Agama Sebagai Perubahan Sosial: Kristenisasi di Tobelo 1866-1942

https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23785

Irfan Ahmad(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini akan membahas perubahan sosial sebagai respon dari proses Kristenisasi di Tobelo 1866-1942. Juga akan memperlihatkan kita bahwa bagaimana proses penginjilan melahirkan perubahan-perubahan sosial budaya dalam kehidupan masyarakat Tobelo. Inisiatif para penginjil untuk mendirikan sekolah Kristen serta pelayanan dalam bidang sosial merupakan awal dari pembaharuan. Perubahan-perubahan dalam berbagai bidang kehidupan yang diperkenalkan oleh pihak penginjil yang mengarah pada kemajuan masyarakat Tobelo yang telah konversi ke agama Kristen. Perkembangan agama Kristen yang terjadi di Tobelo 1866-1942 memberi sumbangsih terhadap kemajuan dan perubahan sosial budaya pada masyarakat Tobelo, seiring berlangsungnya penyediaan pendidikan Kristen dan pelayanan kesehatan.

Keywords


Tobelo, Kristen, Sejarah Sosial

Full Text:

PDF


References

Koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

MvO Residen Ternate A. Hovenkamp. No. 27, 1930.

MvO Residen Ternate K. A. James. No. 209/19, 1920.

Laporan pemerintah yang diterbitkan

Adatrechtbundels, Jilid XXI “Gegevens Betreffende Het Sultanaat Batjan”. S’Gravenhage: Martinus Nijhoff, 1922.

Baretta, J. M. Halmahera en Morotai. Batavia: Javasche Boekhandel & Drukkerij, 1917.

Koleksi PERPUSNAS. Katalog Antropologi: No. S 229.

Clercq, F. S. A, De. Bijdragen tot de kennis der Residentie Ternate. Leiden: E. J. Brill, 1890.

Fortgens, J. Bijdrage Tot de Kennis van Naamgeving Onder de Tobelo van Halmahera. BKI, Volome, 1911.

Stibbe, D.G. Enciclopedie van Nederlandsch Indie, Gravenhage Martinus Nijhoff, 1939.

Kruishee, A. Indische Gids, Jilid 52. Tahun 1930.

Kolonial Verslaag (KV) 1868, 1875,1876, 1882, 1883, 1916.

MvO Residen J. H. Tobias, 1857 dan C. Bosscher, 1859. Penerbitan Sumber-Sumber Sejarah No. 11. ANRI-Jakarta, 1980.

Valentijn, Francois. Uitvoerige beschryving der vyf Moluccos. Dordrecht: Joannes van Braam Boekverkoopen,1724.

Verhoef, M. Inventaris, van de Archieven van de Rechtsvoorgangers van de Raad Voor de Zending 1797-1950. Het Utrechts Archief, 2010.

Buku dan Jurnal

Abdurrahman Wahid (1999). “Penafsiran Kembali Ajaran Agama: Dua Kasus dari Jombang”, dalam Muh. Shaleh Isre ed., Prisma Pekikiran Gus Dur. Yogyakarta: LkiS,

A. B. Lapian (2009). Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Jakarta: Komunitas Ombak,

Alex J. Ulaen (2003). Nusa Utara; dari Lintasan Niaga ke Daerah Perbatasan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Aguswati Hilldebrandt Rambe. “Dari Misi Penaklukan (Misi Imperial) ke Arah Misi Pembebasan dan Pendamaian Suatu upaya untuk Memahami Ulang Misi Kristen dalam Hubungan Dialogis dengan Agama-Agama”. NTIM-Jurnal STT Intim Makassar. Edisi No. 6 Semester Genap 2004.

B. Soelarto (1980). Sekelumit Monograf Daerah Ternate. Jakarta: DEPDIKBUD.

Dijk, Kees van (2005). “Sarung, Jubah, dan Celana. Penampilan sebagai Sarana Pembedaan dan Diskriminasi”, dalam Henk Schulte Nordholt (ed.), Outward Appearances. Trens, Identitas, Kepentingan. Yogyakarta: LKiS.

van den End, Thomas (2001). Ragi Carita 1. Jakarta : PT. Gunung Mulia,

Fraassen, Ch. F. van (1979). “Types of Socio-Politik Structure in North-Halmahera History”.

Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia, Jilid VIII No. 2. (1987). “Ternate, de Molukken en de Indonesische Archipel, van Soa Organisatie en Vierdeling: Een Studie van Traditionele Samenleving en Cultuur en Indonesia, deel I”. Disertasi Universiteit Leiden.

