Ampera dan Perubahan Orientasi Ruang Perdagangan Kota Palembang 1920an-1970an

https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23768

Melisa Melisa(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


This research examines the imaginary role of the Ampera Bridge in the city of Palembang in the changes of space orientation in trades. The unifcation of the upstream and the downstream areas of Musi River, followed by some improvements of the transportation infrastructure resulted in the modernization of the city of Palembang. The erection of the Ampera Bridge, a hub connecting the upstream and the downstream areas, created new orientation of space in the minds of traders. Trading activities, which had mainly followed the water way, underwent a transformation where both water and land ways served as effective paths.

Keywords


water space, land, trade, palembang

Full Text:

PDF


References

Bambang Purwanto, “From Dusun to The Market: Native Rubber Cultivation In Southern Sumatra 1890-1940.” Ph.D Thesis, London: School of Oriental and African Studies. University of London, 1992.

Batanghari Sembilan, edisi 5 November 1961.

Dedi Irwanto Muhammad Santun. “Produksi dan Reproduksi Simbolik: Memaknai Konstruksi Fisik dan Ideologis Kota Palembang dari Kolonial ke Pasca Kolonial, 1930-1960-an.” Tesis S-2. Program Studi Sejarah. Program Pascasarjana. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Gadjah Mada, 2009.

Djohan Hanafah. Sejarah Perkembangan Pemerintahan Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang. Palembang: Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang, 1998.

_________. 82 Tahun Pemerintahan Kota Palembang. Palembang: Humas Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang, 1988.

F.X. Tito Adonis, Peranan Pasar Apung Terhadap Masyarakat Sekitarnya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991.

Husni Thamrin, “Toke Dalam Sejarah Masyarakat Dusun Talang Bedug, Banyuasin, Palembang 1950-1983.” Skripsi S-1. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Gadjah Mada, 2005.

Ida Liana Tanjung. “Palembang dan Plaju: Modernitas dan Dekolonisasi Perkotaan Sumatera Selatan, Abad ke-20”. Tesis-S2. Program Studi Sejarah. Program Pascasarjana. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Gadjah Mada, 2006.

Jeroen, Peteers., Kaum Tuo-Kaum Mudo: Perubahan Religius di Palembang 1821-1842. Jakarta: INIS, 1997.

Kenedi Nurhan. Jelajah Musi, Eksotika Sungai di Ujung Senja. Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2010.

Lethus Kittie Uda. “Transformasi Image Beautifcation Pelingkup Pusat Kota (Palembang 1930-1960an).” Dalam Street Images: Decolonization and Changing Symbolism of Indonesian Urban Culture Between 1930s and Early 1960s, Yogyakarta: Centre for Southeast Asian Studies, Universitas Gadjah Mada, 2005.

Mestika Zed, “Trickle-Down Effect dalam Pembangunan Ekonomi Kolonial: Sejarah Ekonomi Palembang, 1870-1942”. Makalah disampaikan dalam Simposium Internasional Ilmu-Ilmu Humaniora II Bidang Linguistik dan Sejarah Fakultas Sastra UGM. Yogyakarta, 26-27 April 1993.

_________, Kepialangan Politik dan Revolusi Palembang 1900-1950. Jakarta: LP3ES, 2003.

Nas, Peter., (ed). Issues In Urban Development: Case Studies From Indonesia. Netherlands: Research School (NWS Leiden), 1995.

Obor Rakjat, edisi 12 Februari 1961.

Obor Rakjat, 14 Juli 1961.

P.de Roo de LaFaille, Dari Zaman Kesultanan Palembang. Djakarta: Bharatara, 1971.

Rini Andini Ambarwati Ekaputri, “Kapas dan Ekonomi Penduduk Karesidenan Palembang (Pertengahan Abad IX- Awal Abad XX)”. Dalam Lembaran Sejarah, Volume 4 No 1, Yogyakarta: Jurusan Sejarah Fakuktas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, 2001.

Syafri Sairin, dkk., Pengantar Antropologi Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

Selly Suryani Purbasari “Perkembangan Perdagangan Orang Cina dan Jawa di Pasar Gedhe Harjonagoro Solo, 1930-1960-an”. Skripsi S-1. Yogyakarta: Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, 2009.

Sevenhoven, J.L., Lukisan Tentang Ibu Kota Palembang. Djakarta:Bharatara, 1971.

Suluh Indonesia, 14 Desember 1965.

Sultan Takdir Alisyahbana.Dian Yang Tak Kunjung Padam. Jakarta: Dian Rakyat, 1986.

Suprapti. Pemanfaatan Air Sungai Pada Masyarakat Kota Palembang. Jakarta: DEPDIKBUD, 1991.

Supriyanto, “Pelayaran dan Perdagangan di Pelabuhan Palembang 1824-1864.” Tesis S-2. Jurusan Sejarah. Sekolah Pascasarjana. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Gadjah Mada, 2001.

Laman

O. W. Woelters, “A Note on Sungsang Village at The Estuary of The Musi River in Southern Sumatra: A Consideration of the Geography Of Palembang Region.” Dalam http://www.jstor.org/stable/3350814. Diakses tanggal 23 Juni 2010, pukul 14.12 Wib.

http://palembangtempodulu.multiply.com, diakses pada tanggal 3 Maret 2010 pukul 15.15 WIB.



DOI: https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23768

Article Metrics

Abstract views : 693 | views : 3659

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Lembaran Sejarah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN 2620-5882 (online) | © 2020 Lembaran Sejarah