Seorang Pangeran Batak di Belanda
Uli Kozok(1*)
(1) University of Hawaii at Manoa, USA
(*) Corresponding Author
Abstract
Artikel ini menelusuri riwayat Radja Hakim Abinari Tampoebolon, seorang Batak yang memanfaatkan status sebagai “raja” untuk membangun karier yang berawal sebagai mata-mata kepolisian dan kemudian terlibat dalam jaringan dinas intelijen swasta berhaluan kanan di Belanda. Sebagai keturunan keluarga elite kolonial, Hakim menampilkan sikap pro-Belanda dan anti-kemerdekaan. Bersama ayahnya, ia mendukung gagasan pembentukan Negara Tapanuli dalam kerangka federasi Sumatra di bawah kendali Belanda. Di Belanda, Tampoebolon berperan sebagai kolaborator yang terlibat dalam penyelundupan dan jaringan konspiratif, termasuk komplotan pembunuhan. Modal yang diperoleh dari aktivitas ilegal ini digunakannya untuk mendirikan perusahaan di Jakarta dengan cabang di Medan, setelah kembali ke Indonesia pada 1950 bersama istrinya yang berkebangsaan Belanda. Seiring proses dekolonisasi, ia membangun citra baru sebagai pengusaha nasional dengan akses langsung ke lingkaran pejabat tinggi Republik Indonesia. Ia berhasil membangun narasi bahwa dirinya adalah lulusan hukum Belanda, meraih gelar doktor, dan pernah dipenjara karena sikap pro-kemerdekaan—sebuah kisah yang berlawanan dengan jejak kolaborasi kolonialnya. Perjalanan hidup Tampoebolon menunjukkan betapa lenturnya identitas kaum elite kolonial yang mampu merumuskan ulang peran dan legitimasi mereka demi mempertahankan posisi dalam republik pascakolonial.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Botman, Jochem. 2019. De Tarzan van Limburg, Het onwaarschijnlijke leven van dubbelspion en meestersmokkelaar Pierre Sweerts. Soesterberg: Uitgeverij Aspekt.
Castles, Lance. 1972. The Political Life of a Sumatran Residency: Tapanuli 1915-1940. Ph.D., Yale.
Graaff, Bob de and Cees Wiebes. 1992. Gladio der vrije jongens: Een particuliere geheime dienst in Koude Oorlogstijd. s’Gravenhage: Sdu Uitgeverij Koniginnengracht.
Harthoorn, Rudi. 2015. Zelfmoord op laagwater: landverraad en criminaliteit rond de inlichtingendienst. Soesterberg: Uitgeverij Aspekt.
Harthoorn, Rudi. 2009. Vuile oorlog in Den Haag: bestrijding van het communistische verzet tijdens de Duitse bezetting. Utrecht: Uitgeverij van Gruting.
Harthoorn, Rudi. 2024a. https://www.rudi-harthoorn.nl/met-betrekking-tot-mijn-twee-boeken/
Harthoorn, Rudi. 2024b. https://www.rudi-harthoorn.nl/collaborateurs-spionnen-infiltranten-en-andere-anti-communisten-l-z/
Jaarverslag. 1945. Koninklijke Vereeniging Indisch Instituut: vijf en dertigste jaarverslag. Amsterdam. Bijlage 1.
Jahresbericht. 1907. Jahresbericht der Rheinischen Missionsgesellschaft. Barmen.
Langenberg, Michael van. 1976. National Revolution in North Sumatra: Sumatera Timur and Tapanuli, 1942-1950. Thesis, University of Sydney.
Notulen. 1943. “Notulen. Bestuursvergadering 5 December 1942. Notulen van de bestuurs- en algemeene vergaderingen van het Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land- en Volkenkunde van Neêrlandsch Indië 1942–1943.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 1942: ix-xi.
Pelzer, Karl J. 1978. Planter and Peasant: Colonial Policy and the Agrarian Struggle in East Sumatra 1863-1947. Leiden: Brill.
Reid, Anthony. 1979. The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra. Kuala Lumpur: Oxford University Press.
Silaban, E., S. Suprayitno, dan N. Nuhung. 1924. “Konflik dan Resolusi: Peristiwa Berdarah di Tapanuli Masa Revolusi.” Jurnal Sejarah Citra Lekha 8 (2): 104-119.
Suprayitno. 2011. “Jalan keluar yang buntu: Federasi Sumatera sebagai gagasan kaum terpojok.” Sita van Bemmelen & Remco Raben. peny... Antara daerah dan negara: Indonesia tahun 1950-an. Pembongkaran narasi besar integrasi bangsa. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor, pp. 64-105.
Tampoebolon, H.A.m. 1944. “Het sneuvelen van Si Singa Mangaradja.” Tijdschrift van het Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap, Tweede Reeks, Deel LXI. Leiden: E.J. Brill., pp. 459-482.
Tampoebolon, Iskander. 1935. Adat mendirikan hoeta. kampoeng. di Bataklanden. Pematangsiantar: Siregar Philemon
Tampoebolon, Hakim Jr. tanpa tahun. Een prins in Dinteloord. https://www.nyenaenwasvannassau.nl/site/images/instantweb/pdf-viewer/web/viewer.html?file=https://images.memorix.nl/enb_175/download/download/531e868d-4b5c-5a10-c32f-6fc67e3c7741 (accessed 27-07-2024).
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Lembaran Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

