Pola Pengobatan Pasien Skizoafektif Tipe Depresif di RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.59068

Yurida Ni'ma Annisa(1), Zullies Ikawati, Apt.(2*)

(1) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Tatalaksana depresi tunggal tanpa gejala psikotik erat kaitannya dengan antidepresan, namun identifikasi tatalaksana yang tepat khususnya pada sindroma depresi sebagai satu bagian gejala yang menyertai gangguan jiwa tentunya lebih rumit. Salah satu diagnosa terbanyak untuk gangguan jiwa yang disertai sindroma depresi adalah Skizoaktif Tipe Depresif/STD (F21.5). Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola pengobatan pasien STD yang diterapkan di RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan metode evaluasi deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data catatan rekam medis pasien dengan diagnosa STD yang menjalani terapi rawat jalan (RJ) dan atau rawat inap (RI) pada tanggal 1 Januari - 31 Desember 2018. Jumlah kasus STD dalam penelitian ini adalah 123 kasus yang terdiri dari 38 kasus RJ dan 85 kasus RI. Monoterapi dengan fluoksetin merupakan pola pengobatan antidepresan terbanyak di RJ (52,63%) dan RI (69,14%) dengan jumlah penggunaan antidepresan terbanyak adalah fluoksetin (77,14%). Penggunaan antipsikotik terbanyak adalah risperidon (32,13%) dengan terapi ajuvan yang paling umum digunakan adalah triheksifenidil (65,38%). Presentase kesesuaian terapi antidepresan adalah 100% sesuai obat pada seluruh kasus dan sebagian besar sesuai dosis dengan standar Kepmenkes dan guideline APA tahun 2010.


Keywords


skizoafektif tipe depresif; pola pengobatan; antidepresan; antipsikotik



References

Anonim, 2006, Depression Basics, National Institute Of Mental Health, 6(12), 50–62.

Anonim, 2007, Pharmaceutical Care untuk Penderita Gangguan Depresif, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 2013, Riset Kesehatan Dasar 2013, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Babinkostova, Z., & Stefanovski, B., 2011, Forms of Antipsychotic Therapy: Improved Individual Outcomes under Personalised Treatment of Schizophrenia Focused on Depression. EPMA Journal, 2(4), 391–402.

Dixon, L. B., & Perkins, D. O., 2010, Treatment of Patients with Schizophrenia, 2nd Ed., American Psychiatric Association, (2):1–184.

Gelenberg, A. J., Freeman, M. P., Markowitz, J. C., Rosenbaum, J. F., Thase, M. E., Trivedi, M. H., Schneck, C. D., & Silbersweig, D. A., 1993, Practice Guideline for Major Depressive Disorder in Adults, American Psychiatric Association, Am. J. Psychiatry, 150(4), 1–23.

Izáková, L., & Halaris, A., 2009, Combination Therapy or Monotherapy for The Depressed type  Schizoaffective Disorder. Neuropsych. Dis. Treat., 91–102.

Joshi, K., Lin, J., Lingohr-Smith, M., Fu, D. J., & Muser, E, 2016, Treatment Patterns and Antipsychotic Medication Adherence Among Commercially Insured Patients with Schizoaffective Disorder in The United States. J.  Clin. Psychopharmacol., 36(5), 429–435.

Keks N, Hope J, Keogh S., 2018, Switching and Stopping Antidepressants, Encephale, 44(4), 379–386.

Kumar, K. P. S., Srivastava, S., Paswan, S., & Dutta, A. S., 2012, Depression - Symptoms, Causes, Medications and Therapies, J. Pharm. Innov., 1(3).

Murru, A., Pacchiarotti, I., Nivoli, A. M. A., Grande, I., Colom, F., & Vieta, E., 2011, What We Know and What We don’t Know about The Treatment of Schizoaffective Disorder. Eur. Neuropsychopharmacol., 21(9), 680–690.

Teter CJ, Kando JC, Wells, BG., 2008, Depressive disorders (Dipiro JT, ed. Pharmacotherapy A Patophysiologic Approach) 7th ed., McGraw-Hill Companies, New York,  1126-1130.

Tripathi, A., Avasthi, A., Desousa, A., Bhagabati, D., Shah, N., Kallivayalil, R. A., Grover, S., Trivedi, J. K., & Shinfuku, N., 2016, Prescription Pattern of Antidepressants in Five Tertiary Care Psychiatric Centres of India, Indian J. Med. Res., 143(4), 507–513.

Vieta, E., 2010, Developing an Individualized Treatment Plan for Patients With Schizoaffective Disorder, J. Clin. Psychiat., 71(2), 14–19.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.59068

Article Metrics

Abstract views : 278

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License