisher.

Sarafino, E. (1998). Health psychology: biophychososial interaction. New York: Joh Wiley and Sons, Inc.

Setiti, S. (2007). Pelayanan lanjut usia berbasis kekerabatan (studi kasus pada lima wilayah di Indonesia). Jakarta: Puslitbang Kesejahteraan Sosial. Retrieved from http://www.depsos.go.id/unduh/.pdf

Setiyono, F. (2004). Kebermaknaan hidup para mediator. Skripsi. (Tidak Diterbi­tkan) Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Silalahi, U. (2009). Metode penelitian sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sneesby, L., Satchell, R., Good, P., van der Riet P. (2011). Death and dying in Australia: Perceptions of a Sudanese community. 67(12):2696-702. doi: 10.1111/j.1365-2648.2011.05775.x.

Solita, S. (2007). Sosiologi kesehatan beberapa konsep beserta aplikasinya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Stanley, M. & Beare, P. G. (2007). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuan­titatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

T. M. Marwanti. (1997). Kondisi kehidupan lanjut usia di dalam panti (Studi kasus lanjut usia di panti werdha Karitas dan Nazaret Bandung). Tesis. Program Magister Ilmu-Ilmu Sosial Bidang Kajian Utama Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia.

Tamher, S., & N. (2009). Kesehatan usia lanjut dengan pendekatan asuhan keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Taylor, C. R., Lillis, C, LeMone P & Lynn, P. (2011). Fundamentals of nursing: The art and science of nursing. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Tischler, L. (2002). The growing interest in spirituality in business: A long-term socio-economic explanation. Journal of Organization Change Management. 12(4), 273-279

Wahyuni, S. (2007). Pengaruh logoterapi terhadap peningkatan (kemampuan kognitif dan perilaku) pada lansia dengan harga diri rendah di panti wreda Pekanbaru Riau. Tesis. Jakarta : Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.

Westburg, N. (2003). Hope, laughter and humor in residents and staff at an assisted living facility. Journal of Mental Health Counselling, 25(1), 16–32.

Wijaya. F. S. and Safitri, R. M. (2010). Persepsi terhadap kematian dan kecemasan menghadapi kematian pada lanjut usia. Jurnal Insight. 3(2).

Wiryasaputra, T. S. (2006). Ready to care: Pendampingan dan konseling psikologi. Yogyakarta: Galangpress.

Wong, D. (2008). Buku ajar keperawatan pediatrik (6th ed.). Jakarta: EGC.

Wood, G. L. & Haber, J. (2006). Nursing research : Methods and critical appraisal for evidence-based practice (6th ed.). St. Louis, Missouri: Mosby.



DOI: https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.28992

Article Metrics

Abstract views : 1295 | views : 8376

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Buletin Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Abstracted/Indexed by:

                              
Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats

 Publish by Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada
Street. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta, 55781
Room UP4; Building A 2nd Floor Telp. +6285647423975 (WhatsApp Only); +62274-550435 (Call); +62274 550436 (Fax)
email:buletinpsikologi@ugm.ac.id | http://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi


Creative Commons License
Copyright of Buletin Psikologi ISSN 2528-5858 (Online) ISSN 0854-7106 (Print)