Evaluasi Ekonomi Kawasan Tambak dan Mangrove Pasca Bencana Lumpur di Muara Sungai Porongkabupaten Sidoarjo Jawa Timur

https://doi.org/10.22146/mgi.13429

Taufik Hidayatullah(1*)

(1) Badan Informasi Geospasial, Cibinong
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Kawasan ekosistem mangrove dan budidaya tambak di muara Delta Porong Kecamatan Jabon memiliki risiko untuk mengalami pencemaran yang dibawa oleh adanya banjir pasang akibat adanya pembuangan Lumpur Sidoarjo.Tujuan penelitian ini mengidentifikasi banjir pasang di pesisir sekitar muara Sungai Porong yang diperkirakan terkontaminasi Lumpur Sidoarjo dan melakukan evaluasi ekonomi kawasan tambak dan mangrove di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.Metode yang digunakan untuk identifikasi adanya genangan banjir pasang menggunakan model banjir dengan menggunakan data ketinggian RBI yang dirubah menjadi Data DEM dan informasi pasang tertinggi yang didapatkan dari masyarakat dalam mengaplikasikannya dalam model genangan banjir. Informasi penutup lahan diekstrak dari citra Landsat dan Geoeye dengan digitasi on-screen. Estimasi ekonomi tambak didasarkan atas nilai usaha budidaya tambak terutama udang windu dan bandeng, sedangkan estimasi nilai ekonomi mangrove berdasarkan metode benefit transfer. Hasil penelitian berdasarkan model genangan menunjukkan adanya penurunan luas tambak produktif dari 5.010,49 Ha menjadi 4.473,05 Ha (skenario tinggi genangan 60 cm) dan 1.630,82 Ha (skenario tinggi genangan 80 cm). Hal ini berakibat pada penurunan nilai ekonomi tambak dari Rp 299.126.432.100,- menjadi Rp 126.139.981.800,- dan Rp 45.989.124.000,-. Sedangkan luas hutan mangrove justru meningkat berdasarkan hasil interpretasi penutup lahan dari estimasi luas 374,58 Ha menjadi 571,30 Ha dengan estimasi nilai ekonomi Rp 35.769.530.456,28,- menjadi Rp 54.554.597.711,07,-.

 

ABSTRACT Mangrove ecosystem and aquaculture in estuaries Delta Porong Jabon sub-district are at risk for experiencing pollution brought by the flooding caused by the disposal Sidoarjo Mud-vulcano. This study aim to identify coastal flooding of  contaminated Sidoarjo Mud-vulcano around the mouth of the River Porong and estimate the economic value of fish-ponds and mangrove areas in the district of Sidoarjo regency Jabon. The method used to identify the inundation flooding using flood models using elevation data RBI converted into DEM data and information obtained from the highest tides in the community to apply in the flood inundation model. Land cover information was extracted from Landsat and Geoeye image through on-screen digitizing. Estimated farm economy is based on the business value of aquaculture, especially shrimp and milkfish, while the economic value of mangrove based on benefit transfer method. The results based on the model showed a decrease of productive fish-pond from 5,010.49 Ha to 4,473.05 Ha (60 cm inundation scenario) and 1,630.82 Ha (80 cm inundation scenario). The effect will decrease the estimated economic value of the fish pond, from Rp 299,126,432,100,- to Rp 126,139,981,800 and Rp 45,989,124,000,-. Meanwhile the mangrove forests area have increased from 374,58 ha to 571.30 Ha based on the interpretation of land cover and it will increase the estimated economic value of mangrove from Rp 35,769,530,456.28,- to Rp 54,554,597,711.07,-


Keywords


benefit transfer; Lumpur Sidoarjo; mangrove; tambak; benefit transfer; SidoarjoMud-vulcano; fish-pond, mangrove




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13429

Article Metrics

Abstract views : 696 | views : 1031

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI