Gagal Spinal pada Operasi Sectio Caesarea
Abstrak
Blok subarachnoid atau blok spinal merupakan teknik anestesi yang mudah dan aman untuk dipilih pada operasi sectio caesarea. Teknik ini menghasilkan anestesi yang baik, mengurangi resiko yang berhubungan dengan general anestesi dan menaikkna tingkat kepuasan pasien yang menjalani persalinan, berhubungan dengan rendahnya angka morbiditas intra operatif dan paska operatif. Teknik spinal sangatlah sederhana, memiliki onset blokade sensoris yang cepat, mudah untuk menghasilkan kondisi medan operasi yang optimal menjadi beberapa alasan pemilihan teknik anestesi spinal dibandingkan teknik anestesi yang lain. Meskipun demikian, teknik spinal anestesi juga memilki resiko kegagalan yang dilaporkan mencapai 1-17%. Gagal spinal anestesi dapat di artkan gagal parsial atau tidak lengkap terhadap blok yang dihasilkan setelah 15-20 menit obat di masukan dan membutuhkan tambahan berupa obat analgesic atau konversi menjadi general anesthesi. Gagal spinal anestesi menghasilkan rasa tidak nyaman terhadap pasien dan situasi yang rumit bagi ahli anestesi. Manajemen gagal spinal selama operasi sectio caesarea meliputi tindakan spinal ulang, memberi obat sedasi ataupun konversi menjadi general anestesi bisa berdampak negative terhadap pasien dan bayi yang dilahirkan. Hal ini dapat mengurangi tingkat kepuasan pasien, manajemen nyeri yang tidak adekuat, sedasi pada bayi (pada kasus konversi menjadi general anestesi), tidak optimal kondisi anestesi yang dihasilkan dan medan operasi.
Copyright (c) 2022 Calcarina Fitriani Retno Wisudarti, Yusmein Uyun, F uad Cipto Utomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Contributor and the company/institution agree that all copies of the Final Published
Version or any part thereof distributed or posted by them in print or electronic format as permitted herein will include the notice of copyright as stipulated in the Journal and a full citation to the Journal.












