Sejarah Pendidikan Dokter di Indonesia



Radiopoetro Radiopoetro(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


i dalam tahun 1811 di Jawa sudah ada juru cacar (vaccinateur) Jawi Di dalam tahun 1820. diadakan pengajaran untuk rnenghasilkan juru cacar oleh pegawai pengawas.(opzicuers) vaksinasi. Di dalam tahun .1847, oleh karena berjangkitnya berbagai penyakit di daerah Banyumas, pemerintah Hindia Belanda ine-liyaran6n kepada Kepala Jawatan Kesehatan (Chef Geneeskundige BienSt) Dr. W. Bosch untuk menibagi-bagi kepada Kepala-Kepala Desa 'suatu
pp:Icrian singkat di dalam bahasa jawa dan Melayu:.rnengenai cara mempertahankan kesehatan dan cara mernakai jamu pribumi ,dan obat-obat yang mahal.Saran ini dipakai oleh Bosch untuk mengusulkan membentuk
·suatu korps dokter, yang berasal dari penduduk pribumi, yang dapat, mernenuhi kebutuhan akan periolongan dokter yang memadai.Pada -tanggal 9711 ..Qktober 1847 Bosch mengusulkan pada. pemerintah untuk mendidik pernuda-pemuda berasal penduduk jawa yang dapat rnembaca dan menulis bahasa jawa dan Melayu dan mempunyai bakat dan bersedia menjadi dokter-dokter praktek (practische geneesheren) pada rumah-rumah sakit militer , di jawa sesuai Idengan. suatu keputusan pemerintah (gouvernementsriesfuli): tanggal2 Januari 1899, no 22,. Di Jakarta (pada waktu itu disebut Weltevreden), pada bulan Januari 1851. di rumah sakit . mititer dibuka sekolah yang dimaksudkan di dalam keputusan pemerintah itu





Article Metrics

Abstract views : 3927 | views : 2003




Copyright (c)



View My Stats

 

Creative Commons License
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) by  Universitas Gadjah Mada is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.ugm.ac.id/bik/.