Karakteristik Permukiman pada Wilayah Rawan Tanah Longsor di Desa Cibanteng, Cianjur, Jawa Barat

https://doi.org/10.22146/mgi.13073

Desy Puspita(1*), M.H. Dewi Susilowati(2), Eko Kusratmoko(3)

(1) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Indonesia
(2) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Indonesia
(3) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Tanah longsor sering terjadi di Desa Cibanteng yang dapat memperhatikan bukan hanya desa tetapi manusianya. Sebagai desa yang rawan longsor, Desa Cibanteng dicirikan oleh wilayah padat penduduk yang tersebar pada lereng-lereng yang berpotensi mengalami longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ruang wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sedang, dan rendah sehingga dapat diketahui sebaran permukiman yang berada di masing-masing tingkat kerawanan. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data dari beberapa instansi. Data yang terkumpul diolah menggunakan Ms. Excel dan ArcGIS 10.1 dengan metode pengharkatan, pembobotan, dan overlay untuk menghasilkan peta wilayah rawan tanah longsor. Parameter yang digunakan antara lain lereng, penggunaan lahan, dan riwayat longsor, serta peta karakteristik permukiman. Hasil yang diperoleh yaitu masih adanya permukiman yang dapat membahayakan keselamatan hidup penduduk di Desa Cibanteng, khususnya pada wilayah rawan longsor tingkat tinggi, dengan karakteristik berupa kerapatan rumah tinggi, serta jumlah rumah non panggung dan berdinding tembok yang relatif besar. Kondisi yang demikian menunjukkan mitigasi tingkat 1 dan 2, yang berarti bahwa daerah tersebut prioritas utama dalam proses mitigasi sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Daerah yang termasuk dalam kategori tersebut adalah Kampung Gulingmunding dan Kampung Sukamulya.

 

ABSTRACT Landslides often occur in the village Cibanteng which to be attention not only the village but humans. As  the village has prone of the landslide, Cibanteng village was characterized by densely populated areas spread on slopes that have potential to come through landslides. The aim of this study determine characteristics of region has impact in high, medium, and low so that it can be seen distribution of settlements in each level of vulnerability. This research method is field observations, interviews, and collect data from several agencies. Data has collected then processing use Ms. Excel and ArcGIS 10.1 with scoring, weighting, and overlay to produce a map of landslide vulnerability. Parameters used include slope, land use, history of landslides, and characteristic settlements map. The results are the settlements could endanger safety of life in Cibanteng village, especially in area has high vulnerability with the characteristics of high density populated, and the amount of non-stage houses and a relatively large wall. This conditions indicate mitigation levels 1 and 2, which means the area is a priority in process of mitigation as disaster risk reduction. Areas  which include that are Gulingmunding and Kampung Kampung Sukamulya.

 


Keywords


bencana; karakteristik permukiman; mitigasi; penduduk; wilayah rawan tanah longsor ; disaster, characteristic settlement, mitigation, population, landslide vulnerable area




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13073

Article Metrics

Abstract views : 2778 | views : 796

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI