A Critical Analysis of Collaborative Approaches
Corresponding Author(s) : Fitriana Arum Dita Rukmana
PCD Journal,
Vol 13 No 2 (2025): PCD Journal Vol. 13 No. 2 2025
Abstract
This article analyses the critical collaboration between the civil community and the government. Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), in association with the Environmental Agency of Sleman regency, endeavors to resolve the environmental issue of river water pollution that occurs around Sleman regency. This collaboration between was analysed by looking at the critical engagement of FKSS and employing social movement theory. This theory is relevant because it explains how collective community actions can influence policy and governance processes. River water pollution is a persistent environmental issue in many developing regions, including Indonesia, where local community involvement in governance is still limited. This article employs a case study research method and follows qualitative research principles. Data for this study were collected through observation, interviews, and a review with relevant literature. The interviews were conducted with six participants. The research concludes that FKSS functions not as a governmental instrument for issue resolution but as a cooperative partner in governance. FKSS also granted specific authority to engage in the decision-making process, collaborate as a governmental partner, and critically evaluate governmental policies. The findings provide insight for policymakers seeking to strengthen community-based environmental governance.
Keywords
Download Citation
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- Brontowiyono, W., Kasam, Ribut, & Ike, A. (2013). Strategi Penurunan Pencemaran Limbah Domestik di Sungai Code DIY. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 5(1), 38-39. Retrieved from https://journal.uii.ac.id/JSTL/article/view/3501/3094
- Hadi, O. H. (2010). Peran Masyarakat Sipil Dalam Proses Demokratisasi. Makara: Sosial Humaniora, 14, (2). 117-129. doi:10.7454/mssh.v14i2.674
- Indah, R. N., Prihatin, E. S., & Hardjanto, U. S. (2016). Pelaksanaan Tugas Badan Lingkungan Daerah dalam Bidang Pengawasan dan Pengendalian Limbah Cair di Kabupaten Tangerang Menurut UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Diponegoro Law Journal, 5, (3) 1-10. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/12256/11906
- Kurniawan, A., Sembiring, M. A., Nababan, M. J., & Edison, M. J. (2023). Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia. MOTEKAR: Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur, 1(2), 398. doi:10.57235/motekar.v1i2.1296
- Mudhoffir, A. M. (2011). Governmentality dan Pemberdayaan dalam Advokasi Lingkungan: Kasus Lumpur Lapindo. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 16(1), 1-27. doi:10.7454/MJS.v16i1.1203
- Mulyandari, H. (2011). Upaya Pengelolaan Lahan Bangunan Pada Bantaran Sungai Berbasis Lingkungan di Kabupaten Sleman DIY. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, 13(1), 31-40. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jtsp/article/view/7061
- Nugroho, A. (2015). Geliat Organisasi Pemuda Lingkungan (OPL) dalam Ranah Gerakan Lingkungan di Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 9 (1), 135-137. doi:10.14421/jsa.2015.091-07
- Nugroho, A. (2017). Komunitas Muda Urban Mengelola Sampah: Kajian Partisipatoris Gerakan Peduli Sampah Nasional di Kota Yogyakarta. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 4 (1), 110. doi:10.22146/jps.v4i1.23633
- Porta, D. D., & Diani, M. (1999). Social Movement: An Introduction. Oxford: Blackwell.
- Putra, F. (2006). Gerakan Sosial: Konsep, Strategi, Aktor, Hambatan, dan Tantangan Gerakan Sosial di Indonesia. Malang, Indonesia: Aveross Press.
- Riley, J. M. (2002). Stakeholders in Rural Development: Critical Collaboration in State-NGO Partnership. New Delhi, India: Sage Publications.
- Safrani, M., & Putri, E. S. (2019). Pelatihan Pembuatan Septic Tank Sehat Sebagai Upaya Meningkatkan Sanitasi Di Desa Lueng Baro Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 2(3), 312-320. doi:10.22437/jkam.v3i2.8505
- Suharko. (1998). Model-Model Gerakan NGO Lingkungan. Jurnal JSP, 2(1), 42. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11158
- Suharko. (2006). Gerakan Sosial Baru di Indonesia: Repertoar Gerakan Petani. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 10(1), 3-9. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/11020
- Suharko, & Kusumadewi, C. D. (2019). Organisasi Masyarakat Sipil dan Restorasi Sungai: Studi Pada Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda. Sosiologi Reflektif, 14(1), 83-88. doi:10.14421/jsr.v14i1.1677
- Tarrow, S. (1998). Power in Movement: Social Movement and Contentious Politics. Cambridge: Cambridge University Press.
- Yuanjaya, P. (2015). Modal Sosial dalam Gerakan Lingkungan: Studi Kasus di Kampung Gambiran dan Gondolayu Lor, Kota Yogyakarta. Jurnal Kajian Ilmu Administrasi Negara, 3(1), 59-60. doi:10.21831/jnp.v3i1.11958
- Yuliana, S., Arc, R. A., & Oswan, J. (2022). Pelanggaran Hak Manusia dalam Mempertahankan Lingkungan Hidup menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 07(01), 41-43. doi:10.24967/jcs.v7i1.1661
- Yuniarti, E. (2019). Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Retrieved from https://dlhk.jogjaprov.go.id/blog/topic/290