Clinical aspects of gastrointestinal lymphoma



Teguh Aryodono Teguh Aryandono(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Diagnosis sebagian besar limtoma gastrointestinal hanya dapat ditegakkan dengan laparotomi. Duapuluh empat penderita limtoma gastrointestinal primer diteliti. Penderita dikelompokkan menurut umur, jenis kelamin, keluhan, adanya simtom B (demam, penurunan berat badan, dan keringat malam), lokasi tumor, tindakan bedah, diagnosis histopatologis menurut International Working Formulation, dan terapi.
Dari 16 orang penderita laki-laki, umur antara 6,5 - 76 tahun dengan rerata 44,7 tahun, lama keluhan pada 10 penderita tidak Iebih dari 6 bulan, hanya terdapat 8 penderita dengan simtom B.
Lima betas penderita dengan keluhan massa pada abdomen, 5 dengan gangguan pola pencernaan, 4 dengan obstruksi, dan sakit perut pada 10 penderita. Biopsi laparotomi dikerjakan pada 16 penderita dan reseksi hanya dapat dikerjakan pada 6 penderita. Dua penderita dilakukan apendektomi karena gejala yang mirip dengan apendisitis. Menurut International Working Formulation, 17 penderita dengan derajat keganasan sedang, 5 dengan derajal keganasan tinggi dan 2 dengan derajat keganasan rendah. Hanya 9 penderita mendapat kemoterapi dengan sikiotostamid, vinkristin dan prednisolon dan hanya 3 penderita mendapatkan 3 siklus atau Iebih 
kemoterapi.

Key Words : gastrointestinal lymphoma -- laparotomy -- chemotherapy -- working formulation.





Article Metrics

Abstract views : 241 | views : 123




Copyright (c)



View My Stats

 

Creative Commons License
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) by  Universitas Gadjah Mada is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.ugm.ac.id/bik/.