Dari Mukjizat ke Pemerataan: Kajian Ekonomi Petani Indragiri Hulu 1980—2010

https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.33464

Zaiyardan Zubir(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Indonesian economic development in the Soeharto’s New Order brought a miracle and absolute poverty. In the case of Indragiri Hulu’s community farmer, that miracle looked up from the massive development oil palm plantation as well as the rapid growth of cities and liveliness of population around the plantation area. While absolute poverty was seen from the deprivation and deforestation of hutan lindung (protected forests), hutan larangan (prohibited forests), hutan adat (customary forests), and hutan ulayat also the expropriation of inhabitan’s land without compensation. Moreover, oil palm plantations changed the status of the surrounding community (from landowners to be labourers), eliminated their additional income, then caused bareforests and flood every rainy.

Keywords


oil palm; New Order; Indragiri Hulu; poverty; kelapa sawit; Orde Baru; Indragiri Hulu; kemiskinan

Full Text:

PDF


References

Adlin U. Lubis (1985). “Pasang Surut Perkembangan Perkebunan dan Produksi Kelapa Sawit di Indonesia Sebelum Perang sampai Pelita II serta

Permasalahannya,” dalam Proceding Simposium Kelapa Sawit di Medan 27-

Maret 1985.

Said Husein Alatas (1988). Mitos Pribumi Malas: Citra Orang Jawa, Melayu dan Filipina Dalam Kapitalisme Perkebunan. Jakarta: LP3S.

Bambang Purwanto. ”Sejarah Ekonomi Desa: Antara eksploitasi dan kesempatan”, Dinamika Pedesaan dan Kawasan UGM Yogyakarta. No. 1/01/2001.

Berger, Peter L (1982). Piramida Kurban Manusia: Etika Politik dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES.

Betty Tiominar (2011). Perkebunan dan Kemiskinan: Kisah Sebuah Kampung di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit. Jakarta: Down to Earth.

Breman, Jan (1997). Menjinakkan Sang Kuli, Politik Kolonial pada Awal Abad ke-20. Jakarta: Grafiti.

Biro Pusat Statistik (1976). Riau Dalam Angka 1976. Pekanbaru: Biro Pusat Statistik.

Biro Pusat Statistik (1978). Riau Dalam Angka 1978. Pekanbaru: Biro Pusat Statistik.

Biro Pusat Statistik (2008). Riau Dalam Angka, 2007. Pekanbaru: Biro Pusat Statistik.

Cissokho, Mamadou (2009). God is not a Peasant. Precence Africaine et Grad.

Colchester, Marcus dan Sophie Chao (eds) (2011). Ekspansi Kelapa Sawit di Asia Tenggara: Kecenderungan dan implikasi bagi masyarakat lokal dan masyarakat adat. Bogor: Perkumpulan Sawit Watch.

Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia (2011). Direktori Sawit Indonesia. Jakarta: Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia,

DPD APKASINDO Kabupaten Indagiri Hulu (2014). Daftar Perusahaan Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit. Rengat: DPD APKASINDO Kabupaten Indragiri Hulu.

Dwi Wulan Pujiriyani (dkk) (2014). Land Grabbing: Bibliografi Beranotasi. Yogyakarta: STPN Press.

Gilung (2012). Talang Mamak: Hidup Terjepit di atas Tanah dan Hutannya Sendiri: Potret Konflik Kehutanan antara Masyarakat Adat Talang Mamak di kabupaten Indrairi Hulu, provinsi Riau dengan Industri Kehutanan” (Makalah, disampaikan sebagai bahan pelengkap kesaksian dalam sidang Pengujian Undang-undang No.41 tahun 1999 tentang kehutanan Terhadap undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 di MK RI, 14 Juni 2012.

Harto Juwono dan Yoshefine Hutagalung (2006). Tiga Tungku Sejarangan: Sejarah Kesultanan Indragiri Sampai Peristiwa 5 Januari 1949. Yogyakarta: Ombak.

Herman Hidayat (2008). Politik lingkungan: pengelolaan hutan masa Orde Baru dan reformasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Kang, Yoon Hee (2005). Untaian Kata Leluhur: Marjinalitas, Emosi, dan Kuasa Katakata Magi di Kalangan Orang Petalangan Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Unri.

Kunio,Yoshihara (1990). Kapitalisme Semu di Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.

Kuntowijoyo (1993). Radikalisme Petani. Yogyakarta: Bentang Press Intervisi Utama.

Koentjaraningrat (dkk) (2007). Masyarakat Melayu dan Budaya Melayu dalam Perubahan Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Loekman Sutrisno (1997). Kemiskinan, Perkebunan dan Transmigrasi. (Makalah, Pusat Studi Pedesaan Uiversitas Gadjah Mada, Yogyakarta).

Mardianto Manan (2009). “Bingkai-bingkai Riau”, Teraju April-Mei 2009

Mubyarto (1997). “Riau Progress and Poverty,” Bijlagen tot den Taal, Land-en Volkenkunde, V.

Owen, Edgar dan Robert Shaw (1980). Pembangunan Ditinjau Kembali. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pincus, Jonathan R. dan Jeffrey A. winters (ed) (2004). Membongkar Bank dunia. Jakarta: Jambatan.

Rencana Pembangunan Lima Tahun Keempat Daerah Tingkat I Riau, 1984.

Robinson, Dick (1982). “Struktur Kapitalisme Indonesia dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya”, Prisma, 1, Januari (982)



DOI: https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.33464

Article Metrics

Abstract views : 262 | views : 633

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Lembaran Sejarah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISSN 2620-5882 (online) | © 2020 Lembaran Sejarah