Antifilarial Activity of Diethylcarbamazine in Brugia Pahangi Aedes Togoi Model Infection



Sugeng Juwono Mardihusodo Sugeng Juwono Mardihusodo(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Sejak tahun 1947 dietilkarbamasin (DEC) diketahui khasiatnya sebagai antifilarial. Penelitian lanjutannya :ebih banyak mengarah kepada khasiatnya sebagai mikrofilarisida dan makrofilarisida pada Venebrata. Kejelasan aktivitas DEC terhadap stadia perkembangan cacing filaria dalam nyamuk Vektomya sangat sedikit diketahui, yang sebenamya juga penting untuk mengungkap makna obat itu dalam pengendalian penularan filariasis. Penelitian ini bedujuan untuk mengungkap lebih rind tentang daya DEC sebagai filarisida pada nyamuk Acdcs togoi yang diinfeksi dengan Brttgia pahangi.
Penelitian dilaksanakan dengan memberikan pakan secara langsung kepada Ae. togoi yang dikolonisasi dengan larutan DEC dalam air sukrose 10% dengan konsentrasi 200, 100, 50 dan 0 mg%. Angka modalitas (AM), angka infeksi (Al), angka infektif (Alm), jurnlah larva per nyamuk terinfeksi (JUN), jumlah larva infektif per nyamuk terinfeksi (JL1PN), perlyebaran larva B. pahangi dalam tubuh nyamuk, dan ukuran (panjang badan) larvae, setelah nyamuk Ae. togoi dikolonisasi selama 12 hari setelah pemberian pakan darah infeks dan kucing yang terinfeksi B. pahangi, di tetapkan.
Pedambahan AM nyamuk Ae. togoi yang tanpa maupun dengan infeksi B. pahangi tidak bermakna, dan tidak bergantung kepada konsentrasi DEC, menunjukkan bahwa DEC tidak bersifat insektisidal. Perbedaan di antara AM nyamuk tanpa dan dengan infeksi filarial diduga karena daya merusak filaria parasit selama perkembangan dan migrasi dalam tubuh nyamuk.
Al dan Aln nyata menurun pada had ke 12. Larva H (U) B. palzangi masih ditemukan dalam tubuh Ae. togoi yang diberi pakan larutan DEC selama 12 hari; hal ini mengesankan bahwa DEC menghambat perkembangan sebagian larvae B. pahangi. Selama 12 hari persentase larvae B. pahattgi di bagian kepala nyamuk Ae. togoi nyata lebih rendah daripada yang pada nyamuk pembanding; hal ini menunjukkan hahwa DEC juga menghambat migrasi sebagian larvae filaria. Disimpulkan hahwa DEC nyata berIchasiat parsial sebagai anti filarial pada infeksi model B. pahangi - Ae. togoi.

Key Words: diethylkarbamazine B. pahangi Ae. togoi insecticidal effect inhibitory effect





Article Metrics

Abstract views : 243 | views : 96




Copyright (c)



View My Stats

 

Creative Commons License
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) by  Universitas Gadjah Mada is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.ugm.ac.id/bik/.