Hubert, Th. & Th. M. S. J. Jacobs (1971). A Treatise on the Moluccas (c.1544), Probably the preliminary version of the Antonio Galvao’s lost Historia Das Molucas. Edited, annotated, and translated into English from the Portuguese manuscript in the Archivo General de Indias, Seville by Hubert Th. Th. M. Jacobs, S. J. Rome & St. Louis: Jesuit Historical Institute & St. Louis University

Hibua Lamo (2009). Memahami Eksitensi Serta Mendalami Filosof Kaum Hibua Lamo di Jazirah Halmahera Utara. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Halmahera.

Hueting, A. de Tobeloreezen in hun Denken en doen. BKI; Volume 77, 1921.

Ilham, “Agama, Perubahan Sosial dan Penggunaan Ruang di Manado, Dari Kolonial ke Pascakolonial”. Makalah, Tanpa Tahun.

Kruger, Muller (1966). Sejarah Gereja di Indonesia. Djakarta: Badan Penerbitan Kristen.

Lombard, Denys (2008). Nusa Jawa: Silang Budaya, Jilid I: Batas-Batas Pembaratan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

M. Yahya Harun (1995). Kerajaan Islam di Nusantara; Abad XVI-XVII. Jakarta: Kurnia Kalam Sejahtera.

M. Eldhya Damayanto. “Ketidakberdayaan Kekristenan Bercorak Lokal Menghadapi Kekristenan Bercorak Barat; “Studi Tentang C.L. Coolen dan Komunitas Kristen Ngoro Jawa Timur”. Skripsi: Sekolah Tinggi Teologi Apostolos-Jakarta.

Pheres Sunu Widjayengrono (2009). “Pertanian Rakyat dan Perkebunan Eropa Karesidenan Ternate”. Tesis: Universitas Gadjah Mada.

Platenkamp, J. D. M. (1980). “The Structural of Shamanisme Some Reflections on a Mode” dalam E.K.M. Masinambow (ed.), “Halmahera dan Raja Ampat Konsep dan Strategi Penelitian”, Jakarta: LEKNAS-LIPI.

R.Z. Leirissa (1990). “Masyarakat Halmahera dan Raja Jailolo: Studi Tentang Sejarah Masyarakat Maluku Utara”.Disertasi: Universitas Indonesia,

__________. (1996). Halmahera Timur dan Raja Jailolo; Pergolokan Sekitar Laut Seram Awal Abad ke-19. Jakarta Balai Pustaka.

__________. (1997). Minahasa di Awal Perang Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa Merah Putih dan Sebab-Musababnya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Rodney Needham (1984). “The transformation of prescriptive systems in eastern Indonesia” dalam P. E. de Josselin de Jong (ed.) Unity In Diversity. Dordrecht: Forris Publication.

Raymond Firth (1975). Malay Fishermen Their Peasent Economy. New York: W. W. Norton & Company.

Ricklefs, M. C. (2005). Sejarah Indonesia Moderen 1200-2004. Jakarta: PT. Ikrar Mandiri Abadi.

Reid, Anthony (2011). Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680, Jilid Il Tanah di Bawah Angin. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sri Handayani (2009). “Penerapan Metode Penelitian Participatory Research Apraisal Dalam Penelitian Permukiman Vernakular “Permukiman Kampung Kota”. Makala Seminar Nasional Penelitian ArsitekturMetode dan Penerapannya Seri 2, UNDIP.

Samuel Hartono & Handinoto, “Arsitektur Transisi di Nusantara dari akhir abad ke-19 ke awal abad ke-20”. Makala Seminar; Jurusan Arsitektur, Universitas Kristen Petra, tanpa tahun.

Suharso dan Ana Retnoningsih (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang; Widya Karya.

Toeti Heraty (2010). Sixtreenth Century Queen of Ternate. diterjemahkan oleh: J. H. McGlynn, “Rainha Boki Raja: Ratu Ternate Abad Keenambelas”. Penerbit: Komunitas Bambu

Umar Hi Rajab (2009). “Dari Global ke Domestik: Perikanan dan Ekonomi Perikanan di Karesidenan Ternate 1860-an-1920-an”. Tesis: Universitas Gadjah Mada,

Visser, Leontine E. (1989). My Rice is My Child, Social and Territorial Aspects of Swidden Cultivation in Sahu, Eastern Indonesia, Translated by Rita de Coursey. Dordrecht: Forris Publications.



DOI: https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23785

Article Metrics

Abstract views : 1156 | views : 8214

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Lembaran Sejarah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN 2620-5882 (online) | © 2020 Lembaran Sejarah