Bioanthropologi dan Kemiskinan



T. Jacob T. Jacob(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Bioanthropologi atau anthropologi biologis (yang lebih kita kenal dengan nama anthropologi ragawi) menaruh mina[ pada variasi biologis populasi manusia dan sebab-musababnya. Pada urnumnya yang dipelajari adalah populasi yang sehat, tetapi, dengan sengaja atau tidak, telah dipelajari pula populasi-populasi dalam berbagai tingkat kesehatan, termasuk sisa-sisa populasi masa lampau; ditinjau dari sudut sekarang, tentu saja populasi yang sudah punah atau mati tidak memiliki kesehatan, tetapi waktu meninggalnya dulu, is juga berada dalam berbagai tingkat kesehatan.
Kemiskinan adalah ketiadaan sesuatu di bawah tingkat tertentu, di bawah garis kemiskinan, terutama dari segi ekonomis, jadi tiadanya harta. Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin, mungkin dua pertiganya. Kemiskinan itu kita ketahui berpengaruh dalam aspek-aspek sosial, budaya dan biologis. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau persoalan kemiskinan ini menarik perhatian bioanthropologi pula; banyak penelitian bioanthropologi, sengaja atau tidak, menyelidiki populasi yang miskin.
Sepintas ialu kemiskinan sekarang kelihatan ada hubungannya dengan geografi (negeri-negeri selatan, negeri-negeri tropis), ras (Negroid, Monggoloid) dan pedesaan (populasi rural). Kalau ditinjau lebih mendalam, hubunganhubungan itu ternyata lebih komplex. Dalam sejarah manusia kemiskinan pernah terdapat di mana-mana dan kiranya masih akan terdapat juga hingga masa depan yang jauh.





Article Metrics

Abstract views : 221 | views : 113




Copyright (c)



      

Creative Commons License
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) by  Universitas Gadjah Mada is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.ugm.ac.id/bik/.