Dinamika Hubungan Muslim-Kristen di Surakarta, 1999-2000

https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23809

Adif Fahrizal(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


This article describes the dynamics of Muslim-Christian relations in Surakarta during democratic transition era after New Order demise. This article uses history method consists of heuristic, critics, interpretation, and historiography. Based on the research it is known that the dynamics of Muslim-Christian relations during initial years of Reform era (1999-2000) was shaped by solidarity actions for communal conflict in Maluku and “blasphemy” case that ended in the court. In both cases the role of groups that carried religious identities have prominent role. Such groups emerged after the fall of New Order which repressed all kind of expressions and groups that was considered disrupt harmony by using primordial sentiments, including religious sentiment.

Keywords


dynamics, identity, primordial sentiment

Full Text:

PDF


References

Buku dan Artikel

Anonim. 1969. Sala dalam Angka. Surakarta: Pemerintah Daerah Kotamadya Surakarta.

_______. 1970. Sala dalam Angka. Surakarta: Pemerintah Daerah Kotamadya Surakarta.

_______. 1974. Statistik Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta. Surakarta: Kantor Sensus dan Statistik Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta.

_______. 1975. Statistik Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta. Surakarta: Kantor Sensus dan Statistik Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta.

_______. 1975. Statistik Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta. Surakarta: Kantor Sensus dan Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1978. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Sensus dan Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1979. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1984. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1985. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1986. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1987. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1989. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1991. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1993. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1994. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1995. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: Kantor Statistik Kotamadya Surakarta.

_______. 1996. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: BPS Kotamadya Surakarta.

_______. 1997. Statistik Kotamadya Surakarta. Surakarta: BPS Kotamadya Surakarta.

Ahmad Welson. 2011. Solusi Mengatasi Konflik Islam-Kristen. Semarang: Borobudur Publishing.

Aragon, Lorraine V. 2001. “Communal Violence in Poso, Central Sulawesi: Where People Eat Fish and Fish Eat People”, Indonesia 72: 45–79.

Aritonang, Jan S. 2004. Sejarah Perjumpaan Islam-Kristen di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Brauchler, Birgit. 2003. “Cyberidentities at War: Religion, Identity, and the Internet in the Moluccan Conflict”, Indonesia 75: 123-151.

Dhakidae, Daniel. 2003. Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Eriyanto. 2003. Media dan konflik Ambon: media, berita, dan kerusuhan komunal di Ambon 1999–2002. Jakarta: Kantor Berita Radio 68 H.

Fadli Zon. 2004. Politik Huru-Hara Mei 1998. Jakarta: Institute for Policy Studies.

Klinken, Gerry van. 2007.Communal Violence and Democratization in Indonesia. Small Town Wars. New York: Routledge.

Schwarz, Adam. 1997. A Nation in Waiting. Indonesia in the 1990’s. Saint Leonards: Allen & Unwin.

Soetono. 1953. Kenang-Kenangan Kota Besar Surakarta 1945-1953. Surakarta: Djawatan Penerangan Kota Besar Surakarta.

Solahudin. 2011. Dari NII Sampai JI: Salafy Jihadisme di Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.

TGPF Kerusuhan Mei. 1998. Laporan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) Kerusuhan Mei 1998. Jakarta: tanpa penerbit.

TPFI DPW PK Jawa Timur. 1999. Temuan TPFI (Tim Pencari Fakta Independen) DPW Partai keadilan Jawa Timur atas Kasus Banyuwangi. Surabaya: tanpa penerbit.

van Bruinessen, Martin. 2013. Contemporary Developments in Indonesian Islam. Explaining the Conservative Turn. Singapura: ISEAS.

Majalah dan Surat Kabar

Adil tahun ke-43 (November 1974) no. 4; tahun ke-43 (Januari 1975) no. 8.

D & R no. 23 edisi 25 Januari 1997.

Media Dakwah no. 299 Muharram 1420/ Mei 1999.

Solopos 30 Januari 1999; 6 Februari 1999; 12 Maret 1999; 13 Maret 1999; 12 April 1999; 14 April 1999; 15 April 1999; 16 April 1999; 18 April 1999; 19 April 1999; 20 April 1999; 22 April 1999; 26 April 1999; 27 April 1999; 28 April 1999; 20 Januari 2000; 4 Maret 2000; 6 Maret 2000; 7 Maret 2000; 2 Maret 2000; 3 Maret 2000; 4 Maret 2000; 6 Maret 2000; 8 Maret 2000; 9 Maret 2000; 25 Mei 2000; 30 Mei 2000; 6 Juni 2000; 27 Juni 2000; 4 Juli 2000; 7 Juli 2000.



DOI: https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23809

Article Metrics

Abstract views : 282 | views : 1466

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Lembaran Sejarah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.