Manajemen Jalan Nafas pada Pasien dengan Sindroma Crouzon
Abstrak
penutupan prematur dari sutura koronal (sinostosis), atau pada kejadian yang lebih jarang sutura sagital atau lambdoidal dari kranium. Halini menyebabkan munculnya gambaran dismorfik tengkorak dan wajah, dengan dahi tinggi, oksiput pipih dan brachycephaly. Selain kraniosinostosis, anak-anak yang terkena mungkin juga mengalami fusi abnormal tulang dasar tengkorak dan bagian tengah, mengakibatkan hipoplasia rahang atas, langit-langit yang melengkung tinggi dan orbita yang dangkal, menyebabkan eksoftalmos yang menonjol. Adanya kelainan pada fitur wajah ini dapat berimplikasi pada penanganan jalan nafas yang sulit. Kasus dengan pasien seorang perempuan usia 4 tahun dengan keluhan kepala yang membesar sejak usia 1 tahun. Pasien memiliki riwayat terdiagnosis sindroma Crouzon.
Copyright (c) 2021 Djayanti Sari, Yunita Widyastuti, Fachsyar Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Contributor and the company/institution agree that all copies of the Final Published
Version or any part thereof distributed or posted by them in print or electronic format as permitted herein will include the notice of copyright as stipulated in the Journal and a full citation to the Journal.












