Hubungan Demografi Masyarakat dengan Pengetahuan Penggunaan Alat Glukometer di Kelurahan Duren Sawit

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i1.81857

Aries Meryta(1*), M. Fathan N.U.(2), Erna Prihandiwati(3)

(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA
(2) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA
(3) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
(*) Corresponding Author

Abstract


Diabetes  adalah  penyakit kronis dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia dan merupakan masalah serius bagi masyarakat Indonesia terutama di daerah perkotaan. Menurut WHO Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah China, India, USA, Brazil, Rusia dan Mexico. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang glukometer di RW 03 Kelurahan Duren Sawit bulan Juni 2022. Alat Glukometer memiliki cara kerja sistematik ketika memantau kadar gula darah. Saat mengukur kadar glukosa darah, anda perlu mengambil sampel darah dengan alat jarum suntik. Setelah itu, tempelkan sampel darah secukupnya pada  strip tes gula darah yang terpasang pada glucometer. Penelitian ini menggunakan metode korelatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan didapatkan responden sebanyak 368 orang. Masyarakat umumnya memiliki  pengetahuan cukup dengan mengetahui dan memahami penggunaan alat glucometer sebesar 91%, sehingga dapat dikategorikan memiliki pengetahuan cukup. Ketika dilakukan Analisa hubungan antara faktor demografi berupa usia dan tingkat Pendidikan menyatakan bahwa tidak ada korelasi antara usia dan tingkat Pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan glukometer.

Keywords


Diabetes Melitus; Pengetahuan; Glukometer

Full Text:

PDF


References

Fadilah NA, Saraswati LD, Adi MS. Gambaran karakteristik dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada wanita (Studi di RSUD Kardinah Kota Tegal). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip). 2016;4(1):176-83.

Dewi R. Hubungan Antara Pemantauan Glukosa Darah Mandiri dengan Hipoglikemia pada Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Kebun Jeruk. Indian J Nat Sci. 2016;1:92-6.

Rakhmat A. Gambaran Self care Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di RSUD Labuang Baji Makassar. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan. 2021;1(1):13-8.

Kshanti IAM, Wibudi A, Sibarani RP, Saraswati MR, Dwipayana IMP, Mahmudji HA, et al. Pedoman Pemantauan Glukosa Mandiri. Jakarta: PB Perkeni; 2019.

Akbar A, Haskas Y, Hasyari M. Analisis Perilaku Pengendalian Diabetes Melitus Tipe II Berdasarkan Komplikasi JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan. 2021;1(2):170-4.

Sample Size Calculator [Available from: https://www.calculator.net/sample-size-calculator.html?type=1&cl=95&ci=5&pp=50&ps=&x=67&y=28.

Budiman RA. Kapita selekta kuesioner: pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. 2013;2013:P4-8.

Budiman V, Agung H, Leksmono YSH. Aplikasi Berbasis Android Untuk Mencari Lokasi Puskesmas Terdekat Dengan Algoritma a-Star Di Provinsi Dki Jakarta. JUST IT: Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi dan Komputer. 2018;9(1):39-48.

Notoatmodjo S. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i1.81857

Article Metrics

Abstract views : 403 | views : 468

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
Creative Commons Licence
 
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.