OTORITARIANISME DAN DUKUNGAN TERHADAP DEMOKRASI: KAJIAN META ANALISIS

https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.22771

Victorius Didik Suryo Hartoko(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Demokrasi bukan hanya merupakan bentuk pemerintahan, tetapi sekaligus merupakan cara hidup atau kebudayaan. Pemerintahan yang demokratis membutuhkan masyarakat yang mendukung nilai-nilai utama demokrasi yaitu, kebebasan sipil dan hak asasi manusia. Tantangan yang terberat adalah ketika sistem demokrasi diterapkan dalam masyarakat yang memiliki kecenderungan kuat untuk bersikap otoritarian, yaitu kecenderungan untuk bersikap submisif dan taat terhadap orang yang kuat, bersikap konservatif, serta menindas kelompok-kelompok yang melanggar norma sosial, orang asing maupun kelompok-kelompok yang inferior.
Kajian meta analisis ini diarahkan untuk memeriksa hubungan antara kecenderungan otoritarianisme dengan kecenderungan untuk mendukung demokrasi atau sebaliknya anti demokrasi. Di dalam meta analisis ini gejala dukungan terhadap demokrasi mencakup beberapa variabel seperti: dukungan terhadap nilai-nilai demokrasi, sikap terhadap pelanggaran hak asasi manusia, sikap-sikap toleransi / intoleransi yang meliputi diskriminasi terhadap homoseksual, diskriminasi terhadap perempuan, imigran dan minoritas. Gejala otoritarianisme mencakup variabel-variabel seperti otoritarianisme sayap kanan atau Right Wing Authoritarianisme (RWA), konservatisme, dan predisposisi otoritarianisme yang diukur dengan nilai-nilai pengasuhan anak (authoritarianism index).
Dari 69 artikel (total 117 studi; N= 74432) yang relevan ditemukan bahwa otoritarianisme berkorelasi negative dengan dukungan terhadap nilai-nilai demokratis secara keseluruhan dengan nilai rerata r= -0.3889 dengan interval kepercayaan sebesar -0,414 sd -0,363 (p< 0,05) . Hubungan-bungan tersebut bersifat heterogen (nilai Q= 14581,9). Dengan kata lain terdapat beberapa faktor yang memoderasikan hubungan antara otoritarianisme dengan demokrasi. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan otoritarian dapat menjadi penghalang bagi tumbuhnya iklim demokrasi.
Kata Kunci: Demokrasi; diskriminasi; dominasi; Hak-hak sipil; hak-hak asasi manusia; meta analisis; otoritarianisme; otonomi pribadi-moral;


Keywords


Authoritarianism; democracy;civil liberty

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.22771

Article Metrics

Abstract views : 73 | views : 54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Buletin Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Buletin Psikologi Terindeks di:

      

   

     

View My Stats

©Copyright pada Buletin Psikologi UGM supported by OJS


Buletin Psikologi  ISSN 2528-5858 (online) ISSN 0854-7108 (print)
 diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
Jln. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta, 55781
Gedung A Lantai 2 Ruang UP4 Telp. +62274 6492234 ext. 152; Fax: +62274 550436
email:buletinpsikologi@ugm.ac.id | http://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi



Creative Commons License

Buletin Psikologi by http://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.