Di Balik Layar Penyelundupan: Tokoh-Tokoh dalam Perdagangan Gelap Pemerintah Republik di Singapura, 1947-1949

https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.80452

Lesta Alfatiana(1*), Ayu Wulandari(2)

(1) Mahasiswa Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada
(2) Mahasiswa Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


This article discusses the figures who were involved in the smuggling of illegal trades carried out by the Republican Government during the revolutionary period of 1945-1949 in Singapore. Illegal trade is one of the Republican Government’s efforts to fill the void of state treasury after the imposition of an economic blockade by the Dutch Government during the revolutionary period. The economic blockade, especially on Sumatra, closed the flow of international trades entering Indonesia. Through this illegal trade, the Republican Government succeeded in filling the void in the state treasury and in providing financial support during the 1945-1949 revolution. However, the process of this illegal trade was carried out with great obstacles and challenges by several figures who made major contributions. Several figures known to have played an important role in this action include Ali Djajengprawira, Utoyo Ramelan, Zairin Zain, Suryono Darusman, R.E. Bajened, Dr. Samad, Joe Loh, Tan Chi Ku, and the last one is Djumbang Roesad.


Keywords


economy; figures; illegal trade; revolution; ekonomi; perdagangan gelap; revolusi; tokoh

Full Text:

PDF


References

Arsip

“Laporan tentang Pekerjaan di Singapore jang Dipimpin oleh Maj. Ali Djajengprawira Document No. 203 tertanggal 11 Oktober 1947” dalam Djogja Documenten No. 89: Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

“Surat dari Kepala Staf Angkatan Perang Kementerian Pertahanan kepada Mr. Utojo Ramelan, Wakil RI di Singapore, tertanggal 2 Mei 1948” dalam Djogja Documenten No. 179: Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

“Surat dari Kepala Staf Angkatan Perang Kementerian Pertahanan kepada Mr. Utojo Ramelan, Wakil RI di Singapore, tertanggal 2 Mei 1948” dalam Djogja Documenten No. 179: Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

“Telegram tertanggal 18 Mei 1949”, dalam Djogja Documenten No. 177: Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Surat Kabar

Morning Tribune. 31 Agustus 1948.

The Straits Times. 31 Agustus 1948.

Buku dan Artikel Ilmiah

Cheong, Yong M. (2003). The Indonesian Revolution and the Singapore Connection 1945-1949. Leiden: KITLV Press.

Departemen Luar Negeri Indonesia (1998). Visualisasi Diplomasi Indonesia, 1945-1995. Jakarta: PT Exatama Mediasindo.

Djumbang Roesad (1992). “Petualangan Mengawal Tongkang Singapura-Sumatra Ulang-Alik”, dalam Kustiniyati Mochtar (Ed.), Memoar Pejuang Republik Indonesia Seputar “Zaman Singapura” 1945-1970. Jakarta: Percetakan Ofsett KAWAL.

Julianto Ibrahim (2016). “Candu Dan Militer Keterlibatan Badan-Badan Perjuangan Dalam Perdagangan Candu Di Jawa Pada Masa Revolusi”, Kawistara 6, 1.

Julianto Ibrahim (2017). “Keterlibatan Pihak Asing dalam Perdagangan dan Penyelundupan Candu di Jawa pada Masa Revolusi (1945-1950)”, dalam Laporan Hasil Penelitian Peningkatan Kapasitas Dosen Muda. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Kuntowijoyo (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.

Kustiniyati Mochtar (Ed.) (1992). Memoar Pejuang Republik Indonesia Seputar “Zaman Singapura” 1945-1950. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Moerdiono (1997). “Sebuah Refleksi Ideologis tentang Revolusi Nasional Indonesia”, dalam Taufik Abdullah (Ed.), Denyut Nadi Revolusi Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Panitia Penulisan Sejarah Departemen Luar Negeri (1971). Dua Puluh Lima Tahun Departemen Luar Negeri, 1945-1970. Jakarta: Percetakan Ofsett KAWAL.

Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto (Eds.) (1984). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.

Reid, Anthony (1996). Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Penerbit Serambi.

Suhartono W. Pranoto (2001). Revolusi Agustus: Nasionalisme Terpasung dan Diplomasi Internasional. Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama.

Suryono Darusman (1992). “Operation Meriam Bee: Penyelundupan Senjata Terbesar”, dalam Kustiniyati Mochtar (Ed.), Memoar Pejuang Republik Indonesia Seputar “Zaman Singapura” 1945-1950”. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.



DOI: https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.80452

Article Metrics

Abstract views : 912 | views : 1248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Lembaran Sejarah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISSN 2620-5882(online) | © 2024 Lembaran Sejarah

View My Stats