Kepuasan Pasien Ulkus Diabetik Yang Menjalani Outpatient Parenteral Antimicrobial Treatment di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.60276

Elma Viorentina Sembiring(1), Ika Puspitasari(2*), Rizka Humardewayanti Asdie(3), Hemi Sinorita(4)

(1) Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
(3) Panitia Pengendali Resistensi Antimikroba RSUP Dr Sardjito Yogyakarta
(4) Subdivisi Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam, FKKMK UGM Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Outpatient parenteral antimicrobial treatment (OPAT) merupakan pemberian terapi antimikroba parenteral tanpa rawat inap. Tujuan utama program OPAT adalah memungkinkan pasien memperoleh terapi antibiotik parenteral dengan aman dan efektif tanpa menjalani rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya pemberian antibiotika parenteral dan kepuasan pasien antara pasien ulkus diabetik terinfeksi yang memperoleh pelayanan rawat inap dan rawat jalan (OPAT). Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimental dengan pendekatan prospektif pada pasien ulkus diabetik di RSUP Dr. Sardjito. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling kuota yang dilakukan pada bulan September 2019 – September 2020. Kuesioner kepuasan pasien yang digunakan dalam penelitian ini ialah Patient Satisfaction Quetionare-18 (PSQ-18) versi bahasa Indonesia yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Uji Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien antara kedua kelompok. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 15 pasien pada kelompok OPAT dan 15 pasien pada kelompok kontrol (rawat inap). Pada penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayanan OPAT dan control adalah 4,66  ± 0,09 dan 4,69 ± 0,08. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kepuasan pasien yang mendapatkan pelayanan OPAT dengan pelayanan rawat inap (p = 0,817).


Keywords


kepuasan pasien; Outpatient parenteral antimicrobial therapy; ulkus diabetik

Full Text:

PDF


References

Battum, P. Van, Schaper, N., Prompers, L., Apelqvist, J., Jude, E., Piaggesi, A., … Huijberts, M. (2011). Differences in minor amputation rate in diabetic foot disease throughout Europe are in part explained by differences in disease severity at presentation. Diabetic Medicine, 28, 199–205. https://doi.org/10.1111/j.1464-5491.2010.03192.x

Chapman, A. L. N., Seaton, R. A., Cooper, M. A., Hedderwick, S., Goodall, V., & Reed, C. (2012). Good practice recommendations for outpatient parenteral antimicrobial therapy ( OPAT ) in adults in the UK : a consensus statement. Journal of Antimicrobial Chemotherapy, 67(January), 1053–1062. https://doi.org/10.1093/jac/dks003

Kementerian Kesehatan RI. (n.d.). Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Losby, J., & Wetmore, A. (2012). CDC Cofee Break: Using Likert Scales in Evaluation Surveys Work. Atlanta.

Psaltikidis, E. M., Nunes, E., Bustorff-, J. M., Moretti, M. L., & Resende, M. R. (2017). Economic evaluation of outpatient parenteral antimicrobial therapy: a systematic review. Expert Review of Pharmacoeconomics & Outcomes Research, 17(4), 355–375. https://doi.org/10.1080/14737167.2017.1360767

Umaroh, N. (2016). EVALUASI PEMBENTUKAN BIOFILM PADA BAKTERI PENYEBAB ULKUS DIABETIK DI POLI KAKI DIABETES RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA. Gadjah Mada University.

Wells, B. G., DiPiro, J. T., Terry L. Schwinghammer, & DiPiro, C. V. (2012). Pharmacotherapy Handbook (9th ed.). https://doi.org/10.1016/j.jbiomech.2008.06.013



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.60276

Article Metrics

Abstract views : 728 | views : 179

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